OLAHRAGA (3-9 APRIL 1995)
PARTAI NERAKA AC MILAN-PARIS SAINT GERMAIN (SIARAN LANGSUNG PIALA CHAMPIONS, RCTI – KAMIS, 6 APRIL 1995 Pk: 02.00 WIB)
David Ginola
PUTARAN final Piala Champions (belakangan itu) memasuki
babak semifinal. Tim-tim yang (waktu itu) akan bertarung adalah jawara Italia,
AC Milan yang ditantang jawara Perancis, Paris Saint Germain, dan jagoan Belanda,
Ajax Amsterdam (waktu itu) akan dijajal andalan Bundesliga Jerman, Bayern
Muenchen.
AC Milan yang sempat terseok-seok di babak awal, (belakangan itu) menjadi salah satu favorit untuk merebut Piala Champions. AC Milan lolos ke semifinal setelah membungkam Benfica Portugal (2-0) dan (0-0). Sedangkan Paris Saint Germain mampu meredam ambisi klub elit Barcelona (1-1 dan 2-1).
Ajax yang juga favorit mampu melaju ke semifinal setelah main imbang 0-0 dengan Hajduk Split di kandang lawan dan menjungkalkannya di kandang sendiri dengan skor 3-0. Sedangkan Bayern Muenchen bisa menahan imbang 0-0 IFK Gothenberg di kandang sendiri dan imbang lagi 2-2 di kandang lawan. Sebetulnya kedua klub ini sama kuat, namun Bayern Muenchen mampu bikin 2 gol saat bertanding. Jadinya, Bayernlah yang lolos ke semifinal.
RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) memilih menayangkan langsung AC Milan lawan Paris Saint Germain. Tentunya ini merupakan partai neraka dan (waktu itu) bakal berlangsung seru. Bagi AC Milan sendiri pertandingan semifinal ini merupakan momen yang sangat penting untuk mengembalikan nama besarnya yang sempat anjlok di kompetisi Liga Italia seri A.
Tersingkir di percaturan kompetisi liga, maka arsiteknya, Fabio Cappelo lebih mengarahkan konsentrasinya pada putaran semifinal Piala Champions ini. Ya, di sinilah nama besar AC Milan dipertaruhkan. Kalah di babak semifinal ini, maka AC Milan tak lagi berpartisipasi di Piala Champions tahun 1995/1996 (yang saat itu akan) datang.
Satu hal yang menonjol dari tim AC Milan ini adalah mental juaranya. Bayangkan, sempat terombang ambing dengan prestasi buruk dan nyaris terjengkang untuk masuk putaran final Piala Champions, nyatanya AC Milan mampu juga lolos.
DI babak semifinal AC Milan tak boleh takabur. Lawan yang dihadapi bukan tim ayam sayur. Ya, Paris Saint Germain bukan tim kemarin sore yang begitu saja mudah ditaklukkan. Lihat saja, klub elit Barcelona (waktu itu) dilibasnya tanpa ampun. April 1995, giliran AC Milan yang (waktu itu) akan mencoba keandalannya. Kalau AC Milan tak siap dan meremehkan, maka AC Milan (saat itu) bakal jadi korban berikutnya.
Paris Saint Germain yang dilatih Luis Fernandez, mantan pemain nasional Perancis, merupaakn tim yang sangat berbahaya. Fernandez yang dulu (sebelum 1995-red) main di lini tengah bersama Jean Tigana dan Michel Platini ini amat jeli mengatur strategi.
Kenyataannya, strategi Johan Cruyff bisa dimentahkannya saat bertarung di perempat final. Maka wajar saja kalau lini tengah Paris Saint Germain begitu solid. Dan ini memudahkan duet David Gonola dan George Weah untuk mengobrak-abrik gawang lawan.
AC Milan sendiri tentu menyiapkan pasukannya dengan baik. Ini mengingat yang dihadapi bukan tim sembarangan. Salah-salah AC Milan bisa terdepak. Bagi penggemar sepakbola tanah air tentu sudah hafal betul dengan nama pemain, permainannya, maupun karakter AC Milan. Pelatih Fabio Cappelo tentu sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi Paris SG ini.
Pemain AC Milan merupakan pemain bintang dan kekuatannya merata. Jadi, tak masalah bagi Cappelo untuk menurunkan pemain manapun. AC Milan (waktu itu) masih mengandalkan Danielle Massaro, Marco Simone, Boban, Marcel Desailly, Paolo Maldini, atau Franco Baresi. Nama besar memang bukan jaminan. Jadinya, AC Milan harus hati-hati menghadapi Paris Saint Germain yang bukan tidak mungkin bisa menenggelamkan AC Milan. Kita tunggu saja.
Ditulis oleh: Al Idi Pranoto
PERTANDINGAN REGULER NBA – MAGIC VS JAZZ: “MEMPERMALUKAN DUO JAZZ DI KANDANG” (RCTI – MINGGU, 9 APRIL 1995 Pk: 13.00 WIB)
John Stockton
SAYANG, dari 12 pertandingan reguler yang ditayangkan RCTI, hanya minggu kedua April 1995 ini saja yang menayangkan pertandingan Utah Jazz. Aksi-aksi Karl Malone dan John Stockton hanya bisa disaksikan satu kali ini saja. Namun, (perkiraan saat itu) ada kemungkinan tayangan babak ‘play-off’ pertandingan Utah Jazz (waktu itu) akan disiarkan RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia).
Dari 16 tim yang sudah memastikan diri maju ke babak ‘play-off’, salah satunya Utah Jazz ini. Memang, sepanjang musim kompetisi tahun 1994-1995, Karl Malone dan kawan-kawan kurang mendapatkan porsi pemberitaan seimbang.
Beda dengan lawannya kali ini, Orlando Magic, di samping Charlotte Hornets dengan Alonzo Mourning-nya, juga Phoenix Suns dengan Charles Barkley-nya. Padahal, sepanjang kompetisi kali ini, penampilan Jazz luar biasa stabilnya. Dan ini bisa dilihat dari persentase menang-kalah Jazz.
Prestasi duo Jazz, Malone dan Stockton termasuk Istimewa. Dua pemain ini seperti “jodoh” yang sangat serasi. Malone sebagai jago tembak cukup baik, rata-rata poin pertandingan hanya di bawah O’Neal, Olajuwon, dan David Robinson. Sementara John Stockton meruapakn calon ‘assist’ terbaik musim kompetisi. Tahun 1994 lalu, Stockton juga yang terbaik, sehingga penghargaan ‘Court Vision Award’ diperolehnya.
Sementara itu, pertandingan yang sebenarnya berlangsung di Utah ini digelar tanggal 31 Maret 1995. Pertandingan ini (waktu itu) akan sangat menarik, pasalnya, ‘staring-five’ yang (waktu itu) bakal dipasang Magic, Shaquille O’Neal, Penny Hardaway, Nick Anderson, Horace Grant, dan Dennis Scott berjanji (waktu itu) akan memeprmalukan Jazz di depan publiknya. Brian Hill, pelatih Magic, (saat itu) sudah menyusun strategi khusus, untuk menundukkan duo Jazz, Malone, dan Stockton.
Ditulis oleh: Aris Muda Irawan
JADWAL SIARAN LANGSUNG
RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)
Kamis, 6 April 1995 Pk: 02.00 WIB
Sepakbola Piala Champions – AC Milan vs Paris Saint Germain
Sabtu, 8 April 1995 Pk: 13.00 WIB
Asian Badminton Championships (Final)
Minggu, 9 April 1995 Pk: 21.00 WIB
Sepakbola Liga Italia
SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia)
Jumat, 7 April 1995 Pkl: 02.00 WIB
Sepakbola Winners Cup (Semifinal)
Sabtu, 8 April 1995 Pkl: 14.00 WIB
Kejauraan ‘Basketball’ Mahasiswa – ‘National College
Athletic Association’
Final (‘Women’s’)
Sabtu, 8 April 1995 Pkl: 22.00 WIB
Sepakbola FA Cup (Semifinal) – Nottingham Forest vs Westham
ANteve (Andalas Televisi)
Minggu, 9 April 1995 Pkl: 15.30 WIB
Sepakbola Liga Dunhill
Dok. Citra – No. 262/V/3-9 April 1995, dengan sedikit
perubahan




Komentar
Posting Komentar