PROFIL SINGKAT: MUHAMMAD FARHAN

 

SETELAH sekian lama nongol dalam acara bertema komedi, seperti Spesial Pake Telor (ANteve), Aksi (RCTI), dan Trik Kamera (RCTI), akhirnya Farhan mendapat tawaran jadi pembawa acara yang “serius”. Yakni Copa America 1997, salah satu program olahraga di RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia). “Sebenarnya, gue agak kerepotan juga. Soalnya, gue harus serius membawakan acara ini. Padahal, biasanya gue membuat orang tertawa,” kata pria kocak, yang memulai debutnya tahun 1993.

Dasar Farhan punya hobi sepakbola, ditambah dorongan dari Linda Wahyudi dan Ary Sudarsono – para produser sekaligus para pembawa acara program olahraga di RCTI, tawaran itu diterimanya. “Gue banyak belajar dari buku tentang Copa America. Ternyata banyak yang belum gue ketahui,” katanya.

Dalam membawakan acara Copa America, Farhan tidak didampingi komentator. Berarti, dia harus benar-benar menguasai informasi mengenai dua kesebelasan yang (waktu itu) akan bertanding. “Sebenarnya memang agak susah. Tapi semakin banyak gue mencoba berbagai acara, akan semakin bertambah pengalaman gue,” ujarnya.

Tampaknya (perkiraan waktu itu), banyak pengalaman behrarga yang (waktu itu) akan didapat Farhan tahun 1997 ini. Di samping jadi pembawa acara Copa America, Farhan (waktu itu) sedang mempersiapkan diri menjadi pembawa acara kuis Detak Detik di SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia), yang (kala itu) akan mulai syuting bulan Juli 1997 (yang saat itu akan) datang.

Menurut Farhan, dia banyak belajar dari acara-acara kuis yang ada. “Gue pikir, nggak gampang membawakan acara kuis. Pembawa acara harus benar-benar bisa mengajak dan penonton terlibat,” katanya. Kalau begitu, (pihak Bintang waktu itu mengucapkan) selamat belajar jadi pembawa acara!

Ditulis oleh: Yose Fadly

Dok. Bintang, Edisi 328/Th. VII/minggu keempat Juni 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer