SIARAN DALAM BAHASA OSING DI RADIO BANYUWANGI

BUDAYA, BAHASA. Radio di Banyuwangi, baik yang bergelombang FM maupun AM, seperti Radio RKPD (radio khusus pemerintah daerah) dan radio swasta seperti Radio Mandala, Radio Sritanjung Setia, Radio Tawang Alun dan Radio Genta Bawana Sakti FM, semua mempunyai program acara yang menyajikan budaya Banyuwangi Osing.

Selain untuk melestarikan budaya dan bahasa Banyuwangi Osing, acara ini juga untuk menghibur masyarakat Banyuwangi yang suka lagu-lagu Banyuwangi Osing, baik yang beriramakan Kendang Kempul, Kundaran, maupun Gandrung dan Angklungan. Pendengarnya bukan saja masyarakat Banyuwangi Osing, tapi meliputi wilayah di luar Banyuwangi seperti Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Bali. Padahal, daerah-daerah ini kultur budaya dan bahasanya lain.

“Mungkin mereka tak mengerti. Namun, karena lagu itu sifatnya universal, maka bisa dinikmati segala lapisan budaya,” ujar Tutus Suciati, ‘programmer’ serta penyiar Radio RKPD yang juga penyanyi lagu-lagu daerah Banyuwangi Osing yang (sampai saat itu) sudah merilis enam buah album.

Radio RKPD tidak hanya menyajikan lagu-lagu Banyuwangi Osing saja, tapi juga menghadirkan kebudayaan Banyuwangi Osing lainnya, seperti Aljin, Damar Ulan dan juga mendatangkan penyanyi Kendang Kempul dan penari Gandrung untuk memandu acara yang berkaitan dengan budaya Banyuwangi Osing.

RKPD juga melaksanakan lomba yang berkaitan dengan budaya Banyuwangi Osing, seperti lomba peragaan busana daerah Banyuwangi Jebeng Tolek, lomba patrol, dan lomba mengarang dan membacakan Wangsalan dan Basanan (seperti puisi pantun).

“Dalam setiap lomba, kami selalu kerjasama dengan Dewan Kebudayaan Blambangan (DKB). Hal ini juga dilakukan radio lainnya yang ada di kawasan Banyuwangi, sebab acara yang berbau Osing sangat digemari masyarakat,” kata Tutus. Tak salah memang kalau radio yang ada di Banyuwangi mempunyai program acara yang berbau Osing sebagai unggulannya. Seperti Radio Mandala Banyuawngi, yang primadona acaranya Rujak Singgul dan Joget Blambangan.

Begitu pula dengan Radio Sritanjung dan Genta Bawana Sakti FM. Bahkan iklan-iklan radio juga banyak yang menggunakan bahasa Banyuwangi Osing dengan ilustrasi musik daerah Banyuwangi. Ini karena lebih mengena di hati konsumen. Masyarakat Banyuwangi Osing amat lekat dan cinta dengan budayanya.

Di samping acara hiburan, juga ada acara formal yang menggunakan bahasa Banyuwangi Osing, yaitu Siaran Berita Daerah. Ini bukan hanya masyarakat Banyuwangi Osing tidak mengerti bahasa Indonesia. Sebab masyarakat Banyuwangi Osing di kota Banyuwangi memiliki tingkat pendidikan dan ekonomi yang tinggi. Tidak seperti penduduk asli di daerah lainnya, yang tergeser oleh kaum pendatang.

“Dan amat keliru kalau orang menganggap bahasa Banyuwangi Osing bahasa pasaran. Bahasa Banyuwangi Osing itu menggunakan bahasa Sansekerta dan bahasa Jawa kuno dengan sastra tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Banyuwangi Osing keturunan kasta tinggi,” tambah Tutus.

JUGA. Tutus Suciati penyiar ‘programmer’ radio RKPD yang juga penyanyi lagu daerah Banyuwangi

Acara primadona Radio RKPD yang berbau budaya Osing adalah sandiwara bahasa Osing, yang ditangani oleh seniman kawakan dan budayawan Banyuwangi, Hasnan Singodimayan yang juga ketua dewan kebudayaan Blambangan. Sandiwara ini bahkan mengalahkan acara yang menarik dari TVRI dan SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia), baik dari stasiun Surabaya maupun Denpasar.

“Acara ini dimulai pada tahun 1970 hingga sekarang (1993-red) masih bertahan. Ceritanya diangkat dari kejadian sehari-hari yang ada di masyarakat. Kalau nggak percaya? Datang saja ke Banyuwangi dan dengarkan cerita sandiwara bahasa Osing atau melihat tari Gandrung, pasti akan gandrung dengan budaya Banyuwangi, seperti masyarakat Banyuwangi Osing yang gandrung dengan budaya dan bahasanya,” tutur Tutus Suciati menutup pembicaraan.

Dok. Bintang – No. 117/Th. III/minggu ketiga Mei 1993, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer