PERAN UTAMA - THALIA: "ANTARA NIKAH DAN AIDS"
Gadis cantik pedagang lotre itu muncul lagi. Ya, Thalia, si
Maria Mercedes atawa si Marimar, kembali rajin mengunjungi penggemarnya dari Senin
hingga Jumat setiap pekan di layar SCTV. Kali ini dia tak memaksa mencuci mobil
yang berhenti di lampu merah, tidak juga berteriak-teriak menjajakan kupon
lotrenya. Tapi lewat telenovela Maria Cinta Yang Hilang, dia muncul sebagai
gadis dari kawasan kumuh yang diangkat anak oleh seorang pengusaha kaya.
KEMUNCULANNYA ini langsung melejitkan telenovela yang dimainkannya, tidak cuma di Meksiko, tapi juga di Indonesia. Di Meksiko, Maria La Del Barrio, judul asli telenovelanya, langsung bisa mengalahkan tayangan-tayangan lain pada jam tayang utama atau ‘prime time’, begitu pun di Indonesia.
Walau tidak ditayangkan pada jam utama, namun Maria La Del Barrio – yang bisa juga diartikan Maria Gadis dari Kawasan Kumuh, dan berubah jadi Maria Cinta Yang Hilang (MCYH) begitu “mendarat” di SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia) – langsung meraih perhatian pemirsa.
Data SRI (Survey Research Indonesia) periode minggu ke-12 menunjukkan, MCYH menduduki rangking ke-3 dengan rating 40, untuk 5 wilayah yang disurvei. Padahal, telenovela ini (kala bacaan ini dimuat Citra, April 1996-red) belum lagi genap dua bulan ditayangkan, sejak pemunculan pertamanya pada 27 Februari 1996.
Apa sih istimewanya MCYH? Bisa jadi, karena jalan ceritanya, tapi lebih mungkin lantaran Thalia yang memainkannya. Di Meksiko, Thalia adalah gadis pujaan (kala itu). Hampir semua telenovela yang dibintanginya selalu menduduki top rangking. Termasuk Maria Mercedes dan Marimar yang juga pernah ditayangkan di Indonesia (satu oleh SCTV, satu lagi oleh Indosiar-red).
Dan Thalia sadar betul akan kecantikannya itu. Seperti ucapannya kepada Citra pada September 1995 lalu. “Tentu saja saya sadar. Tapi cantik yang saya maksud bukan cuma kecantikan fisik, tapi juga spirit. Secara rohani, saya merasa sangat cantik, dan itu terpancarkan. Namun, saya juga sadar, bahwa semua itu pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa.”
Thalia pun sadar akan popularitasnya yang tak mungkin langgeng. Maka dia segera menginvestasikan hartanya dengan membuka usaha. Produk pakaian dalam wanita dengan merek dagang Thalia dan sebuah rumah produksi dibuatnya.
Karir dan Cinta
Seperti dituturkan Thalia kepada Citra, kehidupan Thalia benar-benar penuh kebahagiaan dan keberuntungan. Dia lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan secara ekonomi. Dia pun sangat dimanjakan. Dan hampir semua minatnya di bidang seni selalu didukung kedua orangtuanya. Mak atak heran, bila dia telah memulai karirnya sejak usia 11 tahun.
Sederet penghargaan diterimanya, dan bertumpuk piala menghiasi rumah dan sebagian ruang kantornya di salah satu sudut stasiun teve Televisa. Namun, karirnya di bidang akting, seperti jgua cerita sukses para bintang, dimulainya dari peran pembantu. Dan seiring perjalanan karir dan popularitasnya, di apun menginjak masa puber.
Di masa inilah dia mengenal Alfredo Diaz Ordaz, lelaki pertama yang mengisi hatinya. Mulailah gosip bertaburan seputar kisah cinta Thalia-Alfredo. Hingg akemudian Alfredo meninggal karena penyakit ginjal. Goisp pun mereda. Hari-hari Thalia kembali diisi dengan syuting, rekaman, dan kesibukan usahanya.
Namun, Mario La Del Barrio, seperti membangkitkan kembali gosip seputar kehidupan cinta Thalia. Ketika telenovela ini diproduksi, Agustus 1995, Thalia digosipkan menjalin cinta dengan Fernando Colunga, lawan mainnya yang berperan sebagai Luis Alfredo. Namun, ketika Citra mennayakan kebenaran gosip itu. Thalia dengan tegas menyangkalnya. “Bohong besar kalau dikatakan saat ini (1995-red) saya punya pacar!,” katanya, September 1995 lalu.
TAPI gosip tak pernah sirna, seiring melejitnya Maria. Banyak media massa di Meksiko menulis bahwa Thalia tampak semakin mesra dengan Fernando Colunga. Tapi Thalia tak pernah menjawabnya secara tebuka. Dia seperti menggantung rasa penasaran penggemarnya. “Saya memang tengah jatuh cinta saat ini (1996-red),” katanya (waktu itu). Tapi ketika ditanya, siapakah lelaki yang beruntung itu? Fernando Colunga kah? Thalia hanya menyunggingkan senyum.
Jawaban menggantung itu, malah dimanfaatkan media massa di Meksiko. Gosip pun makin menjadi-jadi. Bagai bermain layang-layang, berita burung itu ditarik ulur. Minggu kedua April 1996 ini, misalnya, cerita soal Fernando Colunga, minggu berikutnya, soal Thalia, dan minggu berikutnya, soal rencana pernikahan mereka.
Apa jawaban Thalia soal rencana pernikahan ini? “Perkawinan itu untuk seumur hiidup, jadi harus kupikir masak-masak, agar tak menyesal.” Namun, soal lelaki idaman, ia tetap bungkam. Dia hanya membeberkan kriteria lelaki yang patut jadi suaminya. “harus pandai, memiliki daya tarik khusus, berbakat, dan menonjol dalam pekerjaannya.”
Walaupun Thalia maupun Fernando tak pernah mengakui secara tegas hubungan asmaranya, namun pers Meksiko tak pernah behrenti menuliskan gosip. Tentu saja Televisa, yang mengontrak kedua bintang populer ini diuntungkan. Selama gosip masih bertiup, selama itu pula tayangan mereka diminati pemirsa.
AIDS dan Maria
Gosip kisah asmara Thalia-Fernando belum berhenti hingga saat itu (1996-red), tapi sudah datang gosip lain (waktu itu) yang lebih sadis. Si cantik yang berpenampilan riang ini, tiba-tiba saja dituding mengidap AIDS. Ibundanya, Seniorita Yolanda Miranda, langsung berang.
Ketika gosip diraskaan sudah keterlaluan dan dianggap bisa meruntuhkan karir sang anak, Yolanda yang juga merangkap manajer Thalia, langsung mengeluarkan bantahan. “Thalia tak mungkin terkena AIDS. Saya tahu betul pergaulan dan kegaitannya. Dia hanya terlalu banyak bekerja, staminanya tak kuat, dia kelelahan,” ugnkap sang ibu yang biasanya ramah ini.
Tudingan mengidap penyakit yang (sampai saat itu) belum ada obatnya ini dilontarkan terhadap Thalia, bermula dari sebuah acara penyerahan penghargaan bintang terbaik yang diselenggarakan harian El Heraldo, Meksiko. Di tengah para undangan yang hadir, tiba-tiba saja Thalia jatuh tersungkur dan pingsan. Semenjak itu, kesehatan Thalia dikabarkan memburuk. Dia bahkan harus dirawat intensif bukan cuma di Meksiko. Tapi juga ke Los Angeles.
DR. SODI, yang merawatnya di Meksiko, akhirnya menaytakan bahwa Thalia harus beristirahat selama 15 hari. Detak jantungnya terdeteksi 19 kali lebih cepat dari manusia normal. Ini, menurut sang dokter, akibat jam kerja yang terlalu padat. Thalia, mulai kerja dari jam 07.00 hingga 21.00. Kadang bahkan lebih. Sabtu, ketika orang lain di Meksiko menikmati akhir pekannya, Thalia seringkali (waktu itu) harus menyelesaikan syutingnya.
Sakitnya Thalia, tentu saja berakibat pada kelangsungan produksi MCYH. Selain perubahan skenario, karena peran Maria dikurangi, jumlah episodenya pun jadi berkurang. MCYH yang (waktu itu) tengah diputar di Meksiko, rencananya (kala itu) berakhir 14 Juni 1996 yang (waktu itu) akan datang.
Namun, terlepas dari segala gosip yang beredar di Meksiko, MCYH memang (waktu itu) menarik untuk disimak. Thalia, yang di awal kisah berperan sebagai Maria, gadis remaja berumur 15 tahun, (waktu itu) akan tetap bermain sebagai wanita dewasa berumur 31 tahun. Demikian pula halnya dengan Fernando Colunga. Luis Fernando yang dimainkannya dimulai dari usia 25 tahun, dan (waktu itu) akan terus hingga Luis berusia 41 tahun.
Bagaimana kemampuan penata rias mengolah wajah Thalia dan Fernando Colunga? Kita (waktu itu) simak saja lanjutan Maria ini.
Ditulis oleh: Tubagus Udhi Mashudi, Bannoedjojo Pakoeningrat dari Meksiko
Dok. Citra – No. 315/VII/8-14 April 1996, dengan sedikit perubahan

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



Komentar
Posting Komentar