BERTHA LUSIANA (DI ANTARA KITA, TVRI - MINGGU, 13 JULI 1988 Pkl: 08.55 WIB)
PANGGILAN akrabnya Eta, sejak usia 12, ia ikut Sketsa. Sampai saat itu (1988-red), walaupun sudah tinggal di Yogyakarta, Bertha memang (waktu itu) mahasiswi di jurusan sastra Jawa, UGM. “Sekarang (1988-red), saya lagi libur dan bisa ikut mengisi acara Di Antara Kita,” kata gadis (era itu) yang 14 Juli 1988 lalu genap berusia 20, anak kedua dari 5 bersaudara.
Kehadirannya di televisi bermula dari tawaran ayahnya sendiri. “Bapak bikin naskah sandiwara untuk Sanggar Sketsa dan saya ditawari main.” Pertama kali ia bosan, karena harus mengulang adegan nyanyi keras-keras, sementara yang keluar hanya suara kecil.
Hal yang berkesan selama ikut Sanggar Sketsa adalah sewaktu ia harus membacakan sebuah puisi. “Setelah itu surat-surat berdatangan pada saya dan memuji pembacaan puisi saya. Ini membuat saya senang. “Ternyata, surat-surat yang datang ke rumahnya – kompleks TVRI Kemandoran no. 24 – banyak dari pria. “Tapi, tidak ada surat cintanya.”
Soal surat penggemar, Eta mengaku sering malas untuk membalas. Keengganan yang sama juga diberlakukan kepada tawaran main film. “Film itu melelahkan, dan terutama saya sendiri nggak berminat masuk ke sana,” katanya.
Dok. Monitor – No. 91/II/minggu ke-4 Juli 1988/27 Juli-2 Agustus 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar