PASANGAN KM BEY ERRY-PIPIET SANDRA TAK JADI CERAI

 
JAWAB. Keberangkatan naik haji bersama ini menajwab bahwa antara kedua insan yang banyak dikenal masyarakat masih rukun dan damai, beserta anak mereka Kiki Rizky Amelia 


TOKOH, TERBANG. Hari Sabtu (15/5/93) pukul 16.00, K.M. Bey Erry melepas istrinya, Ny. Siti Nurul Qomar masuk Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Ny. Siti Nurul, atau yang lebih populer dengan Pipiet Sandra, berangkat haji bersama ibu kandung dan guru mengajinya. Mereka terdaftar dalam kelompok terbang (kloter) 114, yang terbang menuju ke bandara King Abdul Aziz, Senin, 17 Mei 1993, pukul 11.00.

“Insya Allah saya juga akan berangkat dengan kloter yang sama. Hanya, saya kebagian masuk rombongan kedua, berangkat 19 Mei (1993-red) tengah malam. Walaupun keberangkatan saya dan istri tak sama, insya Allah kami akan bertemu di sana,” kata K.M. Bey Erry, yang selama itu dikenal sebagai produser film-film dokumenter dengan PT Ratu Asia Prima Film, dan pimpinan sanggar Keluarga Ratu Asia.

“Kami berdua ingin memenuhi panggilan dan menjadi tamu Allah. Ini memnang sudah menjadi minat kami sejak lama,” tambahnya. Keberangkatan naik haji bersama ini menimbulkan tanda tanya, sekaligus menjawab bahwa antara kedua insan yang banyak dikenal masyarakat lewat tayangan fragmen-fragmen serial Keluarga Ratu Asia di layar TVRI itu, (waktu itu) masih rukun sebagai suami-istri, tidak bercerai seperti diisukan sejak beberapa bulan belakangan (ketika itu) ini.

“Saya tak menceraikan dan tak pernah berpikir untuk menceraikan istri saya,” kata Erry, sambil merentangkan tangannya. “Kalau bercerai, kami tak akan berangkat naik haji bersama seperti sekarang (1993-red) ini.”

Pasangan yang (sampai saat itu) sudah berumah tangga selama hampir 22 tahun (1971-1993, red) ini, selama 16 tahun (1973-1989) setiap Sabtu sore muncul di layar TVRI lewat acara Cerita Untuk Anak. Dalam lakon itu, ada empat tokoh inti, yaitu pasangan suami-istri, pak dan bu Erry (K.M. Erry dan Dian Anggraini), kak Pipiet (PIpiet Sandra), dan anak pasangan itu, Kiki (Kiki Rizky Amellia). Nama Pipiet Sandra dikenal masyarakat, terutama lewat lakon-lakon ini.

Sayang sekali, serial itu terhenti sejak tiga tahun sebelum bacaan ini dimuat Bintang (1989-red). 1993, Keluarga Ratu Asia mengalihkan perhatiannya pada produksi film-film dokumenter dan penyuluhan, serta muncul di TVRI sebulan sekali dalam acara Mimbar Agama Islam, selain juga menggarap sinetron hari-hari besar Islam.

Pipiet Sandra sendiri (waktu itu) lebih dikenal sebagai seorang ‘dubber’ (pengisi suara), khususnya untuk film serial Orin dan Oshin (serial dari Jepang) yang ditayangkan TVRI dan TPI (Televisi Pendidikan Indonesia). Kelompok Keluarga Ratu Asia, selama itu sudah meraih banyak penghargaan. Pada FFI tahun 1981, Kiki terpilih sebagai pemeran anak-anak terbaik lewat film Nakalnya Anak-Anak garapan sutradara Susilo SWD dan Imam Tantowi.

Lalu produksi-produksi PT Ratu Asia Prima Film juga meraih penghargaan. Pada FFI tahun 1986 memenangkan piala Widya untuk film dokumenter terbaik (Bukan Salahku yang menampilkan masalah tentang pemeliharaan air untuk kepentingan manusia) dan FFI tahun 1990, kembali meraih piala Widya untuk film dokumenter Demam Berdarah.

Tahun 1992 lalu, pabrik film Agfa dan Belgia, juga memberikan penghargaan, karena jasanya menggunakan bahan baku film Agfa untuk produksi-produksinya. K.M. Bey Erry sendiri juga pernah meraih penghargaan sebagai penulis skenario terbaik film penyuluhan lewat karyanya Bekal Hari Esok.

Pipiet Sandra dan grupnya pernah diidolakan oleh penggemarnya. Karena itu, kerukunan dan penampilannya seperti tergambar dalam lakon-lakon Keluarga Ratu Asia (belakangan itu) dirindukan pemirsa. Setelah pulang dari menunaikan rukun Islam kelima itu nantinya, diharapkan (waktu itu) Keluarga Ratu Asia dapat tampil kembali seperti biasa. (Pihak Bintang waktu itu mengucapkan) selamat menunaikan ibadah haji, semoga menjadi haji mabrur.

Ditulis oleh: Ramadhan Syukur

Dok. Bintang – No. 117/Th. III/minggu ketiga Mei 1993, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer