PROFIL SINGKAT - TEDDY SYACH

 



WAJAHNYA tegang, badannya terguncang di atas pelan kuda, tapi ia nekad bertahan. Itu yang dilakukan Teodorio Syah Teddy, biasa dipanggil Teddy, ketika syuting sinetron Karmila arahan sutradara Abdul Kadir. Asal tahu saja, seumur-umur pemeran Feisal ini (sampai saat itu) belum pernah menunggang kuda. “Wah, sempat deg-degan juga sih, awalnya,” kata saudara kandung Attila Syah dan Atalarik Syah.

Anak muda (era itu) kelahiran Jakarta, 21 Juli 1974 ini memang beruntung. Setelah memenangkan gelar ‘Cover Boy’ ’92 versi majalah MODE, kariernya di dunia ‘entertainment’ makin melesat. Apalagi setelah membintangi sinetron Gelora Samudera (SCTV) beberapa waktu sebelumnya.

Sejak itu namanya selalu tercatat dalam deretan pertama sinetron yang dibintanginya. Salah satunya Sirkuit Kemelut yang ditayangkan Indosiar beberapa waktu sebelumnya. “Semua peran selalu saya mainkan dengan maksimal,” jelas putra ke-5 pasangan sutradara Fritz G. Schadt dan Henarsat.

Di tiga sinetron yang dibintanginya, Teddy mendapat peran berbeda-beda. Di sinetron Gelora Samudera ia memerankan perwira angkatan laut, di Sirkuti Kemelut dipercaya melakonkan seorang pembalap motocross. Dan dalam sinetron Karmila yang (waktu itu) sedang dibuat, ia jadi pemerkosa! “Wah, saya semapt ‘nervous’, soalnya karakternya beda banget dengan saya,” kilahnya.

Apalagi di sinetron produksi Avicom ini ia berhadapan dengan Paramitha Rusady, bintang yang jauh berpengalaman dibandingnya. “Yang penting, nggak grogilah,” ujarnya. Meski sibuk pemotretan dan main sinetron, kegemarannya main balap mobil ‘radio control’ tak ditinggalkan. Bahkan seminggu sebelum pengambilan gambar, ia baru pulang dari Mexico City, mengikuti kejuaraan dunia dari tanggal 28 Mei sampai 8 Juni 1997.

Selama 10 hari, bersama 4 kawannya dari Indonesia ia bertarung habis-habisan dengan 146 peserta dari beberapa negara Eorpa dan Amerika. Hasilnya? Ia meraih peringkat ke-84. “Harusnya saya bisa bertengger di peringkat ke-70, tapi karena kesalhan teknis, saya terlempar,” uraianya. Boleh juga, Ted.

Ditulis oleh: Masrur

Dok. Bintang – Edisi 330/Th. VII/minggu kedua Juli 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer