PROFIL SINGKAT - MARTIN LAWRENCE
DARI sekian banyak tontonan televisi, sudah pasti komedi situasi Martin (di Indonesia diputar Indosiar-red), termasuk yang sering membikin Anda terpingkal-pingkal. Sumbu segala kelucuan itu – selain naskahnya yang luar biasa jenaka – tak lain bintang utamanya: Martin Lawrence (saat itu 31 tahun). Aktor satu ini memang pintar betul berakting. Gayanya yang sarkastis sekaligus naif, terasa menjengkelkan sekaligus mudah dimaafkan. Tapi tindakannya berikut ini pasti tak akan membuat Anda memaafkannya.
Menurut Tisha Campbell (saat itu 28 tahun) yang lawan main Lawrence di seri tersebut, Lawrence telah melakukan pelecehan seksual padanya. Campbell dikabarkan menuntut ke pengadilan pada tanggal 2 Januari 1997 lalu. Dokumen pengadilan menyebutkan pelecehan seksual yang dilakukan Lawrence melkiputi “menyentuh korban, menciumnya, memaksa memasukkan lidahnya ke mulut korban, mengeluarkan gerak-gerak persetubuhan dengan korban di hadapan pemain dan kru.”
Campbell yang di seri Martin berperan sebagai kekasih (bahkan akhirnya digambarkan menikah) ini dikabarkan merasa sanagat ketakutan menghadpi tingkah laku Lawrence. Konon Campbell sempat meminta produser agar kamar gantinya di studio dikunci rapat. Campbell pun memohon agar ia disediakan petugas keamanan, untuk melindunginya dair serangan-serangan seksual yang dilancarkan Lawrence.
Menurut pengacara yang disewa sang aktris, Kurt Peterson, kliennya sampai tak berani menghadapi setiap orang yang dijumpainya. Itulah sebabnya, sejak November 1996 lalu, Campbell secara mendadak mengundurkan diri dari acara yang membesarkan namanya itu. Akibatnya, 1996, Campbell harus menghadapi tuntutan dari HBO Independent Productions yang membiayai pembuatan Martin.
Memang menyedihkan. Apalagi bila mengingat kemsraan mereka di layar teve. Dua tahun sebelumnya (1995-red), saat diwawancara majalah ‘People’, Campbell menyebut hubungan mereka di luar layar tak ubahnya abang-adik. Entah adakah pengadilan dapat membuktikan tuntutan Campbell. Yang jelas, Lawrence memang punya riwayat hidup yang berantakan.
Menurut Patricia, mantan istrinya, Martin kecanduan marijuana. Polisi juga pernah menangkapnay di bandara Burbank, setelah tertangkap basah membawa senjata Baretta 9 mm yang penuh berisi peluru ke dalam pesawat.
Ditulis oleh: Sandra Kartika
Dok. Bintang – Edisi 310/Th. VI/minggu ketiga Februari 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar