BONUS - MENGUSIK BERBAGAI JENIS MUSIK LEWAT APRESIASI MUSIK (APRESIASI MUSIK, TVRI - RABU, 20 APRIL 1988 Pkl: 20.30 WIB)


BILA acara Apresiasi Musik dimaksudkan sebagai acara pengenalan terhadap berbagai jenis musik, lengkap dengan latar belakang etnik kelahirannya, boleh jadi apa yang ditayangkan kali ini, punya relevansi yang memadai. Untuk mengisi kesempatan pertama ini, jenis musik gambang kromong, Benyamin S dan Ida Royani dihadirkan.

Lantas, diperkenalkan sebagai sosok musik Betawi. Walaupun sebetulnya keberadaan gambang kromong sebagai musik Betawi bisa diperdebatkan. Antara lain mengingat jenis musik ini, justru hanya tumbuh di kawasan pesisir semacam Mauk, Benteng Tangerang, dan beberapa lokasi pinggiran Jakarta. Lokasi-lokasi yang pada masanya dihuni penduduk dengan latar belakang etnik Cina.

Sayangnya, pola acara terpadu yang diterbitkan TVRI, memberi batasan, yang dimaksud Apresiasi musik adalah acara yang menyajikan ulasan perkembangan musik dari segala aspeknya, utnuk memberikan informasi dan menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap perkembnagan musik. Sehingga format yang disajikan dalam kesempatan ini, boleh dibilang (waktu itu) belum sesuai dengan batasan yang ditetapkan.

Celakanya, bapersi musik, yang memiliki tanggung jawab untuk melakukan rancangan terhadap format acara itu, sampai pelaksanaan syuting rekaman di TMII (Taman Mini Indonesia Indah), pekan kedua April 1988 lalu, belum memiliki rancangan yang jelas. Termasuk bagaimana bentuk acara itu semestinya.

SELISIK, MUSIK. Sebaiknya acara Apresiasi Musik, sesuai dengan batasan pola acara, memang berbentuk suatu sarasehan atawa katakanlah diskusi kecil. Di acara itu, dihadirkan pengamat musik/musikolog, musisi, penyanyi, pencipta lagu, dan wakil dari masyarakat pencinta musik. Dengan bentuknya yang seperti itu, acara ini bisa menjadi upaya menyelisik sesuatu jenis musik yang hendak diapresiasikan.

Artinya, mengungkap sisik-melik. Baik menyangkut latar belakang sejarahnya, perkembangan dan pertumbuhan, sampai kenyataan keberadaannya (belakangan itu). Untuk itu, peran pengamat musik, bahkan kalau perlu ahli sejarah musik dari kalangan akademis, penting adanya.

Lantas, apa peran musisi, penyanyi, dan pencipta lagu? Mereka jadi pemeraga tahap-tahap perkembangan yang dikemukakan kalangan akademisi/pengamat itu. Sekaligus memberi bandingan terhadap apa yang diutarakan pengamat. Sedangkan masyarakat pencinta atawa penikmat musik berposisi sebagai reflektor terhadap tingkat penerimaan khalayak terhadap sesuatu jenis musik yang sedang dibahas.

Selebihnya, berbagai jenis musik, baik yang digolongkan sebagai musik tradisional maupun modern, lokal maupun internasional, dapat dikedepankan sebagai teman pembicaraan. Selebihnya, bila aktualitas terhadap berbagai jenis musik yang (waktu itu) sedang digemari, dijadikan pertimbangan untuk memilih tema pembicaraan, dapat diyakini, acara ini dapat mencapai sasarannya dengan baik.

Ditulis oleh: N. Syamsuddin Ch. Haesy

Dok. Monitor – No. 77/II/minggu ke-3 April 1988/20-26 April 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer