PROFIL SINGKAT: 1/2 LUSIN
PAKET acara Spesial Pakai Telor – ANteve (Andalas Televisi)
boleh saja (kala itu) tinggal menjadi catatan. Tapi, para pendukungnya – mereka
menamakan kelompoknya sama dengan paket acara dan biasa disingkat SPT – tidak ingin
kreativitas mereka terhambat.
Maka tidak heran bila tahun 1997 ini mereka kembali berkumpul bersama, dengan nama baru, ½ Lusin – nama itu berasal dari jumlah anggota, 6 orang: Eko Agus Sulantoro, Fajar Yadilukito, Heru Susanto, Muhammad Farhan, Nico Siahaan, dan Yudi Siradz – dan (waktu itu) akan hadir dalam paket teve, Satu Atap di ANteve – mulai ditayangkan tanggal 10 Juli 1997 ini, garapan rumah produksi Avant Garde.
“Kami sengaja mengganti nama untuk menghormati Broadcast Design Indonesia, yang menciptakan nama SPT sekaligus memproduksi acara di teve itu,” ujar Nico. ½ Lusin sendiri tampil pertama kali di malam ‘grand final’ Video Musik Indonesia (VMI) 1995 (disiarkan TVRI-red). Dan terbilang sukses. Paling tidak, bisa dibuktikan dari banyaknya tawaran pentas yang mereka terima. Toh, itu tidak memuaskan kreativitas komedi mereka sebagai satu kelompok.
Tapi, mereka tidak mau gegabah membuat paket acara tanpa konsep yang jelas dan ‘team script ‘yang kuat. Dan keinginan itu menjadi kenyataan ketika Avant Garde bersedia mewadahi dan memproduksi Satu Atap.
“Kami pun mecnoba untuk belajar dari sitkom Amrik. Misalnya, ‘setting’ studio, multikamera, ‘cut to cut’ lewat ‘switcher’,” ujar Farhan dengan seriusnya. Tidak itu saja yang mereka pelajari dari sitkom produksi Hollywood. Mereka juga menerapkan penggunaan skenario yang kuat dan selalu berpatokan padanya. “Kami tidak boleh seenaknya berimprovisasi. Itu yang menyebabkan, kami harus latihan sebelum syuting,” lanjut Farhan.
Ini satu hal yang menggembirkaan bagi para mantan anggota SPT. Sudah lama (waktu itu) mereka, sebagai kelompok, merindukan saat berkreativitas dan berkomedi di layar kaca. Walaupun memang, sebagai perseorangan, beberapa dari mereka telah berhasil mencuri perhatian pemirsa.
Misalnya saja, Nico Siahaan sebagai pembawa acara Kata Berkait – RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) dan Farhan sebagai ‘host’ Trik Kamera – RCTI. Jadi, ini kesempatan bagi para anggota lainnya untuk menunjukkan diri, merek amemang punya nilai jual yang tidak kalah dibandingkan Nico dan Farhan. Akhirnya…
Ditulis oleh: Yose Fadly
Dok. Bintang – Edisi 330/Th. VII/minggu kedua Juli 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar