ATALARIK SYACH (SI UNYIL, TVRI - TIAP MINGGU Pkl: 12.00 WIB)
ATALARIK Syach/Arik, (waktu itu) 15 tahun, pengisi suara Bun
Bun dalam Unyil, bilang, Bun Bun memberi citra bongsor. Hal ini tidak berbeda
dnegan dirinya yang jangkung dan besar. “Paling gede di pengisi suara Unyil
khan saya,” jelas siswa SMPN 103, Cijantung, Jakarta Timur (era itu) ini (waktu
itu).
Atalarik memiliki darah Indo-Jerman. Walaupun ia punya tampang yang keren, ia (sampai saat itu) masih belum pernah mendapat tawaran main film. “Mungkin belum saatnya,” ujar Arik yang mulai mengisi Unyil tahun 1986 ini.
Keinginan ke sana memang ada, tapi ia (waktu itu) masih belum tahu jalannya untuk menerobos. “Saya masih belum mengerti seluk-beluk dunia film.” Tapi ia sering melihat aktor-aktris maupun sutradara di PFN (Pusat Film Nasional) yang (waktu itu) sedang mengisi suara. Karena masih lugu (waktu itu), ia tidak berani menyapa salah satu sutradara yang ia temui. “Saya itu pemalu,” jelas Arik yang bila pergi mengisi suara naik bis kota.
Walaupun begitu, ia sangat bangga mengisi si Unyil, karena bisa kenal kawan di laur sekolah. Apalagi, ia diberi kebebasan papanya untuk menggunakan sendiri hasil honornya. “Dulu (jauh sebelum 1988-red) saya kasihan mama. Tapi, kata papa, duisuruh memakai sendiri, karena hasil dari keringat saya.” Tapi, ia mengatakan tidak bisa mengatur duit secara benar. “ya tiba-tiba habis. Tapi setlah hitung-hitung lagi, pengeluarannya selalu benar.”
Ditulis oleh: Bujang Praktiko
Dok. Monitor – No. 96/II/minggu ke-5 Agustus 1988/31 Agustus-6 September 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar