SOSOK - TOM SELLECK: "PRIA KONSERVATIF YANG MENGANGGAP WANITA CENDERUNG DEFENSIF"

 Tom semula dinilai hanya mengandalkan postur tubuh, wajah keras, dan kumis tebal

Diberitakan kencan dengan Victoria Principal, Tom bilang, “Ketemu sejak tak pernah.” 


TAHUN 1980-an, di awal kemunculannya, pria yang terkenal dengan kumisnya ini, oleh sebagian agen pencari bintang baru di Hollywood, dinilai tak bisa akting. Hanya mengandalkan postur tubuhnya yang seksi dan wajahnya yang bergaris keras, tapi menarik dan tidak menyebalkan. Sebagian lagi menganggap, Tom punya bakat, cuma perlu waktu untuk memolesnya.

Belakangan itu, Tom membuktikan, ia memang berbakat. Selain sukses dengan film seri Magnum PI (di Indonesia diputar RCTI/SCTV-red), film layar perak yang dibintanginya, Three Men and A Baby (1987), juga menggapai ‘box office’. Tak hanya itu. Ia juga dinilai sebagai bintang yang selalu memegang pada prinsip dan berkepribadian kuat.

Ketika jaringan TV CBS memilihnya untuk memerankan Rhett Butler dalam miniseri Scarlett (kemudian diputar di Indonesia oleh SCTV-red), Tom yang juga pengagum Clark Gable tidak langsung menerima. Apalagi ketika tahu, ia dipilih karena sama-sama berkumis seperti Clark Gable.

 












“Saya pengagum berat Clark Gable. Gone With The Wind adalah film besar, tapi saya bukan Gable. Maka, saya tak akan terima sebelum membaca skenarionya karena film ini merupakan kelanjutan film Gone itu. Kalau saya tak bisa memberikan warna baru yang membuat film itu menjadi menarik, saya tak akan terima,” jelasnya.

Tom juga tak mau membintangi film yang bersifat dokumetner, karena orang yang diperankan merupakan fakta dan ia takut memberikan gambaran yang salah. Yang merugikan orang tersebut. Sebaliknya, Tom tertarik dengan film yang memberikan hiburan sekaligus menerangi akal budi penonton.






















SAAT itu, selain menjadi model iklan, ia juga terkenal sebagai aktivis sosial. Di jaringan TV ABC, ia tampil sebagai pembaca acara yang khusus membahas lingkungan hidup, ‘A user’s guide to Planet Earth: The American Environment Test’ dan ‘Over The Influence: Preventing Our Kids from Using Drugs and Alcohol’, yang tujuannya memberi penerangan agar anak-anak muda (era itu) tidak menyalahgunakan narkotika dan alkohol.

Bintang yang dikenal sebagai pekerja keras ini menganggap acara ‘Planet Earth’ menarik, karena menggambarkan apa yang bisa dilakukan setiap orang awam untuk menjaga lingkungan.

 










































Tom Selleck juga dikenal sebagai pria yang konservatif. Sejak perceraiannya dengan istrinya yang seorang model, Jacquelyn Ray, ia (sampai saat itu) hanya pacaran sekali, dengan Mimi Rogers (yang pernah jadi nyonya Tom Cruise), pasangan mainnya di film Divorce Wars: A Love Story. Tabloid ‘National Enquirer’ memang pernah memberitakan percintaannya dengan Victoria Principal yang langsung dibantah Tom.

“Ketemu saja tak pernah, lagian saya tak punya banyak waktu untuk pacaran seperti bayangan mereka,” jelas Tom yang tak ingin dirinya menjadi maskot bagi siapapun dan menganggap wanita cenderung defensif. Saat ini (1992-red), yang saya inginkan adalah kerja keras,” katanya (waktu itu). Pemberitaan yang mengatakan Tom Selleck mengancam membunuh seorang pelukis yang melukis poster Tom dalam pose tak sopan, membuatnya menuntut tabloid itu ke pengadilan.

Bukan karena poster itu memperlihatkannya sebagai sosok murahan, tapi memang tak bisa mentoleransi pemberitaan semacam itu dan belajar mengatasinya. “Memang, orang-orang bilang, biarkan saja. Mereka juga berbuat begitu pada bintang lain. Tapi saya bukan bintang lain dan saya punya standar yang tak boleh diubah siapapun,” begitu Tom Selleck mengakhiri pembicaraan.

Ditulis oleh: Irene Suliana 

Dok. Citra – No. 121/III/22-28 Juli 1992, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer