PROFIL - EKSANTI: "TENGAH MEMPERSIAPKAN PERNIKAHAN"
MASIH ingat tokoh Lenny dalam sinetron Angin Tak Dapat
Membaca (ATDM/RCTI)? Itu lho, anak konglomerat yang gemar berkuda, yang dipaksa
menikah dengan Roy (Deddy Rizaldy)? Kendati dia sebenarnya mencintai Leo (Adam
Jordan), namun baktinya pada orangtua mengalahkan perasaan itu. Untunglah, Roy –
yang memang baik hati – perlahan-lahan berhasil menumbuhkan cinta dalam diri
Lenny. Tapi apa lacur, di saat cinta mulai bersemi, Roy meninggal dunia.
Dengan plot semacam ini, tokoh Lenny memang gampang membuat pemirsa memberikan simpati. Tapi tanpa keseriusan pemerannya dalam memasuki karakter sang tokoh, perhatian publik niscaya tak mudah dicuri. “Saya memang berusaha total dalam melakukan penjiwaan atas tokoh Lenny. Saya tidak berharap banyak kecuali untuk kepuasan pemirsa,” kata Eksanti, dara ayu (era itu) berusia (waktu itu) 22, pemeran Lenny.
Padahal, menurut alumni D3 fakultas ekonomi Unpad Bandung yang mengagumi Christine Hakim ini, tidak ada darah seni dalam keluarganya. “Mugnkin saya termasuk anak yang bandel, kali ya? Maksudnya, apa yang saat ini (1997-red) saya lakukan, main sinetron, itu “penyimpangan” dari kebiasaan kelaurga,” aku cewek yang gemar memakai parfum Coco Channel ini, seraya memamerkan deretan giginya yang halus.
Demikian juga dengan urusan akting, tak ada pendidikan
formal yang pernah digeluti artis (era itu) dengan nama panggilan Eca ini. “Cuma,
ketika di SMA, saya ikutan teman yang suka latihan akting. Kayaknya kok
gampang? Padahal, setelah dijalani, ternyata ya tidak semudah yang Eca
bayangkan,” akunya. Makanya, dia merasa dunia akting yang saat itu digeluti
benar-benar merupakan anugerah.
Sejak tahun 1992, sudah beberapa peran dalam sinetron dimainkannya. Mulai dari Gaung Yang Tidak Pernah Hilang (TVRI), Kharisma, Perlu Ada Sandiwara, Pahlawan Tak Dikenal (ketiganya diputar TPI-red), dan Darah dan Cinta (Indosiar). Meski begitu, saat tahu dirinya lolos ‘casting’ untuk memerankan tokoh utama dalam ATDM, sempat juga Eksanti kelabakan.
“Kuliah saya waktu itu khan belum selesai. Terpaksalah saya pontang-panting antara kuliah dan sinetron,” katanya. “Alhamdulillah, akhirnya semuanya bisa jalan. Kuliah bisa kelar, sinetron jalan terus,” tambah gadis (era itu) dengan tinggi 172 cm dan berat (waktu itu) 54 kg ini.
Sebelum mencuri perhatian publik lewat ATDM, Eksanti sebenarnya sudah sering berlalu-lalang di layar TV. Wajahnya yang ayu kerap muncul dalam sejumlah ‘TV-commercial’. Tengok, misalnya iklan Slimming Tea Mustika Ratu, NUVO, Wismilak, Total Care Baking Soda, biscuit Kedler, dan bedak Zwitsal. Hanya saja, tentu banyak pemirsa (sampai saat itu) tak mengenalinya.
Menurutnya, orangtuanya tidak keberatan anaknya terjun di dunia sinetron. Bahkan, ‘Mereka sangat mendukung. Makanya saya nggak sempat stres memikirkan sekolah dan sinetron. Kalau orangtua tak setuju, padahal saya suka, khan saya bisa stres berat,” ujarnya.
Kendati begitu, tak berarti dia bisa hidup dengan bebas. Pesan dari orangtuanya, agar sesibuk apapun dirinya tak meninggalkan salat lima waktu, tetap berusaha ditaati. Tidak mengherankan, sekalipun (belakangan itu) semakin terkenal, tawaran iklan dan sinetron semakin banyak, tak membuatnya berubah.
“Eca ya tetap Eca. Nggak ada yang berubah,” akunya. Eksanti yang sejak dulu (jauh sebelum 1997-red) kurang suka nongkrong di diskotek, yang sejak dulu (jauh sebelum 1997-red) kurang suka hura-hura, menurut pengakuannya (waktu itu) masih ada. “Eca yang dulu (jauh sebelum 1997-red) belum hilang kok. Semoga saja, Eca tidak terpengaruh dengan gaya hidup ‘glamour’, ya,” ujarnya dengan nada khawatir (waktu itu).
Tapi, kalau Eksanti yang (belakangan itu) telah tumbuh menjadi wanita cantik, anggun, dan tertarik pada seorang pria, rasanya wajar. Menurutnya, jalinan asmara itu telah ada sejak dua tahun sebelumnya (1995-red). “Dalam waktu dekat ini, rencananya kami akan menikah," ujarnya (waktu itu) tanpa bermaksud membuat Anda – pembaca pria – cemburu.
Si doi, yang menurut Eca orang kantoran, usianya terpaut cukup jauh. “Nggak tahu kenapa, mungkin kebetulan saja, cuma memang, orangnya jauh lebih matang dari saya. Bisa ngemong saya, saya khan jadi bisa bermanja-manja ria,” katanya dengan nada manja.
“Yang terpenting, dia nggak melarang saya main sinetron,” ucapnya. Sekalipun begitu, sinetron bukanlah tujuan akhir dari cita-citanya. (Waktu itu masih ada rencan alain yang ingin diwujdukan, yait umelanjutkan studi. “Kalau tabungan sudah cukup, saya ingin sekolah lagi, kalau bisa di luar negeri,” jelasnya. Lho, katanya mau menikah (waktu itu)? BI (Bintang Indonesia) usul, bagaiman akalau sekolah bersama suami saja? Pasti lebih siiip, deh!
Ditulis oleh: Lukmanoelhakim
Dok. Bintang – Edisi 305/Th. VI/minggu kedua Januari 1997, dengan sedikit perubahan

.jpg)
.jpg)
.jpg)


Komentar
Posting Komentar