PROFIL SINGKAT: RICO CEPER

 
JAUH sebelum terjun ke dunia seni, Rico Ceper, presenter Bincang-Bincang Remaja (Bibir) dan Kuis Kepada Pelajar (Kukejar) di TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) serta Wow Top di ANteve (Andalas Televisi), pernah terobsesi menjadi atlet. Bukan sekadar iseng, ia bahkan sempat menorehkan prestasi di cabang atletik. Puncaknya, ia mewakili kontingen DKI dalam PON tahun 1993 di Jakarta. Walau tidak menang, ia bangga telah memberikan yang terbaik.

Sebelum di atletik, Rico sempat pula berkutat di cabang bulutangkis. “Dari kecil saya senang sekali kalau melihat atlet memenangkan pertandingan. Pasti langsung dielu-elukan dan diarak massa. Ini yang membuat saya ingin jadi atlet,” aku Rico yang punya nama asli Emrinko Safinka.  

Pada 1993, prestasinya terus merosot, gara-gara ia mulai jarang latihan. “Saya mulai keasyikan jadi MC. Waktu itu order terus datang. Saya jadi tidak sempat latihan,” ungkap mahasiswa fakultas ekonomi universitas DR. Moestopo (era itu). Sejak itu pula Rico menjatuhkan pilihannya ke dunia seni. “Sebenarnya ada kesamaan antara dunia seni dan olahraga. Di dunia ‘entertainment’ saya juga bisa disorakin penonton kalau lagi jadi MC,” ujar cowok kelahiran 8 Desember 1973.

Dunia akting juga dicicipinya lewat sinetron Pelangi Di Rumah Susun yang ditayangkan RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) mulai Sabtu (24/5/97) lalu dan Biar Orang Bicara. Begitu juga dengan dunia lawak, Rico tergabung dalam kelompok lawak H2O.

“Membuat orang ketawa itu dapat pahala. Kalau ada honornya itu rejeki. Hahaha…,” katanya. Itu pula yang membuat Rico selalu memasukkan unsur komedi setiap tampil menjadi MC. “Saya memang selalu tampil ngocol, tapi nggak konyol. Biar lebih ‘familiar’. Dan biar orang nggak takut menegur saya kalau ketemu di jalan,” katanya.

Ditulis oleh: Rommy Ramadhan

Dok. Bintang – Edisi 324/Th. VII/minggu keempat Mei 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer