PELANGI DI RUMAH SUSUN: "HIRUK PIKUK DI RUMAH SUSUN" (RCTI - SETIAP SABTU Pk: 19.30 WIB)
RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) menghadirkan
sinetron baru (kala itu) bertajuk Pelangi Di Rumah Susun (PDRS), arahan
sutradara B.Z. Kadaryono, yang diproduksi PT Model Muda Persada.
Sinetron ini memotret kehidupan dan keseharian para penghuni rumah susun yang banyak pernak-pernik. Berbagai latar belakang para penghuni menjadi plot dasar permasalahan yang muncul di antara mereka. Pada umumnya mereka belum terbiasa dengan tata cara kehidupan di rumah susun yang berbeda dengan tempat tinggalnya dulu.
Permasalahan awal berasal dari rumah tangga pasangan muda tanpa anak, Rohim (Taufik Savalas) dan Ulfah (Ferina Widodo). Rohim, suami tipe pemalas yang selalu ingin mendapatkan uang tanpa harus kerja. Tak heran kalau bisnisnya sering gagal dan gulung tikar, yang menjadikan hutangnya makin menumpuk.
Hal ini membuat Ulfah, sang istri yang terkenal cerewet, jadi senewen. Pasangan ini pun sering bertengkar. Setiap kali datan tagihan, Rohim harus memutar isi kepalanya untuk mengakali ayahnya. Soalnya, setiap kali ia minta bantuan ayahnya, babe Saidin (H. Bokir), untuk membayar hutang tidak pernah berhasil. Pasalnya, Rohim sudah mengambil bagian warisan.
Selain keluarga Rohim dan Ulfah, juga tinggal keluarga om Paul (HIM Damsyik), mantan orang berada, bersama istrinya, tante Mona, dan anak perempuannya, Inneke (Mercy). Istri dan anak om paul menolak untuk tinggal di rumah susun karena tidak sesuai dengan status dan martabat mereka. Rupanya keluarga ini lupa kenyataan dan masih saja merasa keluarganya paling kaya dan terhormat.
Itu pula yang membuat mereka merendahkan penghuni lainnya. Perlakuan itu membuat para tetangga kesal. Tapi sebagian anak muda justru sebaliknya. Mereka umumnya berusaha mencari simpati om Paul dengan harapan bisa mendekati Inneke. Parto, satpam di rumah om Paul, yang sok kuasa, memanfaatkan kesempatan itu. Setiap kali dititipi salam untuk Inneke, Parot selalu minta imbalan uang rokok.
Di rumah susun Pelangi juga tinggal tante Lusi (Lina Budiarti), janda muda seksi, cantik pula. Meski mengaku sudah punya suami yang sedang tugas luar kota, ia tak luput dari incaran tetangga lelaki yang suka iseng. Selain itu semua, kehadiran si Toing, encing Rohim, menjadikan kehidupan di rumah susun semakin heboh. Pemilik warung di lantai dasar yang pendengarannya kurang jelas itu, selalu bicara tak ubahnya seperti orang sedang bertengkar.
Ditulis oleh: Slamet Riyadi
Dok. Bintang – Edisi 324/Th. VII/minggu keempat Mei 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar