TAGGART: "TULANG BELULANG SANG ISTRI MEMBEBASKAN SUAMI YANG DIJATUHI HUKUMAN SEUMUR HIDUP" (FILM SERI BARU 1992, TVRI PROGRAMA 1 - MULAI KAMIS, 16 JULI 1992 Pkl: 19.30 WIB)

 



MULAI Kamis, 16 Juli 1992, TVRI (Programa 1-red) menampilkan film seri baru (kala itu) pengganti Ohara yang habis masa putarnya. Ketika disiarkan di Inggris pada tahun 1980, film produksi Scottish Television (STV) ini menjadi pemberitaan pers dan dinilai bagus oleh para kritisi.

Sesudah 2 tahun, film seri yang tiap sub-judul terdiri dari 3 episode, masing-masing bermasa putar sekitar 1 jam, menduduki tempat ke-3 film seri produksi Inggris, sesudah East Enders dan Kick Up The Bells. Dari keseluruhan film seri yang disiarkan jaringan pertelevisian Inggris, menurut penelitian BARB, ‘The Broadcasters Audience Research Board’, Taggart menempati peringkat ke-8, setingkat di bawah Dallas (di Indonesia diputar RCTI/SCTV-red).

Pemeran kepala detektif, inspektur Jim Taggart, Mark McManus, di tahun 1984, terpilih sebagai ‘best actor’ di Inggris. Cerita detektif yang mendebarkan, dengan plot cerita yang sulit ditebak, diwarnai suasana yang terkadang mengharukan, membuat film ini menarik untuk ditonton. Di Inggris, film detektif yang dinilai unik ini disiarkan pada jam ‘prime-time’ sore.

SUB judul pertama yang (waktu itu) akan disiarkan TVRI, Dead Ringer, di episode pertama menceritakan dua pekerja, Jack dan Tom yang menemukan bungkusan berisi tulang manusia dari gudang bawah tanah bangunan yang sedang direnovasi. Hasil penleitian menunjukkan, tulang tersebut sudah berada di sana sejak 8-10 tahun lalu.

Pemeriksaan laboratorium selanjutnya membuktikan, korban adalah perempuan, berusia antara 22-25. Dari sebuah cincin kawin yang ditemukan di dekat tempat penemuan tulang belulang diketahui, korban bernama Margaret Balfour. Dari penggalian selanjutnya, polisi berhasil menemukan sejumlah tulang yang diduga tulang rusuk, yang ditanam di tanah. Tas yang ditemukan diperlihatkan kepada ibu Margaret yang segera mengenalinya karena dia sendiri yang membelikannya.

Inspektur Taggart didampingi penyelidikan ulang, antara lain menanyai bekas pemilik rumah, Josephine Peebles, yang menyewakan kamar rumahnya untuk para tahanan yang baru dibebaskan. Pada awalnya, Josephine memberikan kesaksian palsu dan baru menjelaskan kejadian sebenarnya sesudah diingatkan suaminya. Sayangnya, eks napi yang menempati kamar yang di bawahnya ditemukan tulang-tulang Margaret, sudah meninggal.

Penelitian arsip kepolisian makin membuktikan, David, suami Margaret yang dijatuhi hukuman seumur hidup dengan tuduhan membunuh istrinya, tidak bersalah. David yang sempat menjalani hukuman selama 8 tahun, akhirnya dibebaskan dan menerima uang ganti rugi 80.000 poundsterling. Menurut David, uang segitu tidak bisa membayar penderitaan dan keadilan yang diterimanya. Apalagi sesudah dibebaskan, David ternyata tak punya tempat.

Kakak kandungnya, Mike, yang tak pernah menjenguknya selama 7 tahun, belum tentu bersedia menerima kehadirannya. David lalu menyewa kamar di rumah Josephine, yang karena pengalaman masa kecilnya, selalu bersedia menampung para eks napi. Masalah lain timbul karena Mike kini yang mengalami musibah. Anaknya diculik ketika diajak istrinya belanja. Penculik meminta uang tebusan yang cukup besar, 50.000 poundsterling.

Ditulis oleh: Irene Suliana

Dok. Citra – No. 120/III/15-21 Juli 1992, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer