BONUS - FILM CERITA UNTUK SEMUA UMUR, LANGKA, KARENANYA, TVRI KERAP MENGUNDUR-UNDUR SIARANNYA

 MOTHER AND DAUGHTER (Tuesday Weld dan Kathleen Beller), salah satu film untuk semua umur yang pernah diputar siang hari di TVRI

SEBAB, SEBAL. Pemutaran film cerita (lepas) di TVRI makin semerawut saja (waktu itu). Yang semula direncanakan, mendadak tak jadi disiarkan, digeser. Yang tak ada dalam jadwal, justru buru-burud imajukan penayangannya. Tak sedikit pemirsa yang jadi sebal karenanya.

Gonta-gantinya jadwal ini terasa setelah pola acara baru diterapkan per 1 April 1989. Dengan pola baru (waktu itu) ini, selain tayangan hari libur, film cerita jadi rutin 3 judul per minggunya, setelah sebelumnnya untuk tayangan Minggu siang dijalankan tiap 2 pekan. Dalam April 1989 akhir dan Mei 1989 saja minimal ada 3 judul yang geser. Pertama, film A Force of One yang dirancangkan untuk tayangan Minggu siang, 30 April 1989, diundur ke Rabu, 17 Mei 1989.

Kedua film Dixie; Changing Habits untuk siaran Minggu, 21 Mei 1989, digeser ke Minggu berikutnya. Dan Pepper and His Wacky Taxi yang menempati 28 Mei 1989, dimajukan menggantikan posisinya. Ketiga, Senin, 29 Mei 1989, film The Man Who Could Talk To Kids tak jadi disiarkan. Kemungkinan dipindah ke Rabu, 7 Juni 1989. Penggantinya Most Wanted.

Penggeseran Dixie, hingga tulisan ini turun, penyebabnya belum diketahui. Minimal, pihak TVRI, terutama pengelola film siaran, tak bersedia mengungkapkannya. Mereka hanya menjawab penyebab diubah-ubahnya A Force dan The Man.

 

Dra. Suprapti Widarto

UNDUR, UNSUR. Penyebab kedua, diwakili oleh A Force. Kisah perihal polisi jago karate yang diperankan Chuck Norris itu, pada awla kisahnya menggambarkan adegan malam di sebuah toko. Dalam toko yang gelap itu, terdapat pula patung-manekin yang mengenakan pakaian Sinterklas – karena ceritanya memang terjadi sekitar Natal. Justru itulah yang menjadikan TVRI membatalkan penyiarannya, pas bulan Ramadhan, seminggu menjelang Lebaran.

Penyebab kedua ini memang lebih didasarkan pada materi kisah. Pengertian materi kisah di sini bisa dibagi-bagi lagi. Yang pertama, ya yang model di atas. Biasanya, jika misalnya ada hari libur yang non-Minggu, yang ada kaitannya dengan agama tertentu, sebisa mungkin TVRI mencarikan film-film yang punya ‘setting’ sama dengan hari peringatna itu. Sebutlah materi kisah ini berkaitan dengna SARA.

Karena pertimbangan ini sering TVRI justru mendapatkan pada judul lain yang mestinya disiapkan untuk minggu atau bahkan bulan depannya. Jadinya, yang untuk ccadangan bulan depan dimajukan, dan yang sudah direncanakan, karena kembali dicek “mendadak”, dinilai tak ada unsur yang berkaitan dengan hari libur (agama) itu diundur.

Pengertian “mendadak” di sini lebih dimaksudkan sebagai pengecekan yang dilakukan sehari atau dua hari, bahkan beberapa jam, sebelum ditayangkan. Ceking “mendadak” ini sudah menjadi cara kerja TVRI selama itu.

Materi kisah jenis kedua, lebih didasarkan pada pengertian batas usia. Usia 17 tahun ke atas ataukah segala umur. Sebisanya untuk tayangan hari libur dan Minggu, karena disiarkan siang hari, materi yang untuk segala usia inilah yang dipilihkan TVRI. Dan karena yang berjenis segala umur ini jadi bertambah pengudaraannya, karena yang Minggu tak lagi tiap 2 pekan, TVRI jadi lebih ekstra hati-hati, selain menambah stok, persediaan.

Tapi, menurut Dra. Suprapti Widarto, kepala subdit siaran, TVRI punya banyak stok film untuk segala usia. Toh, kenyataan menunjukkna banyak film yang 17 tahun ke atas, minimalnya 13 tahun ke atas, justru diputar Minggu macam Wacky Taxi, Dixie, Fighting Back, dan Between Two Brothers – untuk menyebut beberapa saja. The Man Who Could Talk To Kids, yang semodel dengan Mother and Daughter, malah disiarkan malam hari.


BETWEEN TWO BROTHERS (Pat Harrington dan Michael Brandon), yang pantas untuk tayangan malam, malah direncanakan untuk siaran siang hari 

BSF, BCN. Penyebab ketiga digonta-gantinya penayangan film cerita, didasarkan atas materi fisik film itu sendiri. Menyangkut jenis pitanya maupun sistemnya. Selama itu, materi film yang disiarkan TVRI berjenis U-Matic, sistem PAL, itu pun U-Matic High Band.

Susahnya, materi yang datang dari agensi atau importirnya justru lain. BCN, misalnya. Pita BCN sebetulnya tak soal bagi TVRI, kendati konon kalau ditayangkan gambarnya kurang tajam. Tapi, yang lebih prinsip, pihak BSF tak memiliki peralatan untuk yang berjenis BCN. Yang dimiliki BSF, antara lain untuk U-Matic High Band dan Betamax, atau yang NTSC. TVRI juga punya NTSC, namun lebih untuk ceking, bukan untuk siaran.

Itulah, terkadang TVRI tak menyadari bahwa yang dipergunakan untuk ceking berbeda dnegan yang ditayangkan. Dan biasanya, atau bahkan sering, jenis filmnya diketahui identitasnya justru sudah menjelang siaran, pas ceking “mendadak”. Ceking “mendadak” merupakan ceking yang kedua bagi TVRI. Ceking pertama dilakukan saat mereka menyensornya, sebelum sensor dari BSF.

Sebab lain, yakni yang kempat, adalah jika mendadak harus disiarkan acara-acara kenegaraan dan sejenisnya, baik yang siaran langsung ataupun rekaman. Untuk yang terakhir ini, bagi TVRI atau siapapun, kayaknya susah disiasati. TVFI, saluran khusus untuk pemutaran film, yang sifatnya nasional, (waktu itu) belum dibikin.

Yang paling bisa dibenahi adalah memperkecil kemugnkinan munculnya penyebab yang pertama, kedua, dan ketiga. Salah satunya bisa dengan cara menghindari ceking “mendadak”.

Sebagai gantinya adalah ceking “jauh hari”. Karena jauh hari sudah ketahuan materi filmnya, materi kisahnya, serta sudah diloloskan sensor atau belum, menjadikan kemungkinan penyusunan rancangan sebulan sebelumnya bahkan akan memperingan kerja. Materi film sudah tersedia, almanak Masehi juga sudah menuliskan hari-hari besar tertentu. Apalagi?

Ditulis oleh: Veven Sp Wardhana

Dok. Monitor – No. 136/III/minggu ke-1 Juni 1989/7-13 Juni 1989, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer