PENYAKIT TBC TAK MENGHALANGI KREATIVITAS RAMANAND SAGAR
BINTANG Ramayana (di Indonesia diputar TPI-red) memang tidak segemerlap bintang di Mahabharata (di Indonesia juga diputar TPI-red). Saat ataupun sesudah pembuatan serialnya, bintang Mahabharata banyak memperoleh tawaran main film.
Bahkan aktor semacam Freoz “Arjuna” Khan, Puneet “Duryudana” Issar, Gajendra “Yudhistira” Chauhan, dan lain-lainnya harus selektif pemilih peran-peran. Serial Ramayana hanya melambungkan sebagian pendukungnya saja. Salah satunya produser dan sutradara Ramanand Sagar.
Ramanand Sagar, yang sebelumnya diakui sebagai “dewa” pertelevisian dan perfilman India, setelah Ramayana ini semakin melambung. Dan lewat serial ini pula, koleksi penghargaan yang ratusan semakin bertambah. Ramanand Sagar dilahirkan di Lahore, 29 Desember 1917. Sejak kepindahan ayahnya, Lal Dinapath Chopra, dari Peshawar ke Kashmir, Sagar mulai mengembangkan kemampuan seni di usia muda.
Usia 25 Sagar menyelesaikan kuliahnya di Universitas Punjab. Ia mendalami tulisan Sanskrit. Prestasinya pun luar biasa: menerima penghargaan Adib-e-Alam dan Munshi Fasal. Selama 12 tahun, ia menghasilkan 32 cerita pendek dan panjang. Juga satu novel, dua cerita serial, dan satu naskah panggung.
SEBELUMNYA, berbagai pekerjaan kasar pernah dia jalani.
Sebagai pencuci truk, kerja di pabrik sabun, dan pengrajin emas. Di malam hari,
Sagar belajar untuk menyelesaikan kuliahnya. Sagar mulai terjun di dunia
perfilman tahun 1936. Karya pertamnaya merupakan gambar bisu, Raiders of The
Railroad.
Sejak itu, berbagai profesi dia jalani, termasuk dunia jurnalistik. Jabatan reporter, sub-editor, dan editor pernah ditekuninya di ‘Daily Milap’ dan ‘Daily Pratap’ di Lahore. Berbagai nama samaran pernah juga dipakainya. Ramanand Bedi, Ramanand Kashmiri, dan akhirnya Ramanand Sagar.
Tahun 1942, kembali Ramanand Sagar harus berjuang keras. Kali ini mengatasi penyakit TBC. Oleh keluarganya ia diasingkan di sanatorium Tangmargh, tapi kreativitasnya tidak berhenti. Sagar malah jadi kolomnis (‘Diary of A TB Patient’) juga serial di majlaha sastra yang bertiras terbesar, ‘Abdab-e-Masriq’. Tahun 1940-an hingga 1988 merupakan rentang waktu Ramanand Sagar membuahkan karya. Sebagai penulis, sebagai pembuat film, dan sebagai dinamisator perfilman India.
Ditulis oleh: Aris Muda Irawan
Dok. Citra – No. 125/III/19-25 Agustus 1992, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar