SELAIN DEBUS, DIDI NINI THOWOK PUN BERAKSI DI HUT TVRI (TVRI PROGRAMA 1 - SENIN, 24 AGUSTUS 1992 Pkl: 19.30 WIB)
INILAH salah satu acara peninggalan Drs. Ishadi SK, M. Sc., eks direktur televisi yang (belakangan itu) telah diganti Drs. Aziz Husein. Paket HUT TVRI ke-30 yang (waktu itu) bakal digelar dari Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Seperti yang sudah-sudah, siaran ke seluruh Nusantara dilakukan 2 hari setelah pergelaran itu berlangsung. Artinya, HUT TVRI sendiri berlangsung pada 22 Agustus 1992, sementara siarannya 24 Agustus 1992.
Rehabilitasi Balai Sidang Senayan, Jakarta pun memepngaruhi. Tahun-tahun sebelum ini gedung itu menjadi langganan tempat pergelaran. Berhubung menejlang KTT Non Blok gedung tersebut direhab besar-beasran, maka boyonganlah pihak TVRI ke TMII. Bagi kru peliput, ini bukan masalah, sebab Sasono Langen Budoyo TMII bukan kali pertama digunakan untuk tempat syuting paket beasr. Paling tidak mereka pernah menggarap Festival Film Indonesia (FFI) di tempat ini, bahkan siaran langsung.
Mengikuti paket HUT TVRI eslama itu, sepertinya memang telah ditetapkan ini menjad ipaket yang resmi. Ada penobatan-penobatan dan penyerahan hadiah pada lomba yang memang dilaksanakan tiap tahun. Lomba itu adalah yang memperebutkan piala Gatra Kencana, yakni lomba paket berbagai bidang antar staisun TVRI dan staisun produksi keliling (SPK) di seluruh Indonesia.
Itulah nantinya yang menjadi awla acara yang memakan waktu sekitar 45 menit. Kemduian disusul sebuah paket animasi 30 tahun TVRI garpaan Iwan Rachmawan dan Dihamsyah, dua pengarah acara musik andal. Iwan sendiri selalu berjaya mengolah gambar lewat ‘total editing’ seperti paket Musik Kita.
USAI animasi yang berisi foto-foto kenangan itu, acara gebyar HUT kemudian dibuka oleh teater gerak pimpinan Roy Tobing, yang (waktu itu) akan menggelar perjalanan 30 tahun TVRI lewat gerak dan tari ditambah dengan potong tumpeng.
Bagi Anda yang menunggu-nunggu acara gelar lagu daerah, Broery Tetelepta yang diserahi tanggung jawab (saat itu) akan mengisi acara lewat lagu-lgagau yang disajikan secara medley, oleh artis beken: Emilia Contessa dan Diana Nasution menyanyikan Sitogol (Tapanuli Selatan).
LANTAS, bagi Anda yang (waktu itu) berpenyakit jantung, (kala itu) silakan istirahat sejenak. Sebab, sekitar 8 menit kemudian, (saatitu) akan diisi dengan paket debus dari Banten. Tentu (waktu itu) bakal mendebarkan dan bisa membuat penyakit Anda kambuh.
Itu bukan puncak acara, sebab kemudian (waktu itu) bakal hadir penyanyi-penyanyi kondang macam Anggun C Sasmi, Nicky Astria, Atiek CB, Nike Ardilla, Ruth Sahanaya, Trio Libels, Nia Zulkarnaen, Chintami Atmanegara, Heidy Diana, Yuni Shara, Ismi Aziz, Iga Mawarni, Sundari Soekotjo, Dorce Gamalama, Glamendys, Ita Purnamasari, Paramitha Rusady, dan Bimbo, mengalunkan lagu-lagu masa 90an.
Disusul lagi oleh ulah kocak Didi Nini Towok selama 5 menit
(khusus untuk Nini, jika materi yang disodorkan untuk dipilih TVRI ternyata tak
terpakai, ada kemungkinan batal) yang (waktu itu) bakal diteruskan acara Glamor
(Gerak Lagu dan Humor) khas Jawa Barat.
Dan setelah itu (bukan karena sang Direktur TV yang – waktu itu – baru, Aziz Husein-red, berasal dari Ujungpandang) – waktu itu – akan hadir tarian khas daerah tersebut, yang disusul pergelaran lagu-lagu dangdut, bersama Itje Trisnawati, Camelia Malik, dan Herlina Effendi.
Sebanyak 17 mata acara bergabung jadi satu kesatuan. Tentu saja Hudiono Drajat, kepala seksi perencana siaran musik dan hiburan serta pasukannya di bawah komando Djuha Irawadi, ekpala seksi produksi musik dan hiburan, (saat itu) bakal kerja keras.
“Ini paket yang sudah biasa dikerjakan. Kami pasti bisa, tapi juga harus berpikir dan kerja keras,” kata Hudiono yakin tapi merendah. Dan sehari setelah siaran HUT ini kita masih disuguhi acara Gebyar Musik dari studio VII TVRI (Senayan, Jakarta-red) dengan pola siar ‘live hsow’. Artinya, kerja keras lagi.
Ditulis oleh: Hans Miller Banureah
Dok. Citra – No. 125/III/19-25 Agustus 1992, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar