PANGGUNG: AIR SUPPLY MASIH CINTA SATWA
DI tahun ke-20 duet mereka, Air Supply atawa Graham Russell (waktu itu – 45 tahun) plus Russell Hitchcock (waktu itu – 64 tahun), yang berdarah Australia dan tinggal di AS, datang lagi ke Jakarta. Sebelumnya, pada 29 dan 30 Januari 1994, mereka menggelar dua konser.
Satu di (bekas) Sirkuit Ancol, satu lagi di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya. Sebelumnya lagi, pada 1993, mereka mempromosikan album yang mereka rilis tahun itu, ‘The Vnaishing Race’, dengan ‘hit’-nya, Goodbye. Kali ini, mereka mempromosikan album yang mereka rilis tahun 1995 ini, alias album ke-15, News From Nowhere.
Seperti diakui Graham dan Russell dalam wawancara khusus dengan Citra pada 6 April 1995 siang, rata-rata isi album News… relatif lebih “serius”, dicerna harus dengan lebih “beprikir”, ketimbang umumnya isi album-album mereka sebelumnya. Ya aransemen musiknya, ya liriknya.
Simak saja, misalnya lagu Someone (komposisi oleh Graham, lirik oleh Guy Allison, pemain piano dan keyboard langganan Air Supply sekaligus pemain drum Afrika dalam lagu Someone, yang kali ini juga mendampingi Air Supply di Jakarta), yang aransemen musiknya bernuansa Afrika dan liriknya yang mengungkapkan rasa cinta yang “luhur”, bukan rasa cinta yang “vulgar”.
“Tahun lalu (1994-red), di hotel tempat kami menginap,kami sempat kira-kira dua jam mendengarkan permainan gamelan. Kami terkesan oleh ‘sound’ gamelan itu. Ketika kami kembali ke AS, ‘sound’ gamelan itu menginspirasi pemakaian ‘sound’ perkusi Afrika dalam lagu Someone. Untuk itu, kami dibantu Paulinho Da Costa, perkusionis Brazil kelas dunia,” cerita Graham, yang selama itu “bertugas” di Ari Supply selaku pencipta lagu, selain juga vokalis dengan suara baritonnya.
“Tapi, yang lebih penting, kami memakai sebuah ‘sound’ bukan karena asalnya dari sini atau dari situ, melainkan karena nuansanya memang kami perlukan untuk lagu kami,” sambung si jangkung yang (waktu itu) baru pertama kali secara penuh jadi produser musik album Air Supply, yaitu untuk album News….
Perhatikan juga lagu Just Between The Lines (kompoisis dan lirik oleh Graham). Lagu yang liriknya relatif lebih “ringan” ketimbang lirik lagu Someone, kendati sama-sama tentang cinta yang “luhur” itu, aransemen musiknya ngefolk dan disarati orkestrasi alat musik gesek (aranjer orkestra: John Phillip Shenale, konduktor: Scott Smalley).
Tapi, Graham dan Russell menekankan, mereka sama sekali tidak merancang-rancang untuk menjadikan album News… “serius”. “Tiap artis, sepreti kami juga, pasti berubah dan mencoba untuk membuat sesuatu yang baru dan berbeda untuk mengeksprsikan apa yang ada di dirinya.
Album ini jadi lebih “serius”, itu cuma cerminan dari apa adanya diri kami waktu kami membuat album ini. Sekarang (1995-red) pun kami nggak tahu, apakah album kami berikutnya akan jadi lebih “serius” lagi?,” jelas Graham (waktu itu). “Itu cuma cerminan dari kehidupan kami yang berkembang!,” tegas Russell, vokalis Air Supply bersuara tenor.
“Sudah waktunya kami bikin lagu-lagu seperti itu. Sudah
waktunya orang sedikit berpikir tentang apa yang sedang terjadi di dunia ini.
Tiap orang harus punya peran dalam hidup ini. Pengrusakan (dalam konteks
negatif) yang kita lakukan terhadap apa saja di dunia ini sekarang (1995-red)
ini, ada akibat (buruk)-nya bagi anak cucu dan keturunan kita seterusnya kelak,”
lanjut Graham (waktu itu).
“Tapi mereka yang nggak biasa mendengarkan lagu-lagu “serius”, masih bisa menikmati album ini kok. Di album ini masih ada lagu yang “ringan”,” tambah Russell. Contohnya: salah satu lagu andalan album News… (selain Always yang karya Graham bersama Guy dan M. Sherwood), Unchained Melody, yang dicipta A. North dan H. Zaret dan lebih dulu dipopulerkan oleh duo Bobby Hartfield dan Bill Medley alias The Righteous Brothers.
DI Jakarta kali ini, Air Supply tak hanya mempromosikan album News… Graham-Russell, plus Guy, juga berpanggung di Hard Rock Café (HRC), pada 6 April 1995 malam, mulai kira-kira jam 22.00. Mereka menggulirkan 10-an lagu dari album-album lama dan baru (ketika itu) mereka, di hadapan penonton yang memenuhi HRC Jakarta. Sayangnya, penampilan mereka tidak prima – antara lain menyanyi sumbang untuk Making Love (Out of Nothing At All).
Sayangnya juga, mereka tak jadi tampil ‘unplugged’ (hanya dengan alat musik akustik), seperti yang mereka janjikan siang harinya kepada Citra dan pernah mereka lakukan pada 1989, sebelum pertunjukan musik ‘unplugged’ ditrendkan MTV. Sayangnya lagi, cuma Goodbye yang disambut meraih oleh penonton yang kebanyakan cewek-cewek berdandanan ‘sexy’ itu.
Sesuai dengan aturan main kedatangan mereka, untuk mempromosikan album, tidak untuk menggelar konser yang penjualan tiketnya mengalirkan uang ke kantong mereka, perusahaan rekaman mereka, atau penyelenggara konser mereka, maka yang di HRC Jakarta tersebut adalah pertunjukan amal.
“Mereka manggung di acara Hard Rock Café Special. Biasanya, uang tiap tanda masuknya, 15 ribu perak, masuk ke Hard Rock Café. Gantinya tiap pengunjung dapat ‘first drink’ (esgelas minuman ringan).
Tapi kali ini, tiap pengunjung dapat satu pin (semacam bros), tanda mendukung program-program yang dilakukan kebun binatang Ragunan, Jakarta. 15 ribu perak dan tiap pengunjungnya langsung masuk ke celengan berbentuk gajah, untuk disumbangkan ke kebun binatang Ragunan. Untuk itu, kami sudah mendapat izin dari Departemen Sosial,” jelas Yoris Sebastian, manajer hiburan HRC Jakarta.
Pertunjukan amal tersebut diprakrasai HRC Jakarta. “Kami menyatukan beberapa kepentingan. Selain mewawancara Air Supply (dengan peralatan syuting milik rumah produksi Broadcast Design Indonesia (BDI), Channel [V] (saluran TV yang berpusat di Hongkong) juga meliput pertunjukan ini.
Hard Rock Café, termasuk yang di Jakarta, memang punya jatah untuk menayangkan acara-acara spesialnya di Channel [V]. Jadi, Channel [V] dapat materi tayangan, Air Supply dan Hard Rock Café. Jakarta dapat sarana promosi, kebun binatang ragunan dapat sumbangan,” ungkap Yoris lagi. Hanya untuk satwakah Air Supply mengglear pertunjukan amal, sebagaimana juga dilakukannya tahun 1994 lalu di Jakarta untuk pelestarian badak Jawa? Ternyata tidak.
“Di AS, kami juga mengglear pertunjukan amal untuk mendukung aksi-aksi kemanusiaan. Untuk apa dan siapa pertunjukan amal kami, itu sesuai pesanan promotor pertunjukan amat jarang saja,” ucap Graham (yang bersama istri dan anak-anaknya punya beberapa ekor anjing dan seekor serigala jinak di rumahnya), diiyakan Russell (yang bertema kekasihnya punya beberapa ekor, anjing, kucing, dan burung.”
Ditulis oleh: Ati Kamil
Dok. Citra - No. 263/VI/10-16 April 1995, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar