TANDA DAN KARIER - LINDA WAHYUDI (waktu itu 31 tahun): "TIDAK MUDAH BERADAPTASI"
(Anak ke-5 dari 6 saudara ini dulunya atlet. Pernah membawa harum nama negara dengan menyabet medali perak pada SEA Games XI 1981 dan merebut medali emas pada PON IX 1977 lewat cabang sofbol. 1997, menjabat sebagai ‘head of sport’ di RCTI)
Sebagai contoh, saya pernah menulis artikel mengenai bapak M.F. Siregar. Setelah menghabiskan waktu berminggu-minggu dan dengan keyakinan penuh, saya akhirnya berhasil mewawancarainya.
Setelah 7 tahun bergelut di dunia tulis-menulis, saya menjadi reporter di RCTI. Saya pindah karen pada saat itu RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) sedang membutuhkan seorang reporter olahraga. Saya berusaha berbuat yang terbaik. Hasilnya saya naik pangkat sebagai produser pada satu acara olahraga. Akhirnya saya diangkat menjadi ‘head of sport’. Tugas saya saat ini (1997-red) berusaha menyajikan program-program olahraga mancanegara dan domestik.
Awal bekerja, saya merasa susah beradaptasi. Karena pada saat di media cetak tidak terlalu banyak yang harus dipelajari dan bebas berpakaian. Tapi setelah bekerja di media elektronik, saya harus berpakaian rapi. Masih sangat buta pula dengan peralatan elektronika. Tapi setelah belajar di Malaysia pada tahun 1992, banyak hal-hal baru yang saya dapat.
Saran saya pada mereka yang ingin pindah profesi, yakinkan diri mampu memberikan sesuatu yang terbaik pada profesi yang baru. Jangan hanya mengandalkan keterampilan yang sangat minim.
Ditulis oleh: Yose Fadly
Dok. Bintang – Edisi 324/Th. VII/minggu keempat Mei 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar