ANITA HADI (ORCHESTRA, TVRI SURABAYA - RABU, 29 JUNI 1988 Pkl: 20.00 WIB)
ANITA Hadi, (saat itu) 17 tahun, dengan tinggi-berat (waktu itu) 155-43, ternyata punya kegemaran lain di samping dunia tarik suara yang ditekuni sejak kecil. “Saya paling demen lho kalau sudah berhadapan dengan kamera,” jelas Anita. Terlepas dari merasa cantik atau tidak, yang jelas kegemarannya dipotret pernah membuahkan hasil. “Dalam lomba Fuji Genik 1987 lalu saya juara harapan I.”
Nita (panggilan akrabnya), ternyata pernah bercita-cita jadi dokter. Bahkan sampai 1988, keinginan tersebut masih sering terlintas di benaknya. Meskipun setelah menyadari punya kelebihan lain, lantas ia memilih dunia nyanyi dan model. “Nita juga pingin bisa main sinetron TV.” Tapi bukan berarti meninggalkan studi sepenuhnya. “Cuma, kalau ada kesempatan buat memacu karir, jelas, saya memilih yang ini, dong.”
Anak ke-2 dari 3 bersaudara yang berdarah campuran Manado-Jawa-Arab ini juga punya kejelekan yang sampai 1988 sulit dihilangkan. “Nita paling males berinisiatif.” Akibatnya bisa diduga, tergantung pada orangtua. Tidak terbatas pada soal penampilan di TV.
“Untuk baju sehari-hari pun tidak jarang, papi yang menentukan,” ujarnya terispu. Sekalipun sikap dari kedua orangtua dirasa menyenangkan, toh, ia sadari tidak selamanya ia harus bergantung pada orang lain. “Suka takut deh, kalau mikir ke situ.” Tak usah resah Nit, amat bahaya bagi mata indahmu. Masih banyak hari untuk belajar mandiri.
Dok. Monitor – No. 67/II/minggu ke-1 Juli 1988/29 Juni-5 Juli 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar