BONUS - JAGO TAEKWONDO YENI LATIF YANG ROMANTIS ITU BELUM INGIN DEKAT DENGAN LAWAN JENIS (REMAJA BERPRESTASI, TVRI - RABU, 20 APRIL 1988 Pkl: 17.55 WIB)
YENI Latif, juara nasional taekwondo, jadi salah satu pengisi acara Remaja Berprestasi (RB), yang ditayangkan (di TVRI-red) tiap Rabu ketiga. Yang lain grup lawak SKKP Sunter dan grup musik jazz SMA Cikini 3.
Yeni, yang dilahirkan 30 Oktober 1968, awalnya tidak menyukai olahraga keras ini. “Keras dan ganas,” cetus juara ketiga taekwondo di SEA Games XI, 1987. Akhir 1985, ia resmi menjadi anggota grup taekwondo Taruna Tomang Raya. Awalnya, ia merasakan pegal linu pada sekujur tubuhnya. Toh, ia kadung tertarik sehingga semangatnya tak jadi pupus. Dan debutnya dimulai 1986 saat ia membuahkan juara satu taekwondo se-Jakarta Barat.
Karena merasa harus jaga kondisi, ia pun terus latihan. Minimal menggerak-gerakkan badan Kembangan jurus taekwondo. Sebagai jago ia kerap menghadapi pertandingan yang lawan mainnya suka curang, menggigit, dan mencubit.
“Aku, kalau bertanding, harus ganas,” kata pemain yang (waktu itu) mempersiapkan PON XII ini. Artinya, ia (waktu itu) tetap tak akan melakukan balas dendam terhadap yang mencuranginya. “Aku serahkan semua itu pada wasit,” ujar gadis (era itu) yang (waktu itu) bertinggi-berat 156-47 ini.
“Taekwondo bukanlah adu kekuatan melulu, tapi juga diperlukan mental baja. Kekuatan harus ditunjang mental.” Lain di arena, lain di keluarganya. Dalam keseharian, ia amat lembut. Juga – atau apalagi – terhadap teman cowok. Toh, konon, (sampai saat itu) belum ada lelaki yang bilang cinta padanya. “Padahal, aku ini sangat romantis.” Apakah mereka takut?
“Ah, aku kira tidak. Aku sendiri masih belum mau bercinta dengan lawan jenisku.” Dan ia (waktu itu) masih ingin meraih puncak-puncak, walau (saat itu) sudah mendapatkan tujuh gelar juara. Dan ia (waktu itu) yakin, ia (ketika itu) bakal meraihnya.
Ditulis oleh: Bujang Praktiko
Dok. Monitor – No. 77/II/minggu ke-3 April 1988/20-26 April 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar