BONUS - THE LEGEND OF THE LONE RANGER: "KOBOI JAGOAN YANG BISA GEMETAR" (THE LEGEND OF THE LONE RANGER, FILM CERITA/TVRI PROGRAMA 1 - MINGGU, 9 JULI 1989 Pkl: 13.15 WIB)
PERAMBAHAN teritori Amerika ke wilayah barat pada
1850/1860an, menghasilkan banyak hal, selain bertambah luasnya geografi
Amerika. Di antaranya adalah sejumlah karya sastra yang konon bercorak lokal lantaran
menampilkan ‘setting’ baru yang tak hanya wilayah kota, juga terutama melahirkan
sejumlah kisah koboi.
Tak cuma dalam novel, puisi, lagu ‘country’, tapi juga film koboi – kendati menurut penelitian, gambaran koboi dalam film sangat berbeda dengan koboi dalam kenyataan yang sesungguhnya. Memang telah terjadi romantisasi atas kisah koboi itu. Sama romantisnya dengan lahirnya Putri Duyung dalam benak para pelayar.
Romantisasi dalam kisah koboi – di antaranya menciptakan sosok hero – terjadi lantaran adanya kekacauan, kegalauan, ‘chaos’, yang diakibatkan dari perambahan ke daerah-daerah baru itu, yang mungkin punya tata nilai berbeda dibandingkan dengan Amerika yang “kota”, juga berbeda istiadat, bau keringat, dan sejenisnya.
Dalam setiap kegalauan, selalu diimpikan lahirnya jagoan. Koboi yang saling berburu tamang, berburu kehidupan, adalah ketidakpastian. Ada sosok tertentu yang diharapkan lahir menjadi simbolisasi dari penegak kepastian itu. Dari dambaan terhadap sosok yang penuh kepastian, sosok pahlawan alias hero itu, kemudian malah melahirkan kisah yang sifatnya hitam putih. Kisah ‘jango’ menjadi contoh yang paling gampang.
Juga kisah yang nyaris jadi legenda macam Lone Ranger, koboi jagoan yang mirip-mirip Zorro itu – selalu pakai topeng. Barangkali, Lone Ranger merupakan salah satu contoh dari jagoan yang tak selalu sakti di hadapan musuhnya. Ia bisa cedera tertimpuk batu yang berakibat ia lupa ingatan, atau terjebak di gua, atau kecelakaan lain.
TVRI pernah memutar kisah koboi yang bertema Indian, Tonto, itu dalam bentuk animasi, yakni Adventures of Lone Ranger, yang ditayangkan sejak 18 Agustus 1987. Dalam film layar lebar, petualangan koboi bertopeng ini diabadikan leawt aktor Clayton Moore dalam 2 judul, The Lone Ranger, 1956, dan The Lone Ranger and The Lost City of Gold, 1958.
Aktor yang dijuluki “raja koboi”, Roy Rogers, kelahiran Cincinnati, Ohio, 5 November 1911 – juga pernah memerankan sosok Lone Ranger.
ABANG, BIANG. Toh, dari semua judul yang ada, tak pernah jelas tergambar, kenapa Lone yang bule itu bisa berkawan karib dengan Indian Tonto itu. Motivasi mengenakan topeng itu juga tak pernah diungkapkan.
The Legend of The Lone Ranger yang disiapkan TVRI ini, mengambil sisi yang belum pernah terungkap itu. Tetap bersandar pada karkaterisais kreasi George W. Trendle dan Fran Striker yang pernah ada, Jerry Derloshon mencoba mengadpataiskan kisah itu, kendati di akhir kisah, dalam ‘credit title’, dibilang bahwa semua nama, kisah, kejadian, dan lokasi hanyalah khayal belaka.
Padahal, dalam film ini ada tokoh nyata Ulysses S. Grant, presidne Amerika saat berlangsungnya kisah ini, 1854. Menurut film ini, Lone Ranger punya nama asli John Reid, dari keluarga pemilik ‘ranch’, yang orangtuanya tewas dihabisi para bandit. Film dibuka dengan pembantaian atas keluarga Reid ini. John yang masih hidup, masih kanak-kanak, ditolong Tonto kecil, si Indian itu.
John pun hidup bersama orang-orang Indian, bertata laku kayak Indian juga. Sampai menjelang dewasa, ia pergi ke Del Rio, menemui kakaknya, Kapten Den Reid, yang bekerja di sebuah surat kabar. Maksud semula, John ingin mengabaikan hidupnya di kota sebagai seorang pengacara.
Dalam perjalanan ke Del Rio, ia berbarengan, berkenalan, bahkan menolong Amy Striker dari godaan para begundal. John jatuh cinta pada Amy. Demikian pula Amy. Toh mereka harus berpisah lantaran Amy harus meneruskan perjalanan ke San Fransisco. Dari Dan diketahui, bandit Butch Bartholomew Cavendish sedang merajalela di seantero Texas. John ingin menumpas mereka.
Dari pencegatan John dan Dan serta kawan-kawan, John nyaris tewas di ujung senapan Cavendish, setelah teman-temannya dihabisi. John gemetar menghadapi kematian, setelah sebelumnya gemetar, karena abangnya dihabisi di depan matanya. John kembali ditolong Tonto. John kembali ke kampung Indian, kendati kepala suku yang baru kurang suka pada John yang berkulit putih.
John kembali ke dunia yang tak kenal hukum itu. Satu tujuannya: menghabisi Cavendish beserta antek-anteknya. Untuk itu, John harus menghadapi mereka satu per satu. Agar tampangnya tak dikenal, ia kenakan topeng. Usahanya berhasil. Hingga ia kemudian menyelamatkan Presiden Ulysses S. Grant yang oleh Dan pernah dikritik sebagai biang merajalelanya para bandit.
Toh, tak ada kesan John sebagai jagoan yang tanpa cela. Saat ia menyelamatkan sang presiden, selain sempat terengah-engah bertarung melawan Cavendish, John juga dapat bantuan dari kavaleri. Baru setelah itu, bertualanglah John, eh Lone Ranger, si satpam kesepian itu dalam sejumlah kisah yang sudah dibikin itu, dan mungkin juga sidang pembaca sudah tonton.
Ditulis oleh: Veven Sp Wardhana
THE LEGEND OF THE LONE RANGER
Lone Ranger – Klinton Spilsbury
John Reid (kecil) – Marc Giplin
Tonto – Michael Horse
Tonto (kecil) – Patrick Montoya
Cavendish – Christopher Lloyd
Amy Striker – Juanin Clay
Ulysses S. Grant – Jason Robards
Sutradara: William A. Fraker
Skenario: Ivan Goff, Ben Roberts, Michael Kane, dan William
Roberts
Musik: John Barry
Lirik The Man of The Mask oleh Dean Pitchford dinyanyikan Merle Haggard
Produksi: A Martin Starger Production, 1981
Masa putar: 97 menit
Batas umur: 13 tahun ke atas
Dok. Monitor – No. 140/III/minggu ke-1 Juli 1989/5-11 Juli 1989, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar