TANDA DAN KARIER - NENNY SOEMAWINATA (waktu itu 43 tahun): "UANG BUKAN SEGALA-GALANYA"
(Mengawali karier sebagai ‘sales executive’ Hotel Borobudur, lalu berpindah ke beberapa perusahaan lain. Terakhir – kala itu – menjabat sebagai presiden direktur Indo Ad, perusahaan iklan, selama hampir 9 tahun, sebelum akhirnya bekerja untuk ANteve (Andalas Televisi). Masuk ANteve sekitar awal 1996 dengan posisi asisten ‘general manager marketing’. Kariernya terus bersinar. 1997, Nenny menjabat sebagai ‘general manager’ stasiun televisi milik kelompok Bakrie itu)
“SAYA sudah sangat lama bekerja di perusahaan mutlinasional. Sekalipun pindah-pindah, ya ke perusahaan multinasional lagi. Selama hampir 9 tahun saya menjadi presiden direktur Indo Ad, perusahaan iklan. Di sana saya sudah ‘mentog’. Nggak bisa ke mana-mana lagi.
Apalagi dalam perusahan multinasional semuanya sudah ‘fixed’, sistemnya sudah oke, tapi pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan secara cepat. Terlalu banyak birokrasi yang harus dilalui. Pendeknya, bagi saya keadaan itu sama artinya dengan semakin berkurangnya tantangan dan peluang.
Ketika tawaran bekerja di ANteve disampaikan langsung pak Nirwan Bakrie, saya tak langsung mengiyakan. Selama 3,5 bulan, saya melakukan kontemplasi, konsultasi dengan rekan-rekan keluarga, sekaligus mempelajari berbagai hal mengenai ANteve. Keluarga mendukung, juga rekan-rekan saya. Mereka mengatakan, kenapa nggak? Kalau memang ada peluang dan kesempatan bagus. Toh, kalau akhirnya tidak sanggup, bisa kembali ke iklan lagi.
Dorongan itu akhirnya memantapkan langkah saya untuk menerima tawaran bergabung dengan ANteve. Meski begitu, saya punya alasan sendiri kenapa akhirnya bersedia. Pertama, tantangan. Televisi masih menjadi sesuatu yang baru di sini. Kedua, kesempatan untuk menciptakan standar-standar baru. Sebagian besar perusahaan lokal berangkat dengan sistem yang belum ‘fixed’. Jadi, masih sangat perlu diciptakan standar-standar baru.
Dari pengamatan saya, ANteve sebenarnya memiliki sumber daya yang sangat potensial. Tenaga-tenaga muda yang masih bisa dipoles dan diarahkan menjadi tenaga-tenaga profesional. Saya berharap, nanti akan muncul orang yang jauh lebih hebat dari saya. Jadi ada kesempatan saya untuk membagi ilmu. Semuanya itu semakin menguatkan diri saya menerima tawaran bergabung dengan ANteve.
Saya juga tipe orang yang lebih suka bekerja di ‘corporation’ ketimbang harus merintis sesuatu yang baru. Tawaran yang mau memodali saya membangun perusahaan, banyak sekali. Itu bukan gaya saya. Saya kebetulan senang melakukan ‘training’, dan kerja dalam tim. Memulai usaha, semuanya harus saya kerjakan sendiri. Istilahnya, gue dari dulu sudah susah begitu, masa harus begitu lagi? Kayaknya nggak maju-maju.
Mungkin dari segi materi, iya. Tapi saya merasa uang bukanlah esgala-galanya. Saya ingin sesuatu yang baru dari segi pekerjaannya.”
Ditulis oleh: Lukmanoelhakim
Dok. Bintang – Edisi 324/Th. VII/minggu keempat Mei 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar