BONUS - DARI GELANGGANG KE GELANGGANG (TVRI), BUKAN ACARA BUANGAN. DARI SANA, BERGEMA LAGU WE ARE THE CHAMPIONS
SETIAP MINGGU PAGI. Pamor acara Dari Gelanggang Ke
Gelanggang (TVRI) – waktu itu – masih kalah dibanding Arena dan Juara (juga
diputar TVRI-red). Mungkin lantaran pertandingan yang tersaji di Arena
kebanyakan dari luar negeri.
Tapi Dari Gelanggang Ke Gelanggang sebenarnya bisa dijadikan imbangan mata acara olahraga di layar televisi (waktu itu), selain Monitor Olahraga (juga diputar TVRI-red), karena acara ini bertujuan untuk mengekspose kegaitan olahraga dalam negeri – meski terkadang juga diselipkan paket impor – dan menunjukkan bahwa ‘event-event’ dalam negeri mendapat tempat di TV.
Dengan tujuan seperti itu, maka rutinlah dibuat agenda,
disusun jadwal acara buat penyiaran setiap Minggu pagi, dengan durasi sekitar 2
jam. Per paketnya, siaran yang penyelenggaraannya di tangan seksi siaran olahraga,
yang secara struktural di bawah sub-direktorat pemberitaan TVRI, ini paling
banyak menampilkan 5 sampai 6 cabang pertandingan olahraga. Sesungguhnya, paket
tadi bukan melulu berupa rekaman. Sekali waktu, ada pula siaran langsung.
“Kita pula menyiarkan secara langsung kalau memang kebetulan jam pertandingan, sama waktunya dengan siaran Dari Gelanggang Ke Gelanggang diudarakan,” jelas Hardi Sofyan, kepala seksinya. Dapat diambil contoh dalam siaran 7 Februari 1988.
Selain telah disiapkan paket dari kompetisi Galatama dan
kejuaraan anggar, (waktu itu) akan disiarkan secara ‘live’ pertandingan tenis
penyisihan Piala Davis antara Indonesia melawan Muangthai. Jika diselipkan produk
luar, itu berdasarkan beberapa pertimbangan. Misalnya saja, kalau paket yang
dibeli itu berisi pertandingan yang dinilai kurang pas untuk di Arena dan
Juara-kan , maka agar tak mubazir, dimaksukkan ke acara ini.
‘Grandprix’ atau reli, umpamanya, padahal, jika mau diambil enaknya, sebetulnya paket impor tersebut lebih menguntungkan. Di samping biaya yang dikeluarkan lebih murah, juga praktis. Nah, terlebih lagi bila bicara soal mutu, jelas produksi sana penyajian gambarnya sudah dapat dijadikan jaminan.
Jadi, kalau salah satu tujuan paket impor dapat digunakan sebagai bahan pelajaran, bolehlah. Tentunya tak hanya terbatas buat kalangan TVRI sendiri, melainkan juga para atlet kita.
SEBELUMNYA, SEMPURNA. Untuk materi dalam negeri, tak selalu
hasil liputan kru TVRI Jakarta. Kesempatan bagi stasiun-stasiun daerah pun
telah diberikan, jika ‘event’ yang terselenggara kebetulan berada di kawasan
stasiun daerah yang bersangkutan. “Seandainya di sana memerlukan bantuan, entah
itu reporter atau apa, kita akan kirimkan,” ucap Hardi.
Pengolahan, penggabungan atau pengeditan dilakukan TVRI Jakarta. Dan hal ini biasanya ditangani oleh petugas teknik, yang ditunjuk secara bergilir. Sudah lumrah pula petugas ini sekaligus merangkap pengantar kata. “Kita yang mendapat tugas sebagai pengatar kata, ya hanya menyampaikan jenis pertandingan yang akan disiarkan.
Jalannya pertandingan sendiri yang menyampaikan reporternya. Barangkali kalau yang perlu ditambahi, paling-paling hal-hal yang lupa disampaikan reporter, seperti informasi di mana pertandingan ini tingkat apa? Dan siapa juara sebelumnya?” ucap France Djasman, salah seorang reporter olahraga TVRI, Jakarta.
Kebiasaan yang (waktu itu) masih terus berlanjut, penyiar Dari Gelanggang Ke Gelanggang, ini dalam mengantarkan kata tanpa direkam terlebih dulu alias ‘live’. Maka, biar rada sempurna, sebelumnya dibuat catatan berisi berapa lama waktu dalam setiap pertandingan yang telah siap ditayangkan. “Jadi, kita masuk-masuknya biar pas,” tambah France.
Kendati cara penanganan tampaknya cukup mduah, namun untuk
pengolahan, penggabungan, dan pengeditan materi tak bisa dikatakan sangat sederhana.
Karena materi yang ada tidak cuma digabung-gabung begitu saja. Pemilihan cabang
olahraga yang diusahakan bervariasi jelas diperlukan.
Di mana daya tariknya bila satu paket isinya golf, boling,
ketangkasan berkuda, dan anggar? Pengeditan jelas tak bisa sembarangan. Hasil
dari pertandingan sepakbola yang telah diketahui berakhir dengan skor 3-2,
misalnya, tapi ketika disiarkan tanpa ada satu pun gol yang muncul, jadinya
lucu banget, khan?
Sebenarnya, entah disadari atau tidak, TVRI pernah melakukan terobosan yang
cukup baik untuk menyemarakkan acara ini. Yakni dalam pemberian ilustrasi
kejuaraan reli di Malaysia dengan lagunya Queen, We Are The Champions.
Kelihatannya masalah ilustrasi semacam itu dapat dibilang sepele. Namun,
pengaruhnya cukup terasa. Akan lebih terasa nikmat jika pengisian ilustrasi musik
pas dengan olahraga yang tengah ditampilkan.
Ditulis oleh: Tavip Riyanto
Dok. Monitor – No. 65/II/minggu ke-5 Januari 1988/27 Januari-2 Februari 1988, dengan sedikit perubahan









Komentar
Posting Komentar