ULTAH ANTEVE - SEMARAK 4 TAHUN ANTEVE: "PUNCAKNYA SIARAN 'LIVE', ANTEVE CINTA" (ANTEVE, SABTU-MINGGU, 1-2 MARET 1997 MULAI Pkl: 05.00-03.30 WIB)
SATU Maret jadi momen sangat penting buat ANteve. Karena
pada tanggal itulah, tepatnya 1 Maret 1993, Cakrawala Andalas Televisi (ANteve) yang
semula sifatnya lokal, khusus untuk kota Lampung dan sekitarnya, meresmikan
diri sebagai salah satu stasiun yang ikut meramaikan pertelevisian swasta
nasional.
Sebenarnya boleh dibilang, bukan kebiasaan ANteve memanjakan pemirsanya lewat momen-momen seperti itu. Yang sudah-sudah, ulang tahun tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Tapi memasuki usia keempat ini, ANteve ingin menyajikan sesuatu yang lain, yang rada Istimewa, kepada pemirsa.
Lepas dari apakah sajian itu dirasakan pemirsa sebagai hadiah atau bukan, alangkah baiknya kita menyambut positif niat baik ANteve ini. Dan setelah itu, apakah masih ada yang lain? “Lihat saja setelah 1 Maret nanti (1997-red),” umbar Nenny Soemawinata, ‘general manager’ Cakrawala Andalas Televisi, yang (waktu itu) baru beberapa bulan menjabat menggantikan Dennis Cabalvin.
Pertanyaan itu agaknya perlu juga kita sikapi dengan tanggapan yang positif. Betapapun, belakangan (ketika itu) ini ANteve telah memperlihatkan sebuah usaha – sebenarnya mungkin beberapa usaha yang amat bermanfaat bagi ‘survive’-nya sebuah stasiun. Dan usaha itu memang tidak sia-sia. Sebab, pernah kita dengar sinyalemen yang berkembang beberapa waktu sebelumnya, bahwa ANteve masuk dalam kategori stasiun yang bakal bangkrut.
Sajian khusus ANteve dimulai sejak pagi hari tanggal 1 Maret 1997. Seperti biasa, ada Mutiara Subuh, Halo Indonesia, dan MTV Special. Kejutan pertama adalah film kolosal bertajuk Pusaka Tahta. Lantas ada Dapur Bintang Special, dilanjutkan dengan film spesial: Mr. Nanny. Pecinta Bee Gees sebaiknya (waktu itu) tetap di rumah. Sebab, persis pukul 13.00, ANteve menyajikan grup musik legendaris dalam musik spesial. Disambung film spesial: Dirty Rotten Scoundrel.
Kejutan lain ada pada Planet Remaja Spesial, lalu Famili 100 Bintang-Bintang. Selanjutnya, ANteve merelay tayangan ANTEVE CINTA langsung dari stadion Tennis Indoor, Senayan. (Waktu itu) bakal hadir dalam acara itu: KLA Project, GSP (Gencar Semarak Perkasa), Kahitna, Trio Libels, Anang Hermansyah dan Krisdayanti, juga tak ketinggalan Sonny Tulung. Dalam acara itu juga (waktu itu) akan diumumkan pemenang lomba logo ANteve senilai 52 juta rupiah.
Film-film spesial dalam merayakan ultah ANteve dimulai dari Mr. Nanny. Sebuah komedi tentang “Hulk”, seorang pegulat yang disewa menjadi ‘bodyguard’, sekaligus pengasuh bagi 2 orang anak pengusaha komputer.
Bagaimana lucunya film yang disutradarai Michael Gottlieb ini, (waktu itu) tunggu pada pukul 11.00. Sementara pada pukul 14.30, ada Dirty Rotten Scoundrel. Film yang dibintangi Steve Martin dan Mcihael Caine ini mengisahkan dua penipu yang bersaing menunnjukkan siapa yang paling canggih menipu. Film ini disutradarai Frank OZ.
Selain Nanny dan Dirty, ada dua film lain. Lifepod yang ditayangkan pukul 22.00. Kisah futuristik yang diilhami film klasik Hitchcock Lifeboat, tentang meledaknya sebuah pesawat ruang angkasa mewah pada 2186. Ada beberapa orang yang selamat, di antaranya penyabot pesawat itu sendiri.
Film yang dibintangi Robert Loggia, Adam Storke, dan Jessica Tuck ini disutradarai Ron Silver. Sebagai penutup malam gembira ANteve itu, dihadirkan film klasik, The Last Time I Saw Paris. Film ini diadaptasi dari novel Babylon Revisited karya F. Scott Fitzgerald, tentang kenangan seorang veteran Perang Dunia II Amerika.
Film ‘memorial’ ini dibintangi Elizabeth Taylor, Roger Moore, Van Johnson, dan Av Gabor, dan disutradarai Richard Brooks. Film penutup itu, meski terasa Istimewa bagi ANteve, rasanya kurang Istimewa di hati pemirsa. Masalahnya, film itu (sampai saat itu) sudah pernah ditayangkan beberapa kali di stasiun lain. Apalagi ditayangkan setelah lewat tengah malam.
Ditulis oleh: Lukmanoelhakim
Dok. Bintang – Edisi 311/Th. VI/minggu keempat Februari 1997, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar