BONUS - MUTU ACARA TEVE MENINGKAT, MUNCUL PILIHAN, JADI KUTU TEVE ATAUKAH TAK SEHAT?
ANAK, ENAK. Nonton TV itu asyik, enak. Daya tariknya memang luar biasa. Orang bijak bilang, TV merupakan jendela dunia. Dari balik bingkainya kita diberi kesempatan melahap beragam cerita dan peristiwa dari belahan dunia. Sejalan dengan itu, pemilikan pesawat TV meningkat, pemirsa pun (belakangan itu) meluas sampai ke desa-desa terpencil. Bertambah hari, (sampai saat itu) bertambah nayk saja orang mengenal manfaat kotak kaca itu.
Popularitas TV bukanlah berjalan sendiri. Banyak pendukung yang langsung maupun tidak langsung – ambil bagian. Misalnya, teknologi pertelevisian dari hitam-putih ke berwarna, hingga penonton bioskop pernah merosot karenanya. Lalu muncul video yang memacu para pekerja TV untuk bekerja seprofesional film. Daya tarik TV terus membumbung seirama dengan meningkatnya biaya produksi dan persaingan ketat para pekerjanya.
Akhir-akhir itu malah media massa cetak (koran dan majalah) begitu bersemangat memberi apresiasi kepada masyarakat soal TV dan acaranya. Isu yang pernah hangat, antara lain soal iklan terselubung, lagu-lagu cengeng, TV swasta: RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia), dan iuran TV (iuran TVRI-red). Belum lagi soal acara per acara yang ditayangkan baik oleh TVRI Pusat (Programa 1) maupun daerah, TVRI Programa 2, maupun RCTI.
Kalau dulu (sebelum 1989-red) pernah ada isu sentral dalam hal acara TV, (belakngan itu) agaknya perhatian media pun terpecah, begitulah. Sering dengan membaca ulasan dan resensi acara TV di oran sudah cukup tertarik, maka keinginan menonton tambah menggebu.
Akan tetapi, agaknya satu hal dilupakan orang, yaitu dampak negatif TV terhadap kesehatan pemirsanya. Bahkan di negara-negara maju sekalipun – yang sarana dan prasarana siaran TV (waktu itu) telah sedemikian canggih – dampak negatif TV terhadap kesehatan jarang dikampanyekan. Padahal, mestinya tidak ada salahnya sekadar memberi peringatan anjuran petunjuk kepada calon pembeli pesawat TV dan masyarakat penonton.
Berbagai penelitian membuktikan, kesehatan mata pemirsa terancam jika memforsir penglihatan menikmati acara-acara TV, karena adanya radiasi sinar katoda dari pesawat TV. Radiasi TV itu memang relatif kecil.
Tetapi, jika berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang, maka (waktu itu) akan merupakan ancaman serius terutama terhadap anak-anak (era itu). Selain itu, pesawat TV memancarkan sinar X dengan energi cukup besar, dan menyebabkan penyakit kanker darah dan kanker paru-paru.
Diakui, dengan adanya TV, anak-anak (era itu) lebih betah tinggal di rumah. Terlebih belakangan itu, siaran TV (baca: TVRI) semakin memperlihatkan porsi dan menu yang pas buat mereka. Contoh acara baru anak-anak (era itu), yaitu Panggung Gembira Anak-Anak.
Demikian pun sudah dianggap wajar ketika banyak anak yang main selonong menongkrongi acara lain. Terbanyak film seri eksyen mereka gandrungi, misal yang pernah populer The A Team, Starsky and Hutch, lalu belakangan Hunter (di Indonesia ketiganya diputar TVRI-red).
PASIF, FISIK. Jelas kerja para orangtua tambah banyak. Mereka apat berdalih, menonton TV terlalu lama bukan saja akan mengganggu jam belajar dan jam tidur anak-anak (era itu). Tontonan yang kurang sesuai dengan perkembangan pemikiran dan kejiwaan anak-anak (era itu), sungguh tak sehat, dan lebih-lebih juga tidak baik bagi kesehatan. Sayangnya, banyak orangtua pencandu acara TV pula.
Kampanye akan bahaya radiasi pesawat TV ini tidak mengurangi arti penting media pandang-dengar itu. Justru karena besarnya minat orang pada TV, maka efektivitasnya sebagai media informasi, edukasi, dan hiburan tetap besar. Malah berbagai kepentingan orang yang semula harus didapatkan di luar rumah, dapat digantikan oleh TV. Misalnya untuk belajar bahasa Inggris atau nonton sepakbola.
Dengan demikian, masyarakat banyak cuma diam di rumah dan hanya menunggu. Mereka menjadi pihak yang pasif. Kegiatan bersifat fisik berkurang. Bahkan mungkin dapat seharian duduk saja di depan TV. Maka kalau dulu (jauh sebelum 1989-red) ada istilah kutu buku, 1989 ada pula kutu TV. Dan mata menjadi indra satu-satunya yang mesti bekerja ekstra keras.
Keadaan ini jangankan untuk anak-anak (era itu), untuk orangtua (era itu) pun, sungguh tidak baik. Khusus buat anak-anak (era itu) yang (waktu itu) sedang tumbuh, kecekatan refleks dan koordinasi anggota tubuh tidak terlatih secara fisik, sebab kesempatan bermain mereka kurang atau malah hilang.
Jika mutu acara-acara TV terus meningkat, sementara juga ulasan-resensi acara TV semakin semarak, maka daya tarik TV memang tak pernah kana berkurang. Malah akan terus selalu bertambah. Tetapi, jika dengan menonton TV berbagai kesibukan dan kegiatan lain terbengkalai, serta lebih jauh punya pengaruh buruk terhadap mental dan kesehatan, maka agaknya orang harus mulai selektif memilih. Senang terhibur atau produktif-sehat. Pendeknya: nonton ataukah sehat?
Kampanye menyadarkan bahaya radiasi pesawat TV bukan dimaksudkan untuk sama sekali menjauhi kotak ajaib itu.
Tujuannya sekadar agar masyarakat tidak terjebak pada rayuan pada pedagang alat-alat elektronik dan bisnis siaran yang memang menggiurkan itu, dengan mengabaikan pengaruh buruk yang ada. Kesadaran itu perlu, sebab, kenyataan para pedagang serta para pengelola siaran sendiri (waktu itu) seolah melupakan atau kurang berminat untuk memberi label peringatan pada produknya.
Dok. Monitor – No. 151/III/minggu ke-4 September 1989/20-26 September 1989, dengan sedikit perubahan

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


Komentar
Posting Komentar