RADIO ELSHINTA FORMAT BARU
Iwan Haryono dan Wahyu Aditama.
SETELAH melalui uji coba siaran di akhir tahun 1996, radio Elshinta
siap memasuki jalur kompetisi yang semakin marak di tahun 1997.
Berbagai jurus baru (kala itu) telah disiapkan, antara lain format musik HOT AC/top 40 (memutar lagu-lagu yang – waktu itu – sedang, akan dan pernah hit atau terpilih), gaya siaran yang dinamis, acara-acara baik ‘off air’ maupun ‘off air’ yang disesuaikan dengan sasaran pendengar kelas menengah atas dengan usia (kala itu) 19-34 tahun, teknologi tercanggih, serta sistem manajemen yang profesional.
“Kami optimis radio Elshinta dapat bersaing di tahun-tahun mendatang (1998 dst-red)!,” tandas Wahyu Aditama, penanggung jawab siaran (waktu itu). Sejarah perjalanan radio Elshinta tidak dapat dipisahkan dari nama mas Yos (almarhum) yang pada tahun 1967 membidani lahirnya radio yang pada waktu itu mengambil gelombang 1368 KHz.
Tujuannya, dengan semangat perjuangan menumbangkan gerakan PKI dan menegakkan orde baru. Kala itu Elshinta membidik pendengar berusia antara (era itu) 40-60 tahun. Tidak adanya kompetitor (Elshinta adalah radio siaran swasta komersil pertama di negeri ini), membuat Elshinta cepat populer.
Pada tanggal 18 Juli 1968, radio Elshinta resmi diakui pemerintah dengan bentuk perseroan terbatas (diumumkan dalam lembaran berita negara RI pada tanggal 5 Januari 1974). Kemudian, pada tanggal 24 Januari 1978, Elshinta beralih manajemen ke tangan MNC (‘Media Network Consolidated’). Hingga akhirnya mencapai puncak kejayaan pada tahun 1981-1984 berkat penataan manajemen yang lebih baik, dengan sasaran pendengar usia (yang waktu itu) 19-30 tahun.
Pada bulan Januari 1993, Radio Elshinta beralih format musik dari AC (‘adult contemporary’) ke format ‘jazzy’. Bertepatan dengan perpindahan dari jalur gelombang AM ke jalur FM, dengan frekuensi 90.05 MHz.
Dengan sasaran pendnegar baru (era itu), yakni yang mencakup mahasiswa (era itu), eksekutif muda – era itu – (baik pria maupun wanita), pasangan muda (era itu) “DINKS” (‘double income no kids’), maupun pasangan yang (kala itu) telah punya anak, wajar bila Elshinta beralih ke format baru (kala itu). Yang jelas (waktu itu) akan lebih dinamis, sesuai dengan slogan “Dewasa Berjiwa Muda dan Muda Bersikap Dewasa.”
Format baru (kala itu) radio Elshinta didukung penuh fasilitas perangkat siaran mutakhir (era itu). Rasakanlah (wkatu itu) tata suara stereo yang jernih sekualitas CD (‘compact disk’) yagn dapat diterima dengan baik di semua pesawat penerima (‘receiver’) dengan jangkauan siaran yang merata di Jabotabek dan sekitarnya.
“Kepentingan mitra usaha Elshinta pun tak luput dari perhatian kami. Untuk memenuhi permintaan, kami dilengkapi perangkat yang dapat merekam kegiatan siaran 24 jam nonstop selama 14 hari. Juga tersedia pemancar cadangan dengan kekuatan sama yang secara otomatis akan ‘on’ apabila terjadi ‘trouble’ pada pemancar utama, serta saluran listrik dari ‘generator’ yang juga (waktu itu) akan hidup secara otomatis bila PLN padam.
Kesemuanya memiliki akses untuk dikendalikan dengan sistem komputer. Sehingga tidak hanya pemasang iklan saja yang merasa ’confident’ dan diuntungkan pelayanan kami, tapi juga pendengar radio Elshinta,” papar Wahyu panjang lebar.
Ditulis oleh: Slamet Riyadi
Dok. Bintang – Edisi 305/Th. VI/minggu kedua Januari 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar