BENYAMIN MEMBALIK AYAT SUCI, KATANYA, MAU MENGUJI (ANEKA RIA NUSANTARA SAFARI, TVRI PROGRAMA 1 - JUMAT, 21 APRIL 1989 Pkl: 20.05 WIB)
ADA corak baru (kala itu) di ARN (Aneka Ria Nusantara,
tayangan TVRI Programa 1-red). Pembawa acaranya dua orang: Sri Maryati dan
Benyamin S. Bisa diduga, kehadiran pak haji (Benyamin S-red) karena pas bulan
puasa. Dan dia tahu itu. Makanya, dengan segala gayanya, Ben (waktu itu) akan
membaca satu ayat suci yang berhubungan dengan puasa.
Kalau saja ikutan melihat rekamannya, Anda akan ketawa terbahak-bahak seperti yang lain, ketika Ben terbalik membaca ayat suci itu. Penonton di studio mengoreksi. Dasar Ben, dia menunjuk seorang penonton perempuan berjilbab. “Anak madrasah, khan? Ane cuma mau nyoba,” kilahnya.
Menghadirkan variasi pembawa acara seperti ini bisa menghangatkan ARS (Aneka Ria Safari, juga diputar TVRI Programa 1-red) atau ARN, tidak monoton. Dan bagi Sri Maryati, situasi seperti ini juga bisa mendukung, sehingga ide yang menumpuk di benak bisa terpancing keluar. Ada dialog, yang kadang kocak sehingga muncul gerrr. Ketimbang setiap muncul, Sri hanya bertutur tentang sejarah lagu, judul, dan nama pencipta.
Kesulitan yang terjadi, April 1989, waktu yang mepet. Kalau dulu (sebelum April 1989-red), M. (Monitor) bisa menghitung pencurian waktu (ARS atau ARN disiarkan setelah Dunia Dalam Berita) yang lumayan panjang, misalnya, diam-diam menambah 10 menit, (belakangan itu) tidak. Jika mulai persis pukul 20.05, maka tak bisa ditawar acara itu harus berdurasi 55 menit. Sebab, pukul 21.00 WIB teng, DDB harus disiarkan.
Musik tampaknya tak berhak menggusur atau memundurkan DDB. Ini perbedaannya dengan acara olahraga. Maka karena waktu yang harus pas ini, penggarapnya pun harus kerja ekstra. Baik waktu syuting atau pengeditan.
Kesulitan lain, kalau ada acara penting yang bisa menyabet waktu lebih dari pukul 20.05 WIB. Seperti ketika Menteri Pertambangan dan Energi Ginanjar Kartasasmita, 7 April 1989 lalu menjelaskan soal kenaikan iuran Listrik. Karena waktu yang panjang, ARS terpaksa dimulai pukul 20.25 WIB. Bisa diduga, nama yang disebut M. akan muncul pun, tak semua bisa nongol.
No Koes 88 terkensel, begitu pula Richie Richardo. Untung TVRI punya inisiatif, (waktu itu) akan menyepakkannya di acara Minggu siang. ARN kali ini bisa diberi istilah tumben. Biasanya, kalau bulan puasa, produksi lagu-lagu berbau gurun pasir cukup banyak. Kali ini, sama sekali tidak ada. Bisa jadi (perkiraan waktu itu), pas siaran awal bulan Mei 1989 (kala itu) akan membludak.
Yang justru menarik adalah kehadiran Eric Van Houten dan Titiek. Duet mereka cukup rapi menyanyikan Akan Kubangunkan Istana Yang Indah. Lagu bertema biasa – cinta – tapi dengan aransemen yang rapi. Lantas, Rony Budiman menyanyikan Ada Cinta Untukmu. Bisa diberi nilai plus. Barangkali kalau dia punya vokal yang tak cuma pas-pasan, itu lagu cukup memberi kesejukan.
Lebih lembut lagi, penampilan Ermy Kullit dengan lagu Irama Hati. Lagu lama yang digarap kembali dalam warna Ermy yang khas. Mungkin saja bisa jalan. Seperti pengalaman Iwan Fals merekam kembali Kemesraan ciptaan Franky dan Johny Sahilatua.
Yulius Sitanggang dan Nola Tilaar hadir dengan segala perjudian. Maksudnya, Julius mengharapkan besar lagi lewat lagu Untukmu Armenia yang (harapan waktu itu) mudah-mudahan sebesar Maria tempo hari. Sementara Nola Tilaar, mencoba numpang dengan meminjam nama Boy, si Boy yang lagi ngetrend (kala itu) karena filmnya.
Ditulis oleh: Hans Miller Banureah
Penyanyi/judul lagu (dalam Aneka Ria Nusantara edisi 21 April 1989):
Eric V.H. & Titiek – Akan Kubangun Istana Yang Indah **
Nur Halimah – Irama Hati *
Ermy Kullit – Untukmu **
Rony Budiman – Ada Cinta Untukmu *
Nindy Ellesse – Ketika Musim Durian Tiba *
Irma – Kau Jejaka
Ayu Soraya – Kacamata Hitam
Julius SItanggang – Untukmu Armenia *
Ira Maya Sopha – Di Mataku Ada Kamu *
Mukhlas & Dewi Purwati – Bagiku Kau Tetap Putih
Nola Tilaar – Si Boy
Rano Karno – Jangan Gampang Kecantol
Mirnawati – Kelakuan
Dok. Monitor – No. 129/III/minggu ke-3 April 1989/19-25 April 1989, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar