PROFIL SINGKAT - SERSAN PRAMBORS
TAHUN 1987, di radio Prambors, pernah ada acara Hot Gossip.
Mendadak acara itu lenyap, dan tiba-tiba saja muncul nama baru. Usut punya
usut, rupanya ada lima pemuda (era itu) yang nekad melakukan “kudeta”. Sys NS,
Ferrasta “Pepeng Jari-Jari” Soebardi, Muklis Gumilang, Nana Krip, dan Krisna
Purwana. Lahirlah acara Sersan, akronim serius tapi santai. Nama Sersan
Prambors pun melambung. Tawaran ngamen dari hotel ke hotel ketika itu sangat
sering.
Tapi, ternyata hampir semua personil Sersan tidak cukup punya nyali jadi pelawak. “Gue kalau soal ide, mungkin banyak. Tapi sebenarnya gue nggak cukup punya nyali untuk melawak,” aku Sys NS “buka rahasia”. Di antara mereka, cuma Pepeng yang dianggap punya nyali – buat jadi ‘bumper’, kalau perlu buat sasaran sandal jepit. “Sudah begitu, dia selalu datang telat, kita sudah ‘sport’ jantung, soalnya khan dia yang harus muncul pertama di panggung,“ ujar Sys lagi.
“Pas kita sudah empot-empotan, dia baru nongol,” lanjut ys, disambut tawa Pepeng. “Memang gue yang selalu jadi ‘bumper’. Gue juga kalau sudah kelamaan melawak, tapi bang Nana nggak nongol-nongol, teriak, bang Nanaaa!,” timpal Pepeng.
Bagi mereka, tiap pertemuan punya makna humor tersendiri. “Melawak itu nggak gampang,” ujar Sys. Pepeng, Nana, dan Krisna mengangguk setuju. “Kalau penonton nggak ada yang ketawa, mati deh kita,” lanjut Pepeng. Kejadian seperti itu pernah mereka alami ketika dikontrak sebuah restoran. “Pas kita ngelawak, satu pun tamu nggak ada yang ketawa. Kayaknya nggak ada yang bisa bahasa Indonesia tuh, “seloroh Sys.
Meski dibesarkan radio Prambors, tapi lantaran (saat itu) sudah tak ada hubungan lagi, mereka tak lagi memakai nama Prambors. “Yang ada sekarang (1997-red) Sersan Purnawirawan,” canda Sys NS (waktu itu). Tapi pengalaman manggung semasa di Sersan (saat itu) masih terasa manfaatnya, sekalipun mereka (waktu itu) sudah “purnawirawan”.
Misalnya, Pepeng. “Gue pilek aja orang ketawa. Pernah gue ngorong (memainkan lubang hidung dengan jari telunjuk, red), dipikirnya gue melawak, padahal gue ngorong bener,” cerita Pepeng soal tingkahnya di kuis Jari-Jari RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia).
1997, mereka memang sudah penisun. “Nggak setahun sekali kita bisa kumpul berempat seperti ini, apalagi berlima (bersama Muklis, red). Paling berdua, itu juga paling ketemu di mal, atau pas ada acara bareng,” ujar Sys, ketika berlangsung syuting Famili 100 Bintang-Bintang (ANTV) yang menghadirkan reuni Sersan Prambors.
Ditulis oleh: Lukmanoelhakim
Dok. Bintang – Edisi 321/Th. VII/minggu pertama Mei 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar