VARIETY SHOW (Citra No. 280/VI/7-13 Agustus 1995)

VARIETY SHOW - KUIS PROMOSIA: "ARTIS TAKLUK, SUPERBONUS PUN MASUK KOCEK" (SCTV – RABU, 9 AGUSTUS 1995 Pkl: 20.30 WIB)

MUNGKIN sangat sedikit eksekutif supersibuk yang dapat menghafal iklan secara rinci. Dua di antaranya adalah Linda, sarjana hukum yang bekerja di sebuah perusahaan swasta, dan Kokot Hataji, alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komputer di Jakarta.

Pertanyaan cepat yang dilontarkan pemandu Ricky Johannes (Ricky Jo-red) dengan tangkas dijawab oleh Linda dan Kokot, yang menamai duo timnya regu Radio. Sementara lawan tebak-menebak iklan yang mencakup tipe ‘jingle’, nyanyian, dan ‘dubbing’, yakni regu Mie yang diawaki pelawak Jejen dan artis sinetron serta fotomodel Peggy Melati Sukma dipukul KO dengan nilai telak. Regu Radio merebut angka 370, dan regu Mie alias “yang penting asal ramai” cuma 80.

Regu Radio yang mampu mengantongi nilai lebih tinggi langsung masuk dalam babak superbonus dan harus siap menghadapi berondongan 8 pertanyaan dalam waktu cuma 40 detik. Linda yang suka nonton film dan acara iklan, serta didukung Kokot yang cukup tangguh memahami iklan, mampu menjaab sergapan pertanyaan itu dengan tangkas dan tepat.

Maka superbonus sebesar Rp 5.000.000,00 dari Cempaka Kosmetik langsung berdesakan memasuki kocek mereka. Lalu, apalagi yang menarik dari Kuis Promosia kali ini, kalau hasilnya sendiri sudah diungkap Citra (waktu itu)? Jawabnya, “hiburan” atraktif yang disajikan Linda dan Kokot. Yakni kepiawaian keduanya dalam menebak materi yang diajukan serta dalam menaklukkan 2 calon selebriti negeri ini.

Ditulis oleh: Agustinus Winardhi

POLAH WANITA: “PERILAKU ANAK KEMBAR” (RCTI – SABTU, 12 AGUSTUS 1995 Pk: 09.00 WIB)

ANAK kembar yang memiliki kemiripan fisik, kerap menarik perhatian. Karena kemiripan itu, terkadang orang memperlakukan anak kembar secara seragam. Itu terlihat dari cara berpakaian atau yang lainnya. Dan tak jarang orangtua pun “mendidik” si kembar dengan cara yang “kembar” pula. Padahal, si kembar tetap pribadi yang mandiri, berbeda antara yang satu dengan yang lain, meski di antara mereka memiliki hubungan batin yang relatif lebih erat.

Pada kesempatan ini, dibahas cara-cara memperlakukan anak kembar. Ibu Kasur sebagai tokoh pendidik, mengungkapkan pengalamannya dalam mendidik anak kembar. Selain itu, ada pula anak kembar, Ika dan Ike yang mengungkap perasaan dan pengalamannya serta permasalahan yang dihadapinya. Tak ketinggalan seorang ibu yang berusia lanjut menceritakan pengalamannya melahirkan anak kembar.

Acara yang dipandu Dian Purwaningrum ini, pastikan (waktu itu) akan terasa lebih menarik jika menghadirkan psikolog, yang dapat memberikan ulasan dari segi psikologinya. Sehingga jalannya diskusi dapat belrangsung lebih hangat lagi. Apalagi jika diugnkap pula mitos-mitos seputar anak kembar.

Ditulis oleh: Utami Sri Rahayu

Dok. Citra – No. 280/VI/7-13 Agustus 1995, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer