PROFIL SINGKAT: TIARA TIAN

 
GARA-GARA takut melihat darah, peragawati yang pernah jadi VJ (‘video jockey’) MTV (‘Music Television’), terpaksa melupakan cita-citanya jadi dokter. “Dari kecil saya bercita-cita jadi dokter. Impian saya waktu itu bisa membantu orang-orang kelaparan di Afrika,” kenang gadis (era itu) kelahiran London, 1 Oktober 1976. Untuk mewujudkan itu, semasa sekolah di Belanda, Tiara aktif di yayasan sosial.

“Saya dan teman-teman melelang baju-baju bekas. Hasilnya kami sumbangkan untuk kegiatan sosial,” cerita Tiara. “Eh, ternyata saya takut melihat darah. Masak jadi dokter takut sama darah? Nggak lucu khan? Ya, dengan berat hati saya terpaksa menghapus mimpi itu,” sambungnya.

1997, Tiara harus berbangga hati dengan profesinya sebagai model. Baru setahun menetap di Jakarta (sampai saat itu), nama Tiara melejit sebagai model, dan masuk dalam deretan top model Indonesia. Wajahnya yang oriental menghiasi berbagai sampul majalah. Tingginya yang 173 cm memang mendukungnya sebagai peragawati.

Sebelumnya, Tiara sudah jadi model di Belanda dan London. “Di Jakarta, saya terjun sebagai model karena diajak Lulu Dewayanti (peragawati dan presenter acara Asli di ANteve),” kata gadis (era itu) berdarah Cina (ayah) dan Sunda (ibu). Menjadi top model dunia pernah terlintas pula di benaknya.

“Tapi agaknya sulit. Karena tinggi saya hanya 173 cm, sedangkan untuk jadi model internasional, paling tidak harus 178 cm,” jelas Tiara yang menguasai bahasa Inggris, Belanda, Jerman, dan Indonesia.

Selain jadi model, (belakangan itu) Tiara mempunyai kesibukan lain. Sejak Juli 1997 lalu, ia bekerja sebagai ‘advisor’ di Fashion Café Jakarta. “Mumpung masih muda dan saya sanggup melakukannya!,” tegasnya (waktu itu). Dengan pekerjaan barunya (kala itu) ini, Tiara menangani ‘event-event’ khusus yang tidak jauh dari kegiatan model, seperti ‘fashion show’.

“Selain untuk makan, pengunjung datang ke sini untuk melihat ‘fashion show’. Makanya, sekarang (1997-red) kami meningkatkan frekuensi ‘fahsion show’. Sering-sering ke sini, dong,” ajak Tiara (waktu itu).

Ditulis oleh: Rommy Ramadhan

Dok. Bintang – Edisi 339/Th. VII/minggu kedua September 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer