SERAMBI TIDAK IDENTIK DENGAN PERMADI (SERAMBI, TPI - SETIAP JUMAT Pkl: 19.30 WIB)

 Menurut ‘manager’ operasi TPI (Syamsuddin Haesy-red), Permadi hanya bintang tamu di Serambi

PRODUSER, PARANORMAL. Acara Sermabi (Serba Misteri Dalam Bincang-Bincang), waktu itu – tidak tertarik dari peredaran, dan (waktu itu) akan tetap mengudara di TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) setiap Jumat malam. Menurut ‘general manager’ operasi TPI, Syamsuddin Ch. Haesy, keputusan untuk tetap mengudarakan acara ini meski ada pro kontra pendapat berkaitan dengan kasus Permadi, S.H., sudahlah tepat.

“Permadi, S.H., bukan pembawa acara Serambi. Kehadirannya pada beberapa episode hanya sebagai bintang tamu. Acara itu sendiri diasuh Anton Indracaya,” ujarnya. Namun, TPI bukannya tidak peduli sikap dan pandangan masyarakat, khususnya para ulama, terhadap kasus Permadi, S.H. ini.

Ceramah paranormal kondang yang dinilai menyinggung berbagai aspek keberadaan Nabi Muhammad SAW (sebagaimana dikemukakan DR. Din Syamsuddin, ketua departemen litbang LHESA DPP Golkar), membuat TPI mengambil keputusan tegas. “TPI tidak akan menayangkan sosok (baik visual maupun audisi) sdr. Permadi, S.H., baik sebagai pengisi acara, tamu, atau apapun yang berkaitan dengan acara siaran TPI!,” tegas Syamsuddin (waktu itu).

Untuk itu, beberapa rekaman mata acara Serambi yang mengahdirkan Perambi sebagai tamu, (waktu itu) tidak akan ditayangkan. Dengan pertimbangan demografis dan sosiologis, TPI memiliki keyakinan besar bahwa pemirsa TPI terbanyak adalah umat Islam. Dan TPI menghormati pandangan mereka.

Meski dengan tidak menayangkan sosok Permadi, TPI secara otomatis telah dirugikan secara material, karena sudah diproduksi beberapa episode. “TPI mengambil sikap lebih baik rugi secara material daripada rugi secara mental spiritual!,” tambah Syamsuddin.

Menurut Anton Indracaya, sang pemilik ide sekaligus pengasuh acara Serambi, meski tanpa Permadi, S.H., acara (waktu itu) akan tetap dapat mengudara. “Hanya ada 5 episode yang diproduksi dengan Permadi sebagai bintang tamu. 2 di antaranya sudah ditayangkan. Sisanya memang tidak akan diudarakan. Tapi keputusan TPI ini tidak akan mengganggu format Serambi pada tayangan berikutnya. Khan ada bintang tamu lain sesuai dengan temanya,” ujar produser dan bintang film ini.

Acara yang sudah mulai ditayangkan oleh TPI beberapa waktu sebelum bacaan ini dimuat Bintang ini, memang dianggap punya nilai lebih. Meski (waktu itu) baru seumur jagung, sudah punya penggemar tersendiri. Acara ini tidak berkaitan dengan akidah, kredo, maupun patron nilai-nilai agama tertentu.

Karena itu, melalui acara ini, tokoh-tokoh agama yang dihadirkan sebagai bintang tamu memandang misteri budaya yang hidup di masyarakat Indonesia, melalui pendekatan yang lebih luas. Menurut Syamsuddin, Serambi tidak mengajak pemirsa menjadi syirik. “Justru memberikan gambaran mengapa terdapat tata hidup dalam budaya kita yang termasuk dalam kategori syirik?,” tandas manajer operasi TPI ini.

Ditulis oleh: Debbie Ch. Kirana

Dok. Bintang – No. 214/Th. V/minggu kelima Maret 1995, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer