TIRAI KASIH YANG TERKOYAK: "SERIAL BARU 1997 STARVISION BERHADIAH 219 JUTA RUPIAH" (RCTI - SETIAP JUMAT Pk: 19.30 WIB)
PH KHARISMA Starvision Plus kembali menggebrak industri persinetronan Indonesia. Setelah sukses dengan serial bertabur bintang seperti Mutiara Cinta, Nikita, Mentari Di Balik Awan, Harkat Wanita (semuanya diputar RCTI-red), belakangan itu (1997-red) PH yang ditulangpunggungi Ir. Chand Parwez serta Shanker R.S., kembali menampilkan serial baru (kala itu) yang tidak kalah “gemerlapnya”, Tirai Kasih Yang Terkoyak, garapan sutradara Ismail Subardjo, yang menggarap Nikita.
Selain memuaskan pemirsa dengan bintang Bella Esperance, (alm) Ryan Hidayat, Anjasmara, Inneke Koesherawati, Dina Lorenza. Starvision yang bekerjasama dengan tabloid BI (Bintang Indonesia), juga memanjakan pemirsa dengan kuis yang berhadiah total 219 juta rupiah. Kuis ini (waktu itu) akan diundi setiap minggunya.
Nah, bagaimana cara mengikuti kuis tersebut? (Waktu itu) simak saja tayangan per minggu. Siapa tahu, selain mendapat sajian serial yang ceritanya cukup menyentuh terutama bagi kaum wanita, pemirsa juga mendapat uang jutaan rupiah.
Alkisah, kehidupan Kemala yang sedang menyongsong kebahagiaan di hari perkawinannya mendadak berubah. Rasa bahagia yang sudah lama ditunggu, tiba-tiba sirna hanya karena sebuah dendam. Dion (Ryan Hidayat), bekas pacarnya yang sakit hati, tiba-tiba mendatangi Kemala yang sedang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan.
Dion tanpa banyak cakap langsung menyergap Kemala dan memperkosanya. Merasa belum puas, Dion juga membunuh ayah Kemala. Semua itu Dion lakukan untuk membalas perlakuan keluarga Kemala, hingga dirinya masuk penjara.
Nah, apakah dengan kasus pemerkosaan ini Kemala lantas terpuruk dalam duka? Jawabnya tentu tidak. Pemerkosaan yang dilakukan mantan pacarnya itu memang membuat hati Kemala hancur. Tidak ada lagi tawa bahagia, yang ada hanya warna suram dalam menyongsong masa depan. Tapi itu hanya sementara. Lambat tapi pasti, Kemala mampu mengatasi dan membuktikan bahwa wanita tidak selamanya lemah dalam menghadapi cobaan seberat apapun.
Ditulis oleh: Adi Pamungkas
Dok. Bintang – Edisi 310/Th. VI/minggu ketiga Februari 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar