A. HAMID ARIEF (RMD, TVRI - MINGGU, 21 AGUSTUS 1988 Pkl: 12.30 WIB)


A Hamid Arief, (waktu itu) 64 tahun, pemeran pak Musa dalam Rumah Masa Depan (TVRI) mati? Ternyata (waktu itu) cuma isu. Ceritanya, salah seorang familinya meninggal dan dimakamkan di Bogor. Seorang juru kamera (waktu itu) salah dengar. Lantas menyampaikan kabar buruk itu ke Nawi Ismail dan ke mana-mana. Untung Nawi sempat menguji kebenaran berita itu. “Dia datang ke sini kok bersama anaknya. Saya masih ada kok.”

Meski begitu, belakangan itu Hamid sering sakit-sakitan. Rematik menyerangnya. “Dokter melarang dipijat. Tapi saya masih dipijat juga.” Akibatnya kondisinya buruk lagi. Tahun 1988 ini, sedianya dia ingin berangkat haji. Nizmah Zaglulsjah, yang mengajaknya pergi haji, wafat duluan di Mekkah. “Nggak apa, mungkin Tuhan belum manggil.”

1988, dia lebih banyak berdiam diri di rumahnya. Sudah agak lama tak terlibat produksi film. Dalam kondisinya yang seperti ini, dokter menasihati supaya lebih banyak bergaul dan bertemu teman-teman orang film. “Supaya piikiran tidak ke skait terus, biar bisa ngobrol dan mengurangi beban pikiran.”

Masih akan terus main film? Bintang tua yang sempat menjadi produser film dan memproduksi film Diana, serta mendirikan kelompok gelak Komedia Jakarta ini kurang senang menerima pertanyaan itu. “Sama artinya dengan saudara menyuruh saya cepat-cepat meninggal.” Dia (waktu itu) masih ingin bisa terus main. Untuk sinetron pun (waktu itu) masih daa kesediaannya. Meski sempat mangkel.

“Karena anak-anak sering manggil saya Hamid, Hamid.” Pahdahal, khan sduah tu (waktu itu)? Perlu juga dipanggil “bapak”.

Ditulis oleh: Bujang Praktiko

Dok. Monitor – No. 94/II/minggu ke-3 Agustus 1988/17-23 Agustus 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer