PROFIL SINGKAT: GUGUN GONDRONG
Sejak 1984, Gugun mulai memanjangkan rambutnya. Tapi baru 1992, ia menyandang nama Gugun Gondrong. “Dari kecil saya sudah pengen punya rambut gondrong. Tapi baru lepas SMP saya bisa mewujudkan keinginan itu. Bagi saya gondrong menggambarkan kebebasan,” ungkapnya. Lantas, sampai kapan mau terus gondrong? “Seumur hidup, sampai kawin dan punya anak cucu!,” tandasnya.
Dengan rambut panjang, Gugun merasa bebas berekspresi dan bisa tampil beda. Lihat saja penampilannya di Top Musik, setiap Senin hingga Jumat petang. Kadangkala ia tampil dengan rambut tergerai, kadangkala dengan rambut dikuncir kuda atau dikepang. Tapi kalau minggu ketiga Mei 1997 lalu, Gugun tampil dengan rambut pendek, bukan karena rambutnya dipotong atau bosan dengan rambut gondrong.
“Saya pakai ‘wig’. Buat seru-seruan saja. Di Top Musik, saya memang coba untuk selalu tampil beda. Entah itu dandanan, properti yang saya bawa atau istilah yang saya pakai. Saya pernah tampil dengan kostum Gatotkaca atau pakai jas hujan,” akunya. Ini salah satu strategi yang digunakan untuk menghindari kejemuan penonton.
“Dengan cara ini, orang jadi penasaran untuk melihat. Karena mereka selalu bertanay-tanya, besok dandanan si Gugun kayak apa, ya?,” tutur sarjana sejarah itu.
Ditulis oleh: Rommy Ramadhan
Dok. Bintang – Edisi 324/Th. VII/minggu keempat Mei 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar