PENAKLUK IBLIS (HEAVENLY GHOST CATCHER): "DI SERIAL INI KITA BISA MELIHAT HAKIM BAO DIGUGAT PEMBELA KEBENARAN LAINNYA" (TPI - SETIAP HARI Pkl: 18.30 WIB)
SERIAL produksi TCS (‘Television Corporation of Singapore) yang
per episodenya berdurasi 30 menit ini, mulai ditayangkan TPI (Televisi
Pendidikan Indonesia) sejak 17 Februari 1997 lalu. Serial yang penuh nuansa
gaib dan misteri ini, terdiri dari 60 episode yang dibagi menjadi 5 bagian. Masing-masing
bagian mentuurkan kisah yang berbeda, dengan tokoh utama yang sama.
Bagian I yang diberi tajuk Makna Setia dan terdiri dari 14 episode, menceritakan bagaimana arwah Zhong Kui, tokoh sentral serial ini, yang disekap selama 121 tahun “menitis” ke dunia lewat tangan kaisar Tang Ming Huang dan selir utamanya, Yang Yun Hua (lebih dikenal dengan sebutan Yang Kui Fei/selir Yang).
Semasa hidup, Zhong Kui (Chin Chao Chin, pemeran hakim Bao) selalu melakukan kebaikan. Ia kemudian mati bunuh diri demi mempertahankan kebenaran atas kejahatan yang tak dilakukannya. Dua saudara angkatnya, Wang Fu Qu (Chen Thien Wen) dan Liu Han Yan, iktu mati bersamanya. Setelah menitis kembali, arwah mereka bertiga mengembara demi membela kebenaran.
Minggu keempat Februari 1997 ini, cerita memasuki episode ke-10 bagian I. Zhong Kui dan kedua anak buahnya membantu selir Yang (Thien Niu) meloloskan diri dari kejaran pangeran Li Heng. Pangeran Li Heng yang lalim membunuh ayahnya, Tang Ming Huang, demi mendapat kekuasaan dan selir Yang.
Lolos dari cengkeraman Li Heng, Selir Yang diburu An Lu Shan, gubernur yang haus kekausaan. Nyaris saja selir Yang dan para dayangnya tewas dibakar An Lu Shan. Untung Zhong Kui datang tepat waktu. An Lu Shan akhirnya tewas di tangan bawahannya sendiri. Peristiwa ini menandai tamatnya bagian I.
Pada bagian II yang berjudul Keadilan Hati, Zhong Kui, yang juga dikenal sebagai Dewa Surga, dihadapkan pada masalah ketidakpuasan arwah Pendeta Wo Long atas putusan Hakim Bao (juga diperankan Chin Chao Chin). Setelah mempelajari bukti-bukti yang ada, hakim Bao memutuskan Wo Long tewas akibat tusukan pedang Liu Ye Qin, muridnya. Ye Qin sendiri kemudian bunuh diri dengan meninggalkan sepucuk surat.
Isi suratnya: ia membunuh Wo Long karena gurunya itu telah merampas kesuciannya. Pendeta Wo Long yakin, kematiannya bukan disebabkan tusukan pedang Ye Qin. Karena saat pedang Ye Qin menembus dadanya, rohnya sedang mengembara. Saat akan kembali ke badan kasarnya, ia dihalangi kekuatan gaib.
Zhong Kui akhrinya turun ke bumi untuk meminta hakim Bao membuka kembali kasus itu. Setleah jenazah Wo Long diperiksa ulang, ditemukan bukti baru, berupa 7 jarum emas penjerat roh. Hakim Bao lalu menyuruh perwira Chan Chao menyelidiki dari mana asal jarum itu.
Ditulis oleh: Mayawati Halim
Dok. Bintang – Edisi 311/Th. VI/minggu keempat Februari 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar