TIARA: "REBUTAN HARTA, REBUTAN KEPONAKAN" (FILM CERITA, LAYAR PERAK/TPI - KAMIS, 23 JULI 1992 Pkl: 10.30 WIB)

 Muni Cader

HERMAN larut dalam kebimbangan. Setiap hari ia mabuk-mabukan di klub malam. Berfoyafoya. Apa yang menyebabkan Herman seperti itu? Istrinya mandul. Dokter menganjurkan supaya Nita – istri Herman – menjalani operasi. Pasangan suami-istri itu memang hidup dalam suatu bara yang membara. Tak diduga, Nita bahkan menyandera keponakannya sendiri, Tiara.

Tiara sudah tak punya ibu. Sedangkan ayahnya, Hednra, sibuk berpacaran dengan Diana (wanita pengusaha). Nita jelas tahu kalau nenek Tiara adalah seorang hartawan. Maklum, nenek Tiara tak lain ibu Nita juga. Nita sebenarnya sudah memperoleh harta warisan, yang berjumlah setengah dari harta keseluruhan.

Hal itulah yang menyebabkan Nita menyandera Tiara, supaya mendapat seluruh harta milik nenek Tiara. Nenek Tiara tentu saja marah. Jika Nita mendapat lagi harta warisan, pasti larinya ke Herman, yang berarti lari ke meja judi. Dalam kemelut tersebut muncul Hendra dan Diana. Kepada merkalah Nita menjelaskan kalau membutuhkan harta warisan untuk keperluan operasi.

Mendengar cerita Nita, langsung Diana bersedia membantu. Dengan syarat, Diana diajak ke tempat Tiara disandera. Singkatnya, Tiara dibebaskan. Herman diajak bekerja di perusahaan Diana. Lalu, yang perlu diketahui, bahwa lakon Tiara pernah ditayangkan TVRI untuk acara Film Cerita Akhir Pekan, 27 Oktober 1990, dan merupakan produk sinetron, bukan produk layar lebar. Lho, TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) – Juli 1992, red – menyiarkan untuk paket Layar Perak?

Ditulis oleh: Syamsuddin Noer Moenadi

Pemeran utama: Etty Sunarto, Muni Cader, Kiki R.A., Eddy Wardi, Rina Hasyim

Cerita: Vick Hidayat

Sutradara: C.M. Nas

Tahun produksi: 1990

Batas usia: 17 tahun ke atas

Dok. Citra – No. 121/III/22-28 Juli 1992, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer