OLAHRAGA - CELTICS VS BULLS YANG TANPA LARRY BIRD (RCTI/SCTV - SABTU, 6 JUNI 1992 Pk: 13.00 WIB)
PERTEMUAN dua pemain terbaik NBA gagal terjadi, Larry Bird
belum bisa turun memperkuat Celtics melawan Chicago Bulls, setelah mendadak
otot pungungnya cedera. Sehingga pertandingan hari Minggu, 5 April 1992 lalu cuma
menjadi ajang kehebatan ‘the most valuable player’ 1992, Michael “The Air”
Jordan. Namun, meski tanpa Bird, Celtics mampu membungkam tamunya tersebut,
97-86.
Pertandingan yang berlangsung di Boston Garden, kandang Celtics, menjadi suatu kemenagan yang patut dirayakan. Dari tiga kali pertemuan kedua tim di musim kompetisi ini, tak satu kali pun Celtics memenangkannya. Baru di kandangnya ini Celtics mampu, bahkan tanpa Larry Bird. Istimewanya, pertandingan ini di Amerika disiarkan secara nasional.
Sayang, langkah Celtics terhenti sampai babak ‘playoff’ putaran kedua yang berakhir minggu kelima Mei 1992 lalu. Ramalan pengamat Celtics akan menghadapi Bulls di final buyar setelah Cleveland Cavaliers menutup pertandingan mereka dengan hasil akhir 4-3. Cavaliers akhirnya berhadapan dengan Bulls di putaran final wilayah timur.
Bulls sendiri disebut-sebut pengamat (waktu itu) bakal menyimpan kembali gelar juara NBA yang diraihnya musim kompetisi 1990/1991 lalu. Sebelum pertandingan melawan Celtics ini, Bulls tercatat sebagai tim teristimewa untuk musim kompetisi tahun 1991/1992 ini. Dari 34 pertandingan yang mereka lakukan, semua dimenangkan Bulls.
Secara keseluruhan, dari 75 pertandingan, Bulls kehilangan
(sampai saat itu) 14 pertandingannya, 61-14. Tahun 1967, Sivers lebih hebat
dengan 68-13, Lakers di tahun 1972 dengan rekor 68-13, dan Celtics di tahun
1973 dengan 68 kali menang, 14 kali kalah.
Penampilan mereka tidak mengecewakan. Namun ketatnya barisan belakang Celtics membuat Scottie Pippen (‘forward’), Jordan (‘guard’), John Paxson (‘guard’), dan Horrace Grant (‘forward’) tidak leluasa bergerak. Jordan yang memiliki rata-rata poin di atas 30, di pertandingan ini cuma menyumbangkan 26 poin.
Kunci kemenangan Celtics justru di tangan Reggie Lewis (‘guard’) dengan 21 poin. Dari 8 lemparan bebasnya, 7 masuk. Sedang Jordan dua kali lemparan bebasnya tak membuahkan hasil. “Ternyata, walau tanpa Bird, kami bisa menang ‘playoff’.
Larry Bird (saat itu 38 tahun) memang unik, jagoan tembak ‘three-point area’ ini sebelumnya menolak bergabung dengan tim olimpiade karena merasa sudah tua. Namun dia tak bisa menolak ketika panitia olimpiade mencantumkan namanya. Di pertandingan ini, Kevin McHale (‘forward’) dengan 20 poin, Robert Parish (’center’), dan Dee Brown (‘guard’) dengan 14 poin.
Ditulis oleh: Aris Muda Irawan
|
Babak |
I |
II |
III |
IV |
|
Chicago Bulls |
26 |
51 |
67 |
86 |
|
Bolton
Celtics |
28 |
55 |
70 |
97 |
Sampai pertandingan hari Kamis, 28 Mei 1992, babak final baik wilayah barat maupun timur berjalan cukup alot (sistem ‘the best of seven’).
Wilayah Barat
Portland Blazers vs Utah Jazz, 3-2, (113-88), (119-102), (89-97),
(112-121), (127-121).
Wilayah Timur:
Chicago Bulls vs Cleveland Cavaliers, 2-2, (103-89),
(81-107), (105-96), (85-99).
Dok. Citra – No. 114/III/3-9 Juni 1992, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar