PROFIL - S'RING: "KUMPULAN ORANG MUDA YANG SERING NONGOL DI LAYAR BELING"
NIRVANA, Bon Jovi, dua di antara puluhan grup band impor
yang (waktu itu) meramaikan layar pertelevisian kita (TVRI, RCTI, SCTV, TPI,
ANTV, Indosiar-red). Maraknya grup-grup asing tersebut membuat anak muda
pribumi (era itu) bergidik panggilan jiwa seninya untuk berbuat sesuatu yang
baru (waktu itu) di jalur permusikan Indonesia yang semakin hari semakin ketat
persaingannya.
Boleh jadi, kehadiran grup band pribumi seperti Feel Beat, Coboy, Slank, Kla Project, dan Kahitna bukan sekadar antisipasi imbasan “radiasi” kebudayaan barat yang deras mengalir, melainkan – setidaknya mereka punya alasan sendiri untuk menterjemahkan makna bisnis industri lagu-lgau kaset Nusantara, dengan tidak mengurangi arti mereka juga ingin populer seperti grup asing yang (waktu itu) semakin mendominasi layar pertelevisian partikelir (RCTI, SCTV, TPI, ANTV, Indosiar-red).
Bagaimana dengan grup S’ring? Grup yang dibangun akhir tahun 1994 lalu, tepatnya di medio November, beranggotakan empat orang, tiga di antaranya bintang iklan ngetop, Orbar Apmutra, Adji Pukiiswara Adidwidana, Ivan Fadilla, dan Alian Irving, jgua punya alasan tersendiri kehadiran mereka di peta musik Indonesia.
Ketika disatroni Citra (1/1/95) di markasnya di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, mereka sepakat, “Kami bukan sekadar ikut meramaikan peta musik Indonesia, kami ingin memberi andil dan tampil beda,” kata Orbar Amputra yang wajahnya sering tampil sebagai bintang iklan dari sebuah produk kopi dan mie. Lelaki yang pernah merebut juara pertama Festival Sony Karaoke Contest Tingkat Nasional tahun 1990 di dalam S’ring ini diangkat sebagai ketua grup.
Akan tetapi terbentuknya S’ring ke tangga “teratas” dalam peta musik Indonesia belakangan (ketika itu) ini tidak terlepas dari tangan Alian Irving. Putra Ambon kelahiran 26 November 1975 dan bukan bintang iklan inilah, yang awalnya meramu pertemuan para bintang iklan yang memang punya ‘basic’ menyanyi.
DARI pertemuan ke pertemuan sampai akhrinya ada penawaran untuk membawakan lagu karya Mario A.P., hingga terbentuknya album Oh Kasih, mereka berempat sebenarnya masih bingung soal menetapkan nama grupnya.
“Awalnya kami ingin memakai nama Macho atau Blue Cola. Kedua nama tersebut tidak direstui oleh produser kami. Yang pertama mungkin produser kami punya alasan sendiri. Nama kedua produser kami sangat keberatan dengan istilah cola yang berbau-bau minuman rasa cola,“ ujar Orbar. Kata Irving, “’Blue’ itu kebenaran kami berempat senang dengan warna tersebut…”
Menurut penjabaran Adji, bintang iklan “permen” kesehatan (Xonce, red) bersama Elma Theana, “Istilah S’ring itu sebenarnya dari kata Ring yang diambil dari huruf terakhir panggilan sehari-hari kami. R-nya dari huruf terakhir Orbar, tetapi setelah jadi Ring, agaknya diborong semua dengan kata Irving.”
Alian Irving, (waktu itu) mahasiswa sebuah perguruan tinggi dan pernah jadi pembetot bass dalam band Ecpans (1993) dan vokalis dalam band Zirkon hanya bisa tersenyum simpul tatkala Adji yang memang banyak “tingkah” dan humoris ini melempar guyonannya.”
“Nah lho, S-nya itu diambil dari mana?,” tanya Citra. Mereka salign pandang dan akhrinya sepakat mengatakan “S-nya itu hanya untuk enak menyebutkan saja. Ring itu khan bisa diartikan lain-lain, bisa ring gelang bisa apalah…” “Bukankah S-nya itu kata terakhir dari nama produsernya?,” tanya Citra lagi. “Nggak tahu deh, kami memang belum tahu nama sebenarnya produser kami,“ lanjut Adji (saat itu) mahasiswa semester VII arsitektur Trisakti.
Terlepas dari persoalan nama Ring-S’ring yang “diperdebatkan”, itu sebenarnya grup kwartet ini awal pembentukannya ingin beranggotakan lima orang. Salah satunya bintang iklan yang mempopulerkan kata-kata: “Saya minum dua.” Entah karena apa, bintang iklan “kesehatan” (Yakult-red) itu tidak jadi dilibatkan. “Bukannya kami yang membatalkan. Karena pada saat ingin masuk vokal, teman kami yang satu itu tidak ikut lantaran ada urusan di luar negeri,” jelas Orbar.
Sementara yang namanya Ivan Fadilla tidak banyak bicara di sini. Karena pada saat wawancara ini terjadi, lelaki yang terlibat banyak mengiklankan beberapa produk dan wajahnya kerap tampil di layar televisi hadir menjelang Citra melakukan pemotretan. Dan Ivan yang (waktu itu) berpacaran dengan Venna Melinda (bintang iklan dan top model-red) ini hanya bisa “protes” tatkala ia membaca biodatanya yang ditulis oleh rekannya.
Katanya, “Wah, ini mah banyak salahnya. Diganti saja ya, mas….,” pinta sang juara pertama Festival Abang Jakarta 1992. Ngomong-ngomong, gimana Adji, kok Elma bisa ngetop duluan, padahal yang mempopulerkan kata-kata… “Xon-Cenya mannnna?” kamu?
Lelaki yang pernah dilibatkan dalam Mencrank Band dan Spart Parts Band (1990-1993) sebagai vokalis ini hanya bisa menjawab, “Nasib orang khan lain-lain. Saya tidak nyesal, apalagi dendam dengan Elma yang ngetop dengan istilah itu. Soalnya, Elma itu memang duluan terjunnya ke dunia model dan iklan, wajar kalau pada akhirnya dia bisa ngetop dari model,” tutur Adji.
Ditulis oleh: M. Nizar
Dok. Citra – No. 252/V/23-29 Januari 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar