PRINCESS CHEUNG PING: "ROMANSA DAN PERJUANGAN SEORANG PUTRI RAJA" (RCTI - MULAI 19 FEBRUARI 1997, RABU & KAMIS Pk: 22.30 WIB)
SATU tayangan Mandarin yang pernah sangat populer di tahun 80-an, hadir melalui layar kaca RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) sejak 19 Februari 1997 lalu. Judulnya Princess Cheung Ping. Produksi unggul yang sangat dibanggakan stasiun ATV Hongkong, hingga 1997 ini, diangkat dari kisah nyata Putri Cheung Ping. Kecerdasan otaknya dalam melawan kelaliman Kasim Chou membuat kisah Cheung jadi melegenda.
Dalam pembuatan ini, ATV lebih menekankan unsur hiburan. Karena itu, cerita sudah tidak orisinil. Satu hal yang paling menarik untuk disimak dari serial ini adalah pergulatan kisah asmara antara Cheung Ping dengan dua pemuda dari kalangan biasa, Yuen dan Chow. Mampu menghanyutkan penonton ke “lembah” kesedihan.
Kisah dimulai pada akhir dinasti Ming yang diperankan Kaisar Chong Chen (diperankan almarhum Chang Ying). Ketidaktegasan membuat Chong gagal memimpin negara. Masalah sekecil apapun akhirnya ditangani sendiri oleh Kasim Chou (Liu Yi Fan). Lama-kelamaan keadaan ini membuat Kasim Chou menyimpan ambisi jadi raja.
Diam-diam ia menghimpun tentara sendiri untuk persiapan kudeta militer menjuathkan Kaisar Chong. Di samping itu, Chou juga sering semena-mena menjalankan roda pemerintahan. Akibatnya, banyak kaisar menderita. Kaisar jadi bersuash hati memikirkan hal ini. Kekuasaan Chou makin melebar. Semua keputusan (belakangan itu) berada di tangannya. Kaisar tak berdaya.
Putri Cheung Ping (Mie Shieh) yang tahu hal ini lantas mengajak adik perempuan satu-satunya, Putri Chiu Yan (Yu On On) bekerjasama menggusur Kasim Chou dari istana. Untuk memata-matai kegiatan Kasim Chou di luar istana, Chiu Yan sengaja keluar dari istana. Perjumpaannya dengan pendekar Yuen (David Ciang) dan pejabat Chow (Liu Sung Jen) menggiringnya dan Cheung Ping sukses menggusur Kasim Chou. Pelan-pelan Cheung Ping mulai jatuh cinta dengan Yuen.
Tatkala api cinta sedang menggelora dalam dada, tiba-tiba datang serbuan militer. Kaisar khawatir. Untuk menyelamatkan negara, ia mendesak Cheung Ping menikah dengan Yuen. Dengan begitu otomatis ada yang membantu kaisar bertahan. Yuen menolak menikah. Cheung Ping jadi ketawa.
Agar negara selamat, ia akhirnya memilih Chow yang dianggap pandai berstrategi. Tindakan ini mengecewakan Yuen. Hingga kemudian ia pergi jauh. Sementara itu, sebelum dinasti Ming berganti menjadi Ching, Cheung Ping dan Chow memutuskan bunuh diri.
Ditulis oleh: Funnywati Sucipto
Dok. Bintang – Edisi 311/Th. VI/minggu keempat Februari 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar