ALF YANG SUKA SARAPAN KUCING ITU LEBIH DIKENAL DIBANDING MICHAEL DUKAKIS (ALF, TVRI - TIAP KAMIS, SEJAK 25 JULI 1988 Pkl: 17.30 WIB)

PORNO. Biar tak porno bertelanjang, ALF mengenakan baju. Di sampingnya: Andrea Elson dan Max Wright

MAKHLUK angkasa luar masuk televisi. Tidak aneh, jauh hari sebelumnya, TVRI pernah menyiarkan Mork and Mindy, yang tokohnya Mork, berasal dari planet Ork. Di AS sendiri, ALF alias Alien Life Form yang pertama kali diudarakan NBC, Senin, 15 September 1986, ini (waktu itu) bukan barang baru. Bahkan sejumlah seri kartun yang diputar TVRI pun (waktu itu) sudah banyak mengahbiskan perihal makhluk angkasa luar, makhluk asing, ya si alien itu.

Film Superman pun menokohkan manusia yang berasal dari planet lain yang bukan planet bumi. Bedanya, kisah ALF justru menempatkan alien sebagai sosok yang bersahabat, akrab, bahkan jenaka.

Satu gambaran yang agak langka – yang mungkin bisa disejajarkan dengan film Extra Terrestrial alias ET. Selama itu, banyak kisah yang menggambarkan alien sebagai sosok yang tak hanya cerdas, melainkan juga ganas, jahat, dan mengerikan. Film Alien dan Aliens menjadi contoh aktual, selain film-film lain tentang UFO.

JINAK. ALF, si alien yang jinak, bersama (dari kiri), Lynn, Brian, Willie, dan Kate 

ALF, yang bernama asli Gordon Shumway, dari planet Melmac, terdampar di kelaurga Tanner, lewat atap garasi keluarga bersangkutan. ALF, yang kemudian menjadi nama panggilan, bertampang mirip-mirip Miss Piggy dalam Muppet Show, dan lebih mirip hewan ketimbang manusia.

Toh, ALF termasuk kategori homosapiens, karena – salah satunya – bisa ngomong Inggris aksen Amerika – Amerika dasawarsa 1980an lagi. Mulanya, Willie Tanner dan Kate Tanner merasa enggan membiarkan ALF hidup bersama mereka, apalagi ALF suka sarapan seekor kucing, dan kehidupan planet Melmac diberlakukan di rumah keluarga Tanner.

Toh, Lynn dan Brian, putri dan putra mereka, justru menghendaki agar ALF tinggal bersama-sama. Bahkan, kemudian ALF mampu merebut simpati keluarga ini. Pada akhirnya, ALF tak hanya merebut simpati kelaurga, dalam episode Don’t It Make My Brown Eyes Blue, ALF justru jatuh cinta pada Lynn, setelah mereka sama-asma membikin video musik rock.

Dari satu sisi, ALF ini punya posisi yang sam adibandingkan dengan Vicki si kecil ajaib dalam Small Wonder. Kecuali cerdas, cerdik, “sakti” (mampu memelekkan si gadis Jody yang buta dalam For Your Eyes Only), juga lugu dan naif.

Karenanya, dalam episode Pennnsylvania 6-5000, ALF mengontak presiden AS lewat ‘handy-talkie’, dengan maksud ikut memecahkan persoalan perlombaan senjata. Akibatnya, ketika sinyalnya ditangkap oleh FBI, ALF kemudian justru diburu-buru oleh agen rahasia itu. Tentu masih banyak kisah lucu mengenai ALF ini, termasuk ketika ia menjual kosmetik per telepon, si pelanggan malah ingin bertatap muka. Juga pernah ia kesetrum listrik hingga ia kehilangan ingatan.

Menyaksikan seri ALF ini, tak perlu membuhulkan pertanyaan, “Belkah bentuk dan tata hidup makhluk angkasa luar itu kayak begitu?” Pertanyaan ini bersejajar dnegan pertanyaan, “Betulkah ada robot macam Vicki dan canggihnya kayak dia?” Yang lebih penting mungkin bertanya: bagaimana seandainya alien itu semacam ALF dan mendadak menerobos kehidupan masyarakat kita.

Dengan begitu, kita agak lebih mudah menjawabnya. Sama mudahnya menginformasikan bahwa ALF termasuk 3 besar, dari film seri yang diproduksi secara independen, di samping The Cosby Show (di Indonesia juga diputar TVRI-red) dan Who’s The Boss (di Indonesia kemudian diputar RCTI/SCTV-red).

Di AS sendiri, lewat sebuah angket sebuah majalah, sosok ALF ini justru ada di peringkat atas dibandingkan Michael Dukakis, calon presiden AS (kala itu) yang (waktu itu) giat berkampanye.

Ditulis oleh: Veven Sp Wardhana

ALF

Willie Tanner – Max Wright

Kate Tanner – Anne Schedeen

Lynn Tanner – Andrea Elson

Brian Tanner – Beni Gregory

ALF – ALF

Kreasi: Tom Pathchett dan Paul Fusco

Produser eksekutif: Tom Patchett dan Bernse Brillstein

Penulis dan sutradara: bergantian

Produksi: Alien Productions

Masa putar: 30 menit

Batas usia: segala umur

Dok. Monitor – No. 95/II/minggu ke-4 Agustus 1988/24-30 Agustus 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer