BONUS - MENJELANG AJALNYA, ROCK HUDSON TAK BERANI BERCERMIN (DYNASTY, TVRI PROGRAMA 1 - SEJAK KAMIS, 8 JUNI 1989 Pkl: 21.30 WIB)
DALAM episode That Holiday Spirit ini muncul tokoh baru
bernama Daniel Reece. Pemilik ‘ranch’ yang menyediakan kuda pacu untuk Blake
ini menambah konflik baru. Karena, ia menaruh hati pada Krystie. Dari sini juga
kemudian muncul gosip yang sempat bikin geger. Pasalnya, pemeran Daniel Reece,
Rock Hudson, diduga telah menularkan AIDS pada Linda Evans lewat adegan ciuman.
Rock Hudson memang pernah jadi bahan pembicaraan. Dialah barangkali aktor pertama dan satu-satunya yang berani menyatakan bahwa terserang AIDS. Meski ia tak lama bergabung di Dynasty, tetapi cukup menarik mendengar kesan teman-teman mainnya. Terlebih lagi karena Dynasty adalah film terakhir yang diikutinya, selama hampir empat dekade (sampai 1989-red) ia bergelut dalam dunia ‘showbiz’.
“Dia selalu menutupi penderitananya dengan humor-humor yang bagus. Dia berusaha menggembirakan orang-orang di sekelilingnya,” tutur John Forsyth. Kata John lagi, Rock Hudson sempat pergi ke Paris sebelum ia meninggal di kediamannya di Beverly Hills pada 2 Oktober 1985 saat usianya mencapai 59. ‘Saya mengenal dia sebagai orang yang ‘gentle’ dan suka bercanda. Malang dia punya penyakit yang mengerikan,” kata Joan Collins.
Tapi, baik Joan maupun sahabat-sahabatnya dalam Dynasty tak mau banyak berkomentar tentang pribadi Hudson sehubungan dengan perilakunya sebagai homoseksual. Mungkin mereka menganggap tidak etis bila berbicara soal itu. Heather Locklear, pemeran Sammy Jo, yang hanya sempat bermain dengan Hudson dalam dua ‘scene’ berujar, “Yan gbisa asya tangkap, dia termasuk pendiam, cenderung pemalu malah.”
Komentar Jack Freeman, juru rias yang (sampai saat itu) 25 tahun (1964 hingga 1989-red) bekerjasama dengan Hudson, seperti yang dilontarkan John Forsyth. “Kayaknya dia selalu ingin mengatakan agar semua orang menikmati pekerjaan mereka seperti dia menikmati pekerjaannya.”
Linda Evans ingat ‘joke’ yang sering dilakukan Hudson. “Kami sering dibuat penasaran. Suatu saat ia menceritakan sebuah cerita. Kami serius mendengarkan. Tetapi, tiba-tiba ia menghentikan ceritanya. Dan ia meneruskan esoknya. Tak sampai selesai juga, hingga kami terpaksa harus menunggu esoknya lagi. Dan dia tampak begitu gembira ketika melihat kami berhasil dipermainkannya.”
Forsyth menambahi, “Dia tidak pernah bisa dipaksa. Kami selalu gagal bila memaksanya untuk melanjutkan cerita. Semakin dipaksa, dia semakin mempermainkan kita.”
USIK, FISIK. Hampir semua mengaku melihat kondisi Hudson yang telah main (sampai saat itu) lebih dari 64 film ini sudah menurun drastis ketika terlibat dalam Dynasty. “Dia pernah mengatakan padauk ingin menulis sebuah buku. Beberapa hari kemudian dia datang dan membawa beberap alembar tulisannya. Tapi ia selalu bilang padaku, “Aku tak akan meneruskannya.” Aku tahu, itu karena kondisinya sudah tak bisa diajak kompromi lagi,” tutur Forsyth.
Lain lagi kenangan Connie Garcia Singer, asisten sutradara. Menurutnya, Hudson senang beristirahat sambil membaca di dalam rumah mobilnya. “Saya pernah menjumpai dia tengah tertidur pulas. Saya coba bangunkan, namun dia tak terusik. Pada saat itu juga saya tahu kalau kondisinya benar-benar lemah. Tapi begitu bangun, ia tampak sehat. Dia tak ingin menunjukkan penderitaannya pada orang lain.”
Irving Moore, yang banyak menyutradarai episode yang memunculkan Hudson membenarkan ucapan Connie itu. “Hudson selalu mengeraskan hati. Dia tak mau pekerjaannya terganggu karena penyakit yang dideritanya. Beberapa adegan yang harus mengandalkan kekuatan fisik, Hudson berniat melakukannya sendiri. Tentu kami tak membolehkannya. Kami tak ingin mengundang risiko.”
Kata Forsyth, keluhan yang terdengar dari mulut Hudson pernah sekali didengarnya. Namun, bukan soal penyakitnya, melainkan tentang kebiasaannya merokok. “Saya minta dia untuk berusaha meninggalkannya. Dia memang mencobanya, namun beberapa lama kemudian bilang, dia bisa meninggalkan kebiasaan minum, tetapi tak bisa meninggalkan rokok.” Hudson meman gtak pernah mengkhawatirkan keadaannya. Atau dia memang telah pasrah?
“Saya tak pantang makan apa saja. Saya memang tak bermaksud ingin gemuk, selain hanya ingin menikmati segala makanan,” itu kata-kata yang pernah diucapkannya. Jack Freeman yang merias Hudson sempat memperhatikan tingkah aneh dari aktor ini. “Dia tak pernah mau melihat cermin. Dan dia selalu kelihatan tak sabar bila berlama-lama di ruang rias.”
Tak ada yang tahu bagaimana perasaannya di saat-saat menjelan ajalnya. “Ketika dia tiada, kami sangat berduka. Tetapi, kami juga merasa bahagia karena teman kami telah terbebas dari penderitaannya. Kalaupun ada yang kami sesali, yakni mengapa kini (1989-red) banyak pemuda terkena virus mengerikan itu,“ ucap Irving Moore (kala itu).
Ditulis oleh: Tavip Riyanto
Dok. Monitor – No. 136/III/minggu ke-1 Juni 1989/7-13 Juni 1989, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar