BONUS KHUSUS UNTUK ANAK: DI CERDAS RIA, ADA JAMU RASA COCA-COLA (CERDAS RIA, TVRI PROGRAMA 2 - SELASA, 20 MARET 1990 Pkl: 19.40 WIB)

AKSI. Ketiga peserta sedang beraksi disaksikan kak Devi

CERDAS Ria (TVRI Programa 2), acara permainan yang menuntut keterampilan dan melatih kecepatan berpikir untuk mengambil keputusan, ternyata juga menarik sebagai tontonan. Permainan memakan kue tar dengan mata tertutup, misalnya, yang membuat wajah peserta belepotan mentega dan gula. Belum lagi kuenya sudah habis, tapi saking pengen menang, si peserta masih teru smelahap ruang kosong di depannya, atau menyusun gambar mozaik.

Maunya sih gambar kuda, ekor dan kaki sudah terpasang, tapi karena mengejar waktu, bagian kepala salah tempel, yang dipasang malah kepala lumba-lumba. Jadinya, binatang aneh yang belum pernah ada di dunia, lumba-lumba berkepala terbalik, berkaki, dan berekor kuda.

Acara berkaki dan berekor kuda. Acara yang disiarkan sebulan 2 kali pada minggu pertama dan ketiga ini, kali ini menampilkan permainan yang diikuti SDN Kampung Tengah 09 Pagi, Jln. H. Ali RT 04/04, Kelurahan Tengah, Jakarta Timur. Peserta kedua, SD Mamba Ul Ulum, Jln. Dewi Sartika no. 17, Jakarta Timur. Dan terakhir, SD Malaka 06 pagi, Jln. Perumnas I no. 38, Klender, Jakarta Timur.

Materi permainan terdiri dari 4 babak. Babak pertama, memotong tripleks menjadi 4 bagian. Babak kedua, menentukan rasa minuman dari 15 rasa dalam 30 gelas. Ketiga, menyusun peribahasa dari kata-kata yang telah disediakan sehingga terjadi kalimat yang lengkap. Keempat, membawa lingkaran kertas yang diisap dengan sedotan.

Untuk memotong tripleks, bila bisa memotong satu bagian mendapat nilai 40. Dua bagian berarti 80 dan bila menyelesaikan tiga bagian mendapat 100. Dalam menentukan rasa minuman, tiap rasa yang disebutkan betul, dapat nilai 10, begitu selanjutnya dengan kelipatan 10. Dalam menyusun peribahasa kalimat yang selesai lengkap dapat nilai 35. Dua kalimat dapat 70.

Sedang bila bisa menyelesaikan 3 kalimat dapat 100. Penilaian untuk babak keempat, sama dengan babak kedua. Bila berhasil membawa satu kertas ke tempat yang ditentukan, dapat 10. Bisa bawa 2, dapat 20, begitu seterusnya. 

MEMOTONG TRIPLEK. Irwan, Johan, dan Surya sedang melakukan permainan memotong triplek 

Jalannya pertandingan sangat seru. Untuk babak pertama, taka da peserta yang bisa menyelesaikan dengan baik. Bahkan ada gergaji yang patah dan tak bisa melanjutkan pertandingan. Dalam menentukan rasa minuman, lebih seru lagi. Minumannya sih sebenarnya terdiri dari air putih, Coca-Cola dan sebagainya. Tapi ada peserta yang bilang jamu-lah, beras kencur-lah, dan rasa minuman lain yang sebenarnya tak tersedia.

Dalam menyusun peribahasa, peserta harus berebut kartu kata untuk menyelesaikan satu kalimat. Terkadang, maksudnya sama, jadi saling tarik menarik memperebutkan kata yang sama. Untuk babak terakhir, peserta harus memindahkan lingkaran kertas yang diisap dengan sedotan. Kertas tak boleh lepas, berarti harus menarik nafas terus.

Ada 30 kertas dan harus rebutan. Siapa yang bisa memindahkan kertas paling banyak, dapa tnilai paling tinggi. Serunya, sambil lari, terkadang lupa narik nafas, kertas jatuh. Peserta yang bersangkutan harus mengambil kertas itu lagi dengan cara menyedot lewat sedotan. Di saat seperti ini, tak urung terjadi tabrakan karena semua pengen paling cepat. Tak heran kalau gelak tawa masih terdengar sampai acara selesai. Siapa yang menang, (waktu itu) ikuti sendiri, ya!

Ditulis oleh: Anno

Dok. Monitor – No. 193/IV/Minggu, 18 Maret 1990, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer