PROFIL BARAT - MARCIA CROSS: "ANTARA PANGGUNG BROADWAY YANG PRESTISIUS DAN OPERA SABUN"
APA boleh buat, seri Melrose Place (di Indonesia diputar SCTV-red) yang menghebohkan dan punya banyak penggemar fanatik itu, punya reputasi sebagai opera sabun yang terlalu banyak busanya. Terlalu banyak kemustahilan yang disebut kreatornya.
Salah satu adegan paling tak masuk akal adalah pemunculan kembali mendiang Dr. Kimberly Shaw, yang sebelumnya digambarkan tewas dalam kecelakaan mobil. Setelah itu si cantik Kimberly makin tak terkontrol. Jelas sudah, opera sabun tak pernah kehabisan akal, yang oleh sejumlah kritikus disikapi dengan sinis.
Nah, ini tak kalah ajaibnya. Pemeran Kimberly, Marcia Cross (waktu itu 36 tahun), ternyata bukan aktris kacangan. Jauh sebelum terlibat dalam seri yang menurut kritik “sampah televisi” itu, ia ia dikenal sebagai bintang teater berbakat. Tak main-main, drama yang biasa dimainkannya di berbagai panggung – antara lain Broadway yang prestisius itu – adalah karya sastrawan legendaris William Shakespeare!
Pernah dalam saat bersamaan Cross harus membawakan teknik akting yang berseberangan. “Seminggu setelah bergabung dengan Melrose Place, saya dapat peran di pementasan drama Twelfth Night di Old Globe Theatre, San Diego,” kenang Cross mengenai pengalaman serunya sebagai aktris teater klasik sekaligus bintang seri teve picisan.
Drama Twelfth Night cuma satu dari sekian banyak karya Shakespeare yang pernah dimiankan wanita berzodiak Capricorn ini. Cross yang pernah mempelajari ‘serious acting’ di Juilliard School (sekolah seni bergengsi yang berlokasi di New York), pernah pula mementaskan The Merchant of Venice, The Gentleman of Verona, dan seterusnya. Pendek kata, tak usah ragukan kepiawaiannya berakting. Itulah sebabnya akting sebagai si gila Kimberly Shaw membuat banyak penonton berteriak gemas.
Majalah ‘Entertainment Weekly’ sampai memasukkannya dalam daftar penghibur terbaik sepanjang tahun 1995, antara lain bersama pemenang Piala Oscar 1995, Nicolas Cage (Leaving Las Vegas) dan Mia Sorvino (Mighty Aphrodite). Untuk penampilan gilanya di Melrose Place, Cross dipuji ‘Entertainment Weekly’ sebagai berikut, “… ‘when it comes to playing evil, no other actress on television is such a blast’.”
Pujian tinggal pujian. Cross yang lahir dan besar di Marlboro, Massachusetts ini tak terlalu ambil pusing. Sikap serupa ia tunjukkan pada suara-suara yang menyatakan keheranannya mengapa ia mau pindah jalur dari panggung Broadway yang prestisius dengan opera sabun yang diremehkan kritikus.
Ia cuma berkomentar pendek sambil berseloroh, “Tak banyak beda antara drama William Sheakespeare dan opera sabun Aaron Spelling. Saya dan Thomas Calabro (pemeran Michael Mancini) seperti Macbeth dan Lady Macbeth di drama Macbeth-nya Shakespheare.”
Sikapnya yang tak “sok sastra” ini mungkin disebabkan pengalamannya mengakrabi televisi jauh sebelum main di Melrose Place sejak tahun 1993. Selulusnya dari Juilliard School tahun 1984, pemilik mata indah ini langsung berakting di opera sabun The Edge of Night. Lalu ikut main di opera sabun (lagi!) One Live To Life, juga Knots Landing (1991-1992, di Indonesia pernah diputar RCTI-red).
Jadi, rupanya ia sudah kompromis betul dengan hiburan populer, tanpa melupakan dunia teater yang pernah dipelajarinya semasa kuliah. Peran lumayan serius, meski (waktu itu) masih belum menempati posisi penting, didapatnya dari seri Cheers (1989, di Indonesia diputar RCTI/SCTV-red) dan film layar lebar Bad Influence (1990).
Cross yang semasa sekolah menengah pernah kerja sambilan sebagai pelayan di restoran Dunin Duts ini (“Karena itu waktu SMU saya sangat gendut”) ini, menyatakan dirinya tak sedramatis tokoh Kimberly Shaw. “Saya ini membosankan dan jauh dari skandal,” akunya.
Sehari-hari, Cross termasuk orang rumahan. “Dunia saya banyak berkisar pada hubungan yang dekat dengan keluarga dan teman-teman,” tambah wanita penggemar seri Friends (di Indonesia diputar RCTI-red) dan ER (di Indonesia diputar Indosiar-red) ini.
Meski bukan karya serius, Melrose Place telah memaksa wanita lajang (era itu) pendengar musik klasik ini berkorban banyak. “Jadwal syuting yang luar biasa ketat membuat hobi ‘travelling’ saya terbengkalai. Bahkan dengan teman-teman main pun saya tak bisa akrab. Saking banyaknya adegan yang harus direkam. Jadi kami cuma sempat mengucapkan “halo” 10 kali setiap syuting. Tanpa punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat lagi,” keluh Cross panjang lebar.
Bukan cuma itu. “Karena bermain sebagai Kimberly Shaw yang cantik dan semampai, saya harus sekuat tenaga menahan nafsu makan saya,” jelasnya putus asa. Tak heran betapa irinya Cross menyaksikan si kurus (kala itu) Heather Locklear (pemeran Amanda Woodward) tak henti-hentinya mengunyah hamburger dan keripik kentang, tanpa perlu takut kelebihan berat badan!
Mungkin pengorbanan-pengorbnaan itulah yang membuat Cross akhirnya mengundurkan diri dari Melrose Place sejak Maret 1997. Kabarnya (waktu itu), tokoh Kimberly Shaw mati akibat kanker otak (wuaw!). 1997, Cross mengerjakan proyek lain yang (waktu itu) masih dirahasiakan. Mungkin peran yang memperbolehkannya sedikit gendut ketimbang Kimberly Shaw!
Ditulis oleh: Sandra Kartika (berbagai sumber)
Dok. Bintang – Edisi 321/Th. VII/minggu pertama Mei 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar