BONUS - LINDSAY WAGNER SERING DIRUNDUNG MALANG. DARI SOAL BAYI SAMPAI HUTANG (NIGHTMARE AT BITTERCREEK, FILM CERITA/TVRI - KAMIS, 12 JANUARI 1989 Pkl: 22.30 WIB)
LINDSAY Wagner, nama yang sudah terlanjur akrab dengan pemirsa televisi di sini. Beberapa serial yang dibintanginya pernah diudarakan TVRI. Dan hampir seluruhnya digemari. Mulai dari Marcus Welby MD, bintang tamu The Six Million Dollar Man, Bionic Woman, sampai Jessie yang disiarkan dua tahun sebelum bacaan ini dimuat Monitor (1987-red).
Tentu (waktu itu) masih lekat di ingatan ia bermain sebagai psikiatris di lembaga kepolisian yang tugasnya memberi saran-saran dari sudut kejiwaan, Jessie tampak menguasai persoalan, memberi jalan keluar yang tepat dan selalu tegar.
Kehadirannya kali ini sebagai Nita sedikit banyak mengobati kerinduan kita pada si jangkung yang jelita ini. Nightmare at Bittercreek adalah film TV-nya (bukan serial) ketujuh. Dua filmnya yang (waktu itu) termasuk baru yakni Evil In Clear River dan A Child’s Cry. Di situ, ia bermain mempesona.
Sesungguhnya, Lindsay memang bintang televisi yang tnagguh.
Bukti nyata ketika ia meraih Piala Emmy lewat Bionic Woman. Tapi dalam Callie
& Son ia dipuji habis-habisan, karena berhasil memainkan tokoh berumur 17
dan 59 tahun. Dua sosok dengan perbedaan usia yang mencolok, jelas memiliki
sikap dan karakter jauh berbeda. Tak gampang tentu memreankannya. Tpai Lindsya
dianggap berhasil.
Latar belakang dari akademi teater – meski nggak sampai selesai – memang jadi bekal yang lumayan. Menyinggung latar belakang atau masa lalunya, sama saja mengungkit pengalaman pahit. Lhair di Los Angeles, 22 Juni 1949, Lindsay sejak umur 7 tahun cuma hidup dengan ibunya. Orangtuanya bercerai, Lindsay dibawa pindah ke Portland, Oregon.
Anak yang gampang pesimistis ini balik lagi ke Los Angeles enam tahun kemudian untuk merintis karir di dunia mode. Hampir hancur cita-citanya lantaran pada usia 14 ia diperkosa oleh teman kencannya. Ini sebenarnya rahasia yang tak pernah diungkapkan Lindsay. Namun, entah mengapa ia lalu berterus terang pada ‘TV Guide’. Kata Lindsay, “Setelah peristiwa itu saya berhenti sekolah. Saya merasa hidup ini telah hancur.”
JATUH, LULUH. Semangatnya bangkit kembali karena MGM (Metro Goldwyn Mayer) melihat bakatnya dan memakainya dalma This Property Is Condemned. Selain itu, Lindsay juga mendapat tawaran untuk mengiklankan merek mobil dan minuman. “Seluruh honornya saya beirkan pada ibu. Penghasilannya sebagai pegawai kantor pos sangat kecil sekali.”
Bidang musik pun sempat dicobaya. Ia menjadi vokalis pada sebuah grup rock. Tak bertahan lama, sama halnya perkawinannya dengan salah seorang personal grup itu. Wanita bertinggi 172, berambut pirang dengan bola mata biru ini sadar, bahwa dunia akting lebih pas buat dirinya. Terbukti, setelah tampil bersama Richard Harris dan James Coburn dalam Martin’s Day, tawaran-tawaran lain kemudian mengalir.
Puncaknya apalagi kalau bukan pada Bionic Woman. Bahkan Lee Majors, si manusia 6 juta dolar yang kedudukannya tergeser karena perhatian beralih ke Lindsay, memberi komentar yang menyanjung. “Permainannya dalam Bionic Woman benar-benar mantap. Pantas memang Emmy jatuh pada dia.” Keberhasilan di karir – biasa – tidak terjadi di rumah tangga.
Lagi-lagi pengalaman pahit terulang. Kali ini bersama aktor Michael Brandon. Sampai-sampai ia berujar dengan putus asa, “Saya menghadapi keadaan cukup sulit dengan laki-laki. Yang mereka inginkan selalu bertentantangan dengan sikap saya.”
Toh, kemudian ia luluh juga di tangan Henry Kingi, yang keturunan Indian, koordinator ‘stuntman’ itu. “Saya belum pernah menemukan pria sebaik dia. Saya terkesan pada sikapny ayang sederhana dan jujur.” Perkawinan ketiga ini membuahkan Dorian. Reda sudah gunjingan tentan gLindsay. Ia hidup rukun dengan dua anak Kingi dari perkawinan sebelumnya.
Tampaknya belum usai badai menghantam Lindsay. Setelah enam tahun menikmati kebahagiaan, muncul masalah yang ruwet. September 1986, ia melahirkan Alex Kingi, padahal Henry Kingi telah menceraikannya. Berita menghangat lantaran Henry menyatakan bahwa anak itu bukanlah anaknya.
Belum jelas masalah anak, persoalan lain timbul. Lindsay ternyata mempunyai hutang sebesar 400 ribu dolar pada bank di Los Angeles. Di samping itu, ia dicaci maki karena filmnya Stranger In My Bed gagal. Mungkin saking malunya, Lindsay tak mau menyebut-nyebut film itu dalam perjalanan karirnya.
Lewat dua film yang dibintanginya dalam tahun 1986-1987 dan termasuk Nightmare At Bittercreek ini Lindsay ingin bangkit dan membangun citranya lagi. Berhasil? Tergantung penilaian kita tentunya.
Ditulis oleh: Tavip Riyanto
Dok. Monitor – No. 115/III/minggu ke-2 Januari 1989/11-17 Januari 1989, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar