OLAHRAGA - PACERS VS MAGIC: "PENTING BAGI SHAO, DEMI MVP!" (RCTI - MINGGU, 30 APRIL 1995 Pk: 13.00 WIB)
BATALNYA tayangan hari Minggu (23/4/95) pertandingan antara tim Indiana Pacers dan New York Knicks, bukannya tak disengaja. RCTI sengaja mengubah jadwal tayangannya dengan pertandingan San Antonio Spurs menghadapi Denver Nuggets. “Entahlah saya tidak tahu kenapa tiba-tiba SCTV juga mengambil jadwal pertandingan tersebut. Itu sebabnya, percuma kalau tetap menayangkan pertandingan tersebut,” jelas Henry Toto Riyadi, produser RCTI untuk acara ini.
Padahal, menurut Henry lagi, pihak SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia) sebenarnya sudah tahu jadwal pertandingan yang diambil oleh RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia), jauh sebelum pertandingan reguler NBA bergulir. Jadwal pertandingan pilihan RCTI diberikan kepada SCTV untuk menghindari tabrakan jadwal atau diambilnya jadwal pertandingan yang sama oleh dua stasiun ini. Toh, kenyataan berbicara lain.
Pertemuan dua tim papan atas divisi Pacific dan Central wilayah timur, Orlando Magic dan Indiana Pacers, merupakan pertandingan pamungkas, penutup siaran pertandingan reguler NBA, sebelum menuju babak ‘play off’.
Sampai pertemuan terakhir kemungkinan posisi keduanya tak berubah, ama-sama di peringkat pertama untuk masing-masing divisi. Kendati demikian, pertandingan jelas sangat menarik untuk dinanti. Pertandingan yang berlangsung di Orlando Arena ini jelas menguntungkan Magic sebagai tuan rumah.
Namun, cederanya beberapa pemain kunci, menimbulkan keraguan bahwa Magic (waktu itu) akan mampu memenangkan pertandingan ini. Brian Hill, pelatih Magic, pun sepertinya sadar tak ada gunanya memaksa tetap mencuri angka. Toh posisi mereka sudah cukup aman.
Kondisi Nick Anderson, Horace Grant, dan Penny Hardaway, kemungkinan (perkiraan waktu itu) belum pulih benar. Brian Hill tentu lebih memilih persiapan menghadapi pertandingan ‘play-off’ yang lebih menegangkan dibanding hanya sekadar menghancurleburkan anak asuhan Larry Brown.
PALING-PALING pemain kunci seperti Shaquille O’Neil, Dennis Scott, dan kemungkinan (perkiraan waktu itu) Penny Hardaway dan Horace Grant yang tetap turun. Shaq pasti turun, mengingat yang dikejarnya adalah gelar ‘most valueable player’ (MVP) kompetisi kali ini.
Sementara itu, Pacers (waktu itu) tetap akan memasang ‘squad’ untuk ‘starting five’-nya, dengan Reggie Miller sebagai motor serangan. Rick Smith dan Derrick Mc Kay (waktu itu) akan bertindak sebagai ‘forward’. Byron Scott dan Lester Conner (waktu itu) akan mendampingi Reggie Miller sebagai ‘guard’.
Bila melihat posisi kedua tim ini, (perkiraan waktu itu) kemungkinan besr, sebagai pimpinan klasemen untuk wilayah timur, Magic (waktu itu) akan bertemu tim terlemah di wilayah ini, Boston Celtics. Menghadapi tim yang sekara tini, anak-anak asuhan Brian Hill kemungkinan besar (perkiraan waktu itu) akan lolos ke perempat final (‘play-off’ kedua).
Sementara Reggie Miller dan kawan-kawan (waktu itu) masih ada kemungkinan menggeser Knicks di urutan kedua. Kalau kondisi ini gagal terpenuhi, Pacers tetap berada di urutan ketiga dan tentunya lawan yang dihadapi adalah tim peringkat keenam, Atlanta Hawks. Melihat kondisi ini, (perkiraan waktu itu) kemungkinan besar Pacers akan ngotot untuk memenangkan pertandingan menghadapi Magic.
Ditulis oleh: Aris Muda Irawan
JADWAL SIARAN LANGSUNG
TVRI (Programa 1):
Sabtu, 29 April 1995, Pkl: 15.05 WIB
Sepakbola Liga Dunhill
RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)
Kamis, 27 April 1995, Pk: 02.00 WIB
Sepakbola Penyisihan Piala Eropa ‘96
Hongaria vs Swedia
Minggu, 30 April 1995, Pk: 21.00 WIB
Sepakbola Liga Italia
SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia)
Sabtu, 29 April 1995, Pkl: 21.30 WIB
Sepakbola Liga Inggris “Norwich City vs Liverpool”
ANteve (Andalas Televisi)
Minggu, 30 April 1995, Pkl: 15.30 WIB
Sepakbola Liga Dunhill
Dok. Citra – No. 265/VI/24-30 April 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar