PROFIL SINGKAT: SHAHNAZ HAQUE
DUNIA keartisan menghambat pendidikan? Belum tentu. Buktinya, awal Maret 1997 ini, Shahnaz Haque diwisuda di Balairung UI, Depok, dan resmilah ia menyandang gelar Ir. Di depan naamnya. Berangkat dari keprihatinan terhadap nasib orang-orang yang hidup di pinggir kali kota Jakarta, Shahnaz menyusun skripsi mengenai unit pengolahan limbah industri.
“Saya lihat sendiri banyak orang Jakarta yang tinggal di pinggir kali. Dan berapa banyak yang meninggal karena diare dan kolera. Saya jadi bersyukur punya rumah yang layak, punya mobil. Nah, dari pengamatan itu dan dengan ilmu yang saya dapat dari bangku kuliah, saya ingin mencari tahu apa sih yang mencemari kali itu?,” kata Shahnaz di sela-sela peluncuran sinetron Deru Debu dan Kucing-Kucing Hitam (keduanya tayang di SCTV-red), pekan ketiga Februari 1997 lalu.
Jawaban yang didapat Shahnaz adalah, ternyata limbah industrilah yang membuat parah polusi kali di Jakarta. Dan tekstil merupakan industri yang paling intens dalam menyebar limbah. Setelah mengetahui penyebab dan mencari solusi, Shahnaz mengkalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk satu unit pengolahan limbah tersebut. “Hasil penelitian yang saya lakukan menunjukkan angka rupiah yang sangat besar untuk membuat pengolahan limbah ini,” ungkap Shahnaz.
Besarnya biaya pembuatan unit pengolahan limbah itu juga yang membuatnya urung dapat nilai terbaik untuk skripsinya. Pasalnya, ia harus membangun unit itu sendiri dan langsung membuat precobaannya. “Tapi, saya puas karena punya Solusi untuk masalah rumit ini,” kata Shahnaz. Masih berkaitan dengan idealismenya dalam menyelamatkan lingkungan, Shahnaz enggan kerja di kantorna selepas kuliah.
Ia (waktu itu) akan bersekolah lagi di Australia dengan mengambil bidang penyiaran televisi. “Saya akan membuat sebuah program televisi tentang penyehatan dan lingkungan. Agar orang-orang dapat memahami pentingnya arti lingkungan,” kata Shahnaz dengan nada prihatin.
Ditulis oleh: Ida M. Palaloi
Dok. Bintang – Edisi 311/Th. VI/minggu keempat Februari 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar