SEMULA, FOKUS KITA (RCTI/SCTV) BERNAMA JUMPA PERS
Para pedagang asongan saat mengadu ke DPR, beberapa saat
sebelumnya. Soal macam ini pun bisa dijadikan topik acara Fokus Kita.
SEPERTI halnya Dialog Ekonomi, adanya Fokus Kita yang
dipandu oleh Eduard Depari juga berbentuk ‘cross discussion’, diskusi sialng.
Para pembicara bisa saling serobot mengajukan gagasan atau pertanyaan kepada
pembicara lain.
Acara yang ditayangkan dua minggu sekali bergiliran dengan Dialog Ekonomi (RCTI/SCTV) ini diilhami oleh acara ‘Meet The Press’. Acara dari sebuah stasiun Amerika itu, khusus menampilkan para wartawan untuk membahasa masalah aktual (ketika itu). Karena itu, pada awalnya, acara Fokus Kita itu bernama Jumpa Pers, karena suatu hal akhirnya acara ini diganti menjadi Fokus Kita.
Gagasan untuk menyelenggarakan acara ini diawali oleh minat pemandunya, Eduard Depari, yang juga menjabat sebagai ketua litbang RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) itu. Waktu belajar di Amerika, Eduard banyak mengamati acara-acara teve di sana. “Acara ‘talkshow’ banyak diminati di sana,” ungkap Eduard.
Seperti Dialog Ekonomi, (juga diputar RCTI/SCTV, ide acaranya dari Peter Gontha-red) pemandu dalam Fokus Kita tak selalu aktif terlibat dalam diskusi silang. Supaya diskusi menjadi menarik, justru pembicaralah yang diharapkan (waktu itu) akan banyak berbicara. Di balik penyelenggaraan acara ini, rupanya pemandu punya idealisme. “Dengan acara ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih terbuka terhadap pemikiran-pemikiran yang sedang berkembang.”
Dengan kata lain, acara ini diharapkan (waktu itu) memberi
apresiasi kepada masyarakat untuk tertarik pada masalah-masalah yang dibahas.
Hal ini mengingat minta masyarakat kita yang bisa dikatakan lemah terhadap
kasus-kasus sosial-politik yang terjadi, baik di negara kita sendiri maupun di
luar negeri.
Jadi, acara ini bertujuan memberikan pendidikan kepada masyarakat. Meskipun RCTI/SCTV merupakan lembaga pencari untung, tetapi tak melupakan juga fungsinya sebagai media pendidikan masyarakat. Apakah tujuan itu mengenai sasaran? “Banyak surat masuk,” kata Eduard. Dengan adanya sura-surat dari pemirsa, Eduard menganggap acara ini menarik minat masyarakat. Materi-materi yang ditampilkan pun menurutnya tak mendapatkan kritik.
“Kalau surat tak menyebutkan tentang materi, berarti
masyarakat menerima materi yang kami tampilkan,“ dalih Eduard. Menurutnya, yang
mendapatkan kritikan justru masalah teknis penyelenggaraan acara. Banyak kritik
yang diajukan kepada dirinya sendiri sebagai pemandu. “Ada yang menganggap
penampilan saya kaku dan sebagainya.”
Dengan demikian, acara Fokus Kita pun berfungsi sama seperti Dialog Ekonomi, pencipta citra perusahaan. Dan sampai saat itu, memang belum ada pemberi sponsor untuk acara ini. “Tetapi tak berarti acara ini hanya dimaksudkan untuk menyalurkan idealisme. Pada dasarnya, semua acara dimaksudkan untuk mendapatkan sponsor,” kata Eduard.
Kalau begitu, memang tergantung bagaimana penggarpaan acara ini. Dan bagaimana supaya tak terjadi tumpang tindih dengan acara Dialog Ekonomi, karena masalah yang digarap terlalu berdekatan.
Ditulis oleh: Frans Kowa
Dok. Bintang, No. 01/24 Oktober 1990, dengan sedikit perubahan

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
%20-%201.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


Komentar
Posting Komentar